Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
55


__ADS_3

Jero menunggu istrinya yang sedang membersihkan diri di kamar mandi . Jika saja tidak ada kejadian tadi maka saat ini pasti dia akan menerobos masuk dan melalui satu atau dua sesi panas bersama istrinya . Walau tidak marah tapi ia tahu pasti Odelia sempat kecewa kepadanya . Melihat suaminya dipeluk oleh wanita lain itu pasti sangat menyakitkan karena begitu pun dirinya . Dia tidak akan mengijinkan siapapun menyentuh wanita halalnya .


CEKLEEKKK ....


Berkali kali ia harus kesulitan menelan saliva karena sang istri keluar dari kamar mandi hanya mengenakan bathrobe yang panjangnya hanya dua jengkal di atas lututnya . Jero yakin tak ada selembar kain pun di balik jubah mandi istrinya . Otak kotornya mulai traveling ketika melihat paha yang terekspose sempurna itu .


Bau wangi sabun yang menguar pun menambah bayangan fantasi fantasi liarnya tentang tubuh sintal itu . Dia melihat istrinya duduk di depan meja rias dan mengoles butter ke seluruh tubuhnya . Entah dia yang sudah gila atau memang matanya salah melihat , tapi semua gerakan tangan sang istri ketika menyentuh kulitnya terasa sangat seksi untuknya . Jero ingin kembali menguasai tubuh sintal itu di bawah kungkungannya .


Masih segar dalam ingatannya bagaimana semalam mereka menghabiskan malam bersama . Setiap sudut kamar ini menjadi saksi bagaimana mereka saling mencurahkan cinta mereka . Malam pertama yang akan ia ingat seumur hidupnya , malam dimana istri tercinta menyerahkan diri seutuhnya .


" Sayang apa kau masih marah ? Aku bersumpah apa yang kau lihat bukanlah seperti kenyataannya . Aku bahkan tidak tahu jika Olivia yang .... "


" Kak , cukup .... "


Odelia beranjak dari kursi dan berjalan perlahan menuju ranjang dimana sang suami sedang duduk bersandar dengan tatapan penuh kerinduan padanya .

__ADS_1


" Apa kau tidak percaya padaku !? "


Jero sedikit terkejut dengan pertanyaan istrinya karena seharusnya pertanyaan itu ditanyakan olehnya . Tidak ada kebencian disana , hanya ada senyum tulus dan cinta yang bisa ia lihat di mata bening istrinya .


" Cintaku tidak selemah itu Kak ! Dua tahun terpisah denganmu adalah bukti jika kau sangat mencintaiku ! Kau menepati janjimu walau aku tahu kau pasti merindukan aku " dipeluknya tubuh kekar itu dan disentuhnya satu persatu bagian wajah suaminya . Dua alis hitam yang membingkai dua mata hitam setajam elang , hidung mancung dengan nafas hangat yang selalu membuatnya merasa damai , dan bibir yang sering kali membuatnya terasa terbang di awan biru .


" Jika kau sudah bisa menepati janjimu maka cintaku akan tetap bertahan untukmu ! Maaf jika tadi aku sempat cemburu karena ada wanita lain menyentuh milikku . Kak Via memang sangat penakut , mungkin tadi ia memelukmu karena mengira kau adalah Kak Albert ... "


" Sebelum aku melangkah ke lantai atas aku bertemu dengan dua pria yang aku yakin juga sudah bertemu dengan Via . Mereka berjalan dari arah yang sama , jadi tidak mungkin Via tidak melihat mereka . Kenapa Via tidak minta tolong pada mereka saja ?? Kenapa harus aku !? Ckk ... aku yakin Albert masih salah paham padaku "


Jero mengangguk pelan , ia mengeratkan rengkuhan pada wanita yang bersandar di dadanya . Odelia pasti akan bertanya hal yang sangat penting karena ia mendengar sedikit ada ' nada ' ancaman didalamnya .


" Apa aku cantik !?? "


" Hahh !!?? Apa sayang !? " gugup Jero takut jika telinganya salah mendengar , pria itu takut naluri laki lakinya sudah menyumbat telinganya hingga ia merasa salah mendengar pertanyaan istrinya .

__ADS_1


" Ckk masa tidak dengar sih Kak ! Kita sudah sedekat ini .... Apa menurutmu aku adalah wanita yang cantik Tuan Jeronimo !? " ujar Odelia mencubit pelan perut sang suami yang terbalut kaos rumahan berwarna putih . Jari jarinya mulai menyusup di balik kaos untuk menyentuh setiap pahatan sempurna yang ada di dalamnya . Wanita itu tertawa kecil melihat Jero malah memejamkan matanya dengan sedikit menggeram . Sekali lagi pria itu tidak mendengar pertanyaannya .


" Sayaaanngggg ... kenapa kau jadi nakal sekali !! " lirih Jero yang merasakan satu tangan Lia malah sudah menyusup ke bawah dan membelai sesuatu yang sedari tadi sudah mengeras sempurna .


Segera dia merebahkan tubuh istrinya dan membuka kaos yang dipakainya , tapi sebelum berhasil membuka tali bathrobe yang sudah mengendur itu tangan Lia menahannya .


" Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku Tuan ... "


" Kau adalah pemilik hidupku , kau adalah bidadariku ! Jadi jika kau bertanya apa kau wanita yang cantik maka jawabannya adalah kau wanita tercantik untukku . Untuk sepuluh atau bahkan seratus tahun ke depan kau akan menjadi yang tercantik ... "


" Gombal .... arrgghhhhh Kak !! Pelan pelan ! "


" Sudah keras banget dari tadi sayang ... "


Jero tak peduli lagi , dia meraih apapun yang bisa ia raih . Dan malam ini kembali mereka meraih kenikmatan hakiki dari cinta mereka . Jero merasa beruntung dan sangat bersyukur karena bisa mendapat seorang istri sebaik Odelia . Dia berjanji akan mencintai dan menjaga wanitanya dengan hidupnya .

__ADS_1


__ADS_2