Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
52


__ADS_3

" Sayang sudah selesai ?? Tadi aku pulang ke mansion dan kau belum ada disana . Aku menelpon Jero dan dia bilang kau masih bersama Odelia dan Elda di sanggar " sapa seorang pria dengan dahi yang berkerut ketika melihat tampilan sang istri . Wanita yang biasa tampil cantik dengan dress dan heelnya kini terlihat memakai baju kodok berbahan jeans dipadu sneaker berwarna pink . Jika dilihat sekilas penampilan Via mirip dengan saudara kembarnya .


Sore itu Albert datang untuk menjemput istrinya , Elda menyambut pria yang merupakan pamannya itu dengan pelukan sekilas setelah Albert memeluk erat sambil menciumi pipi dan pucuk kepala istrinya .


" Kalian selalu membuatku iri dengan adegan adegan mesra yang kalian pertontonkan ! Sayangnya jaman sekarang susah sekali mencari pria pengertian dan penuh kasih sayang sepertimu Al ... "


Odelia tersenyum mendengar kata kata sahabatnya , Elda memang tidak terlalu menyukai Jero karena kejadian masa lalu . Kejadian dimana Jero bahkan tidak bisa melihat dirinya sebagai gadis yang mencintainya dengan tulus . Jero lebih tertarik pada penampilan Olivia yang lebih cantik dan berkelas , berbeda dengan dirinya yang sedikit tomboy dan tidak terlalu suka berdandan . Sebagai sahabat Elda ikut merasakan sakit dan perihnya hati Lia saat itu .


" Kak Via bisa pulang lebih dulu daripada bayi besar didepanmu itu menangis , sebentar lagi Jero juga akan menjemputku "


" Tapi yang aku dengar suamimu sedang ada kunjungan di perusahaan Daddy Abbio . Kau tahu jika para pengusaha berkumpul mereka akan lupa waktu . Jika kau mau aku bisa mengantarmu lebih dulu ke hotel milik Jero " ujar Albert menawarkan tumpangan . Sebenarnya ayah mertuanya pagi tadi memintanya untuk menemaninya menerima kunjungan dari para pria Adipraja tapi dia menolak dengan halus karena ada beberapa kunjungan untuk konsultasi para pasiennya . Bagaimanapun ia tak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang psikiater .

__ADS_1


Odelia tampak melihat ke arah jam tangannya , waktu sudah akan menunjukkan hampir jam makan malam dan Jero belum mengiriminya pesan kapan akan menjemputnya . Mungkin Albert benar jika para pengusaha akan lupa waktu jika berkumpul bersama . Tapi sebelum menerima tawaran Albert terdengar kakaknya mengatakan sesuatu .


" Jika begitu kita bisa menemani Lia disini saja , bukankah kita belum sempat berterimakasih pada Jeronimo karena sudah menolongku di kolam tadi . Kak Albert terlalu cepat terburu membawaku ke atas ... "


Untuk sesaat Albert menatap tajam sang istri tapi sesaat kemudian pandangannya melembut , bahkan terlalu lembut . Dan sayangnya baik Lia ataupun Elda tidak ada yang terlalu memperhatikannya , hanya Via yang kini diam dengan tatapan menantang pada suaminya .


" Jangan berlebihan , memang sudah menjadi kewajiban seseorang untuk menolong siapapun yang berada dalam kesulitan . Lagipula kebetulan kami sedang ada di pinggir kolam . Noah juga ikut membantu membawa Kak Via waktu itu "


" Tapi tetap saja aku sudah berhutang nyawa pada suamimu .... " sahut Via berkeras ingin tinggal dan berterimakasih pada Jero . Walau sedikit merasa tidak nyaman tapi Odelia berusaha berpikir positif , mungkin saja dia juga akan membuat seperti itu jika dia ada di posisi kakaknya .


" Ok ... apapun untuk tiga gadis cantik seperti kalian ! " ujar Albert geleng geleng kepala mendengar permintaan dari keponakannya , sepertinya malam ini dia memang harus kembali bertemu dengan pria yang tidak ia sukai .

__ADS_1


Mereka berempat akhirnya berjalan menuju sebuah kafe kecil yang tepat ada di depan sanggar , kafe dimana Lia ataupun Elda biasa makan atau sekedar duduk istirahat . Sangat wajar jika Via terlihat kurang suka ketika pertama memasukinya karena wanita itu tidak terbiasa dengan tempat sederhana seperti ini .


" Jika Kak Via tidak suka tempatnya sebaiknya jangan terlalu dipaksakan , Kak Albert bisa ke restoran yang ada di ujung jalan sana . Sekitar dua kilometer dari tempat ini , tempatnya lebih luas dari kafe ini dan menunya juga lebih beragam "


" Tidak !!! Maksudku aku tidak apa apa , tempat ini tidak terlalu buruk . Kalian duduk dan pesan saja dulu , sepertinya dompetku ketinggalan di meja tempat kita tadi ! Aku kesana sebentar .... "


Elda , Lia dan Albert segera duduk di area depan kafe . Mereka sengaja memilih area depan agar Jero bisa melihat mereka saat datang nanti . Tapi saat makanan datang pun Via terlihat belum juga kembali dari bangunan sanggar . Lia yang tahu keadaan sanggar akan sepi saat makan malam segera bangkit bermaksud menyusul saudara kembarnya . Lia tahu jika Via adalah seorang penakut .


" Kalian makan duluan saja , aku susul Kak Via sebentar ! Dan aku peringatkan jangan sentuh isi dalam piringku sebelum aku kembali !! " kata Lia yang ditanggapi tawa oleh Elda dan Albert .


Jarak yang begitu dekat membuat Lia cepat sampai ke sanggarnya yang terlihat begitu sepi . Biasanya hanya beberapa teman yang tinggal berjaga dan mereka akan dibawakan makan malam oleh teman yang lain . Sesaat sebelum mencapai pintu samping sanggar Lia melihat sebuah motor sport yang terparkir , dia berpikir mungkin ada seorang kaya raya yang kebetulan mampir untuk melihat karya mereka di sanggar .

__ADS_1


Tapi kemudian langkahnya terhenti ketika melihat sesuatu didepannya ....


" Kalian ... "


__ADS_2