Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
40


__ADS_3

" Tarik nafas dalam dalam kalau memang masih sangat gugup ! Kau tidak sedang bertaruh nyawa disini ... kau akan menikah . Jadi tak ada yang perlu di khawatirkan ! " kata Gema menepuk pelan punggung Jeronimo yang terlihat sangat gelisah dan gugup . Walau semua keluarga dan saudaranya duduk di belakang dan mendukungnya tapi Jero tetap saja merasa gugup .


" Hei sebentar lagi kau akan unboxing , jadi pasang senyummu dan buang wajah jelekmu itu dude !! Setelah sekian lama senjatamu akan berguna juga " kata Steve yang langsung di sambut tawa saudara lainnya .


" Sudah Steve , bisa bisa dia menangis jika kau terus meledeknya ... " kata Langit sambil tertawa lebar . Dulu Jero yang sering meledek ke empat saudara laki lakinya ketika menikah , dan kini mereka membalasnya dengan tawa penuh kemenangan . Menyenangkan ketika melihat bungsu mereka tampak gugup dan kesal .


Dan sayangnya pengobat rasa gugupnya sedang ' disembunyikan ' oleh ke empat ibunya sebelum ia selesai mengucap sumpah dan akad pernikahan nanti . Lututnya terasa bergetar ketika melihat Abbio sudah datang dan sekarang duduk di depannya , sepertinya acara pengucapan ijab kabul akan segera di mulai .


Janu yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Albert merasa sedikit aneh dengan pria itu . Entah , tapi tatapan psikiater tampan itu terlihat penuh arti ketika melihat Jero yang sedang duduk menjabat tangan calon mertuanya . Tak ada senyum ataupun aura bahagia seperti orang orang yang ada di ruangan ini .


Janu menyenggol siku kakak sulungnya , dan Gema hanya mengangguk tanda ia mengerti . Mungkin hanya Gema dan Janu yang merasa keanehan dari pria itu , dua pria itu berpikir mungkin Albert merasa tersaingi dengan kehadiran Jero yang nota bene lebih segalanya dari sang psikiater . Walau masih muda Jero adalah pengusaha yang sudah diperhitungkan di dunia bisnis .


SAAAHHHHHHHH ...

__ADS_1


Dan akhirnya semua orang yang hadir ditempat itu berteriak dengan kata kata yang sama setelah Jero selesai mengucapkan ijab kabulnya . Empat pilar dan semua putra mereka memeluk memeluk si bungsu dengan rasa bangga .


Dan Jero tertegun ketika melihat gadis yang sudah resmi menjadi istrinya sedang berjalan ke arahnya didampingi empat ibu dan ibu mertuanya , bidadari itu terlihat cantik dengan balutan dress panjang warna putih dengan tutup kepala warna senada .


" Hai ... assalamualaikum bidadari !! "


" Hai juga , walaikumsalam suami ! " lirih dua pengantin yang tampak masih malu malu menatap pasangannya . Tapi sesaat kemudian Jero tak kuasa menahan untuk memeluk wanita halalnya ke dalam rengkuhannya .


" Kau milikku sekarang ... " sahut Jero tak peduli dengan suara suara dari para saudara laki lakinya . Harum tubuh wanita halalnya membuatnya ia ingin segera pergi ke kamar pengantin mereka .


" Selamat Jero ... selamat Odelia akhirnya setelah dia tahun kalian bisa bersatu juga !! Aku ikut bahagia untuk kalian "


Dan suara Albert mampu membuat Jero melepaskan pelukannya , dia dan istrinya tersenyum menyambut ukuran tangan dari Albert dan Olivia yang sudah berdiri di depan mereka . Jero reflek menarik tubuh istrinya ketika Albert ingin memeluk tubuh yang sudah sepenuhnya menjadi miliknya , tidak akan dia ijinkan pria manapun menyentuh Odelia .

__ADS_1


" Sepertinya aku mendapat saudara ipar yang sangat posesif ! Maaf , aku tidak bermaksud kurang ajar . Kau tahu ini hanya pelukan antar saudara saja ... " kata Albert yang kini merengkuh posesif pinggang istrinya sendiri , sungguh ia ingin membuktikan pada semua jika ia pun tak kalah bahagia di banding pengantin baru di depannya .


Odelia mencubit perut rata suaminya karena gemas , padahal.ia sudah menganggap Albert sudah seperti kakak kandungnya sendiri . Selama dua tahun ini Albert sering membantunya jika ia mengalami kesulitan terutama yang menyangkut ijin pamerannya . Kadang Abbio ataupun Anna tidak mengijinkan dia jika bermaksud mengadakan pameran di negara yang terlalu jauh dari Dubay . Albert yang sering meyakinkan pada semua jika ia bisa , ia mampu menangani semua dengan sangat baik .


" Jero sebaiknya kalian ke atas untuk beristirahat , siapkan tenaga kalian karena malam ini adalah resepsi pernikahan kalian ! " ujar Olivia yang langsung membuat sang pengantin pria tersenyum lebar .


" Tentu saja , ayo sayang ... kita harus istirahat !! "


Ketika Jero dan Odelia sudah berjalan naik ke atas Albert terlihat menarik tubuh istrinya mendekat , dan pria itu tampak bicara dengan berbisik .


" Apa kau sengaja membuatku marah sayang !?? "


" Kenapa Kak Albert harus marah ?? Odelia memang sudah menjadi milik Jeronimo ... "

__ADS_1


__ADS_2