
Dua penjaga mansion terkapar dengan bersimbah darah , satu lubang peluru masing masing tepat ada di tengah dahi mereka . Dan pemandangan itu membuat para wanita semakin keras menjerit .
" ltu hanya peringatan kecil dariku !! Sudah aku bilang untuk tetap diam di tempat kalian . Atau memang kalian ingin beradu kecepatan denganku ..... "
SLLAAAPPPP ....
" Aaarrgghhh .... "
Dua pisau langsung melayang menembus dada seorang menjaga yang sepertinya sedang mengangkat senjatanya . Vania tersenyum lebar ketika tahu siapa pelempar pisau yang baru saja menginjakkan kakinya di lantai tiga mansion ini . Sang suami sedang menatapnya tajam dan berjalan ke arahnya .
" My Heart aku merindukanmu ... " ujar Vania lebih dulu memeluk sang suami yang ia tahu pasti sedang kesal padanya . Tadi dia meninggalkan sang suami yang sedang membersihkan diri di kamar mandi setelah pertarungan sengit mereka diranjang . Beruntung waktu itu ia sudah membersihkan diri lebih dulu karena tiba tiba Gema mendapat telpon dari ayahnya , Adam Adipraja .
" Gadis nakal !! Bukankah sudah aku katakan agar jangan pernah pergi sendiri !! "
" Tapi ini darurat , calon istri Jero yang meminta tolong ! Dan aku tidak bisa mengabaikannya " kilah Vania tak mau disalahkan . Dan mereka berdua menoleh ketika mendengar wanita di ruangan itu menjerit sekali lagi .
Mereka melihat Timoty Meyer bersimbah darah dengan sebuah pecahan botol menancap di lehernya . Dan mereka sedikit terkejut melihat Odelia menangkup pundak sebelah kirinya yang penuh darah , rupanya Tom memanfaatkan kelengahan Lia dengan mencoba membalikkan keadaan dengan mengarahkan pecahan botol pada Lia . Tapi bungsu dari Abbio Al Shamma itu ternyata sangat sigap hingga botol itu kemudian menancap ke leher Tom .
__ADS_1
" Lia .... " Vania segera berlari.ke arah Lia yang masih berdiri kokoh . Tak sedikitpun terlihat rasa sakit di raut wajah cantik itu . Pundak kirinya tergores pecahan botol cukup dalam .
" Aku tidak apa apa .... " lirih Lia semakin menekan luka di pundaknya untuk menghentikan pendarahan . Dan dua mata gadis cantik itu teralih ketika terdengar suara dari arah tangga .
" Oh God ... sayang !! "
Jeronimo langsung berlari ke arah Odelia yang terlihat sedang di papah oleh Vania , tanpa aba aba pria itu langsung membopong tubuh Lia . Jero ingin membawa Lia ke rumah sakit , dia tahu benar jika luka yang dialami gadisnya cukup parah .
" Aku serahkan semua padamu Kak !! Aku bawa Lia kerumah sakit !! " ujar Jero pada Gema yang mengacungkan satu ibu jarinya . Semua orangnya memang masih sweeping semua penjaga atau antek antek dari Timoty Meyer .
" Hissshhhh ... jangan lebay Kak !! Aku tidak apa apa " gerutu Lia yang melihat Jero kesetanan berlari membawanya menuju rumah sakit , walau begitu hatinya berbunga bunga karena pria itu sedang menunjukkan cintanya saat ini .
Ketika sampai di dalam mobil pun Jero masih saja memangku tubuhnya hingga wajah mereka tak lagi berjarak .
SRREEKKK ...
" Aaaaaa ... Kak !! " pekik Lia ketika Jero merobek baju di area pundak kirinya yang sudah basah oleh darah .
__ADS_1
" Aku akan bertanggung jawab sayang !! Aku hanya ingin melihat lukanya ... "
" Tanggung jawab ? "
" Aku sudah kurang ajar , dan aku akan bertanggung jawab dengan menikahimu !! Sekarang tahan sedikit akan aku bersihkan lukanya " sahut Jero .
" Bukannya Kak Jero sendiri yang bilang jika kita memang akan menikah satu minggu lagi !? "
" Baiklah jika kau memaksa ... "
" Ckk !! "
Jero meletakkan tubuh Lia kesampingnya dan membuka kaos yang ia kenakan . Ia sobek kaos yang dikenakannya memanjang dan kemudian digunakan untuk membebat luka Lia setelah membersihkannya dengan air mineral yang ada di dalam mobil . Dia membebat luka itu untuk menghentikan pendarahannya .
" Banyak sisi dari diriku yang belum kak Jero ketahui ! Apa setelah kejadian ini masih yakin untuk menikahiku !? "
" Aku semakin tergila gila padamu jadi tak ada alasan untuk menunda pernikahan kita " jawan Jero dengan mantap .
__ADS_1