
" Elsa bilang ada tamu buat elo di bawah , katanya sih mau nganterin makan siang ! Heran gue sama cewek cewek itu ? Bisa bisanya mereka tergila gila sama gunung es kayak elo " kata Ryota , sang sekretaris tadi memberitahu jika saat ini ada seorang wanita muda ingin mengantar makan siang untuk CEO mereka .
Sudah menjadi hal biasa jika para gadis muda melakukan segala cara untuk bertemu dengan seorang Jeronimo . Dan mungkin siang ini hal itu kembali terjadi . Dan seperti biasa juga Jero tak menanggapi satupun dari mereka .
" Hissshh ... kata Elsa makan siangnya malah ditinggal di meja resepsionis . Cinta banget kayanya sama elo bos ! Elo mau nggak Jer !? "
" Buat elo aja ... habisin sejalan sama kotak makannya ! " dengus Jero karena tanpa bertanya pun Ryota harusnya tahu apa jawabannya .
" Deal ya buat gue ... lumayan jadi nggak nyari makan lagi siang ini !! Kata resepsionis nama gadis itu Odelia ... gila juga , namanya sama kaya kekasih elo itu "
" B*NGSAT !!! Kenapa tidak bilang dari tadi , gue lempar elo ke bawah kalau sampai dia pergi dari sini !!! "
Ryota hanya menggaruk tengkuknya ketika melihat Jero beranjak dari meja dan berlari kalang kabut menuju lift . Pria itu berpikir apakah bosnya terlalu lapar hingga berlari kesetanan hanya gara gara sekotak makan siang .
Tapi sesaat kemudian Ryota juga berlari mengikuti bosnya yang sudah turun ke bawah menggunakan lift . Dia baru ingat cerita bosnya yang kemarin sudah bertemu dengan gadis pujaannya itu karena Odelia mengadakan pameran di kota ini .
__ADS_1
Jero segera berlari ke arah lobi menuju meja resepsionis . Dua wanita cantik yang ada di belakang meja penerima tamu itu langsung menundukkan kepalanya ketika mengetahui CEO perusahaan datang menghampiri mereka .
" Mana dia ??! " ketus Jero dengan tatapan tajam pada dia wanita didepannya .
" Maksud Tuan Jeronimo adalah wanita yang baru saja menitipkan kotak makan siangnya , bukannya kalian bilang namanya Odelia ! " kata Ryota membantu menjelaskan , dia tahu Jero akan membantu buta hingga tak bisa mengontrol perkataannya .
" Gadis itu baru saja pergi Tuan , dan dia juga mengambil kembali kotak makanan yang sempat ia titipkan disini . Tadi sekuriti sudah memastikan dia keluar dari gedung ini "
BRAKKKKK ...
Tapi sayangnya dia tak melihat gadisnya di manapun , sepertinya Odelia memang sudah benar benar pergi . Tak berputus asa Jero berjalan tergesa ke arah gedung galeri seni yang hanya beberapa blok dari gedung kantor miliknya , dia yakin gadis itu pasti kembali ke sana .
" Mau mengejarku Tuan Jero !? "
Jero membalikkan badan ketika mendengar suara gadis yang barusan membuatnya murka pada para pegawainya . Gadis itu ternyata sudah berdiri di belakangnya dengan dua tangan membawa dua bungkusan .
__ADS_1
" Tadi aku membuat roti isi daging dan kentang goreng keju , itu makan siang termudah yang biasanya aku dan teman teman buat untuk mengganjal perut . Tapi sepertinya aku harus berpikir ulang , menu itu pasti tidak cocok untukmu " ujar Lia berjalan mendekat ke arah pria yang sedang menatapnya dengan intens .
" Aku mencarimu ... "
" Tadi aku mampir di kafemu untuk membeli dua cup es kopi ! Dan aku lihat kau malah sudah ada disini . Jangan salahkan para pegawaimu , tadi saking bersemangat aku langsung datang ke kantormu tanpa lebih dulu berganti baju . Kau bisa lihat bukan ? Pantas jika mereka menganggapku gembel yang tersasar " kata Lia sambil tertawa kecil .
Saat ini dia mengenakan kaos tanpa lengan dipadukan jeans pendek dengan hanya mengenakan sendal jepit yang banyak noda catnya . Sebelum memasak makan siang memang dia dan beberapa teman sempat membuat lukisan ornamen yang dipasang untuk hiasan yang dipasang di tangga menuju lantai dua pameran .
" Tapi kau tetap saja sangat cantik "
" Terimakasih pujiannya ! Sekarang kembalilah ke kantor karena aku akan kembali ke galeri "
Jero menarik pinggang ramping gadisnya hingga tubuh mereka tak lagi berjarak . Tapi Odelia tak bisa menghindari situasi itu karena dua tangannya sedang membawa dua bungkusan . Dadanya bahkan bisa merasakan detak jantung dari pria yang sedang mendekapnya erat . Dengan perlahan pria itu berbisik tepat ditelinga gadis yang sudah merona kedua pipinya .
" Tapi kau tak akan bisa pergi karena kau membawa milikku Nona .... "
__ADS_1