Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
46


__ADS_3

Jero benar benar memenuhi janjinya , dengan telaten ia memijit pundak dan punggung istrinya yang saat ini duduk didepannya . Mereka sedang berendam air hangat di dalam bath up setelah melalui drama cukup panjang karena Lia masih belum terbiasa untuk mandi bersama .


" Sudah enakan ?! "


" He em terimakasih , seharusnya Kak Jero tidak usah melakukan ini . Kakak pasti juga capek setelah acara hari ini " lirih Lia sambil memejamkan matanya karena dua tangan suaminya perlahan merambah area perut depannya . Dan semakin ke atas hingga dua tangan itu meremas lembut dua bukit yang sudah tak mengenakan penyangganya .


Tanpa Odelia sadar tubuhnya sudah bersandar penuh pada sang suami karena tak kuasa lagi menahan sentuhan sentuhan yang membuatnya seperti melayang ke awang awang . Dengan nakalnya tangan kekar itu kadang meremasnya , tapi kadang bermain dengan pucuk kemerahan yang terasa mulai mengeras .


" Aaaakkhhhh.... Kak !! "


Dan suara suara indah istrinya malah membuat Jero semakin bersemangat memberikan sensasi yang juga baru kali ini dia rasakan . Hingga tak terasa bibir dan lidah mereka sudah saling bertaut , cecapan dan hisapan awalnya lembut kemudian perlahan menggila .


Odelia merasakan seluruh tubuhnya memanas , ada sisi dimana ia ingin sang suami berhenti karena sungguh semua rasa itu membuat dia kehilangan nalarnya . Harusnya ia menutup dua kakinya ketika satu tangan suaminya semakin ke bawah . Tapi nyatanya ia semakin pasrah dan malah membuka lebar seakan memberikan akses agar tangan itu lebih mudah menjangkau apa yang akan diraihnya .


Dan tubuhnya melengkung bagai busur ketika dengan lembut jemari sang suami bermain pada inti tubuhnya . Permainan yang di akhiri dengan jerit manja dan gigitan pada pergelangan tangan suaminya . Gigitan cukup keras karena ia sudah tidak bisa lagi menahan gulungan rasa yang bertubi tubi diberikan pria halalnya .

__ADS_1


Jero membiarkan istrinya mengatur nafas yang terlihat masih sangat tersengal , diciuminya pucuk kepala Lia agar lebih cepat rileks setelah pelepasan pertamanya . Walau sebenarnya ia juga sedang sekuat tenaga untuk bertindak ' liar ' malam ini . Jero ingin malam ini berkesan untuk istrinya , sebisa mungkin ia akan memperlakukan sangat lembut wanitanya .


" Sebaiknya kita bilas tubuh kita dulu sayang , sudah lama kita berendam ... "


" Kakak yang membuatnya menjadi lama ! " gerutu Lia yang langsung membuat suaminya tertawa .


Wajah cantik itu berpaling ketika tak sengaja melihat sesuatu menjulang dengan kokoh begitu kuat di bawah sana . Hanya dengan melihatnya saja seluruh bulu kuduknya meremang sempurna . Tak bisa ia bayangkan jika sesuatu yang tak bisa dikatakan kecil itu ....


" Ehhh .. sabun !? " gumam Lia karena merasa tiba tiba ada sabun ditangannya . Baru ia menyadari jika mereka sudah ada di bawah shower untuk membilas tubuh mereka .


" Apa yang kupikirkan gadis nakal ??! Sekarang gosok punggungku dan jangan buang pandanganmu seperti tadi . Bukankah sudah aku katakan jika aku adalah milikmu seutuhnya ?? Kau boleh melakukan apapun atas diriku , termasuk jika kau kau penasaran padanya dan ingin menyentuhnya ! " kata Jero dengan arah pandangan pada miliknya yang masih saja berdiri tegak .


BLUUSSHHHH....


Ternyata suaminya bisa membaca apa yang ada di otaknya karena baru saja ia membayangkan bagaimana bisa benda sebesar itu bisa menerobos di ruang sempit yang ukurannya pasti jauh dan jauh lebih kecil . Lia wanita dewasa , tapi ini tetap saja adalah pengalaman pertamanya . Ada rasa takut sekaligus penasaran di hatinya .

__ADS_1


Perlahan Lia mulai menggosok punggung suaminya ketika tubuh itu sudah berbalik memunggunginya . Gadis itu menggeleng gelengkan kepalanya sendiri untuk mengusir pikiran kotornya karena demi apapun , tangannya bergetar ketika merasakan betapa liat dan kerasnya punggung sang suami . Apalagi ketika melihat semakin ke bawah , dua bongkahan liat tapi kenyal sepertinya sangat menggambarkan betapa gagah sang pemiliknya .


" Cukup acara bilasnya sayang , kau membuatku menahannya cukup lama ! "


" Kak ... "


Odelia hanya pasrah dan mengalungkan dia tangannya di leher sang suami ketika tubuhnya di bopong menuju ranjang mereka . Sudah saatnya cinta mereka melebur menjadi satu .


" Apa kau keberatan jika aku mengambil hakku sekarang ?! "


" Bagaimana jika aku jawab tid... "


Belum menyelesaikan perkataannya terdengar Jero sudah menyahutnya dengan tegas .


" Aku sedikit memaksa sayang .... "

__ADS_1


" ltu yang membuatku semakin mencintaimu , pria pemaksa ! " .


__ADS_2