
" Bos sedang ada meeting di luar bersama kliennya , mungkin kau bisa menemuinya nanti setelah jam makan siang "
Ryota terpaksa berbohong ketika Anandara datang ke kantor Jero untuk mengajak makan siang . Tadi pagi dia sengaja pergi ke spa sebelum menemui Jero , Dara ingin terlihat istimewa ketika bertemu dengan salah satu pangeran Adipraja itu .
" Jika tidak keberatan aku bisa menemanimu makan siang di bawah Nona , kita bisa sekalian membicarakan tentang pekerjaan " kata Ryota yang tahu jika gadis di depannya sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Jero .
" Ehhmm tidak terimakasih , kemarin kau sudah menjelaskan semuanya dan aku sudah sedikit mengerti . Aku ke galeri saja kalau begitu ... "
Dengan langkah gontai Dara meninggalkan kantor milik Jero , mungkin pria itu memang sedang sangat sibuk hari ini . Padahal ia ingin mempunyai waktu berdua bersama Jero sebelum kepulangannya besok .
" Aku antar Nona ! Tidak baik jika gadis secantik dirimu berjalan sendirian di jalanan kota ini "
Dara membiarkan tangan kanan Jero itu mengikuti langkahnya , mungkin lebih baik setidaknya dia ada teman mengobrol sebelum sampai ke galeri Odelia hanya beberapa blok dari gedung perkantoran ini .
Beberapa menit berjalan keluar area perkantoran Dara harus di buat terpaku ketika melihat dua orang yang sangat ia kenal sedang duduk di bawah rindangnya pohon sebuah taman . Walau duduk mereka berjarak tapi Dara bisa melihat tatapan mesra keduanya .
Ada sedikit kecewa di hatinya ketika pangeran yang dia harapkan bisa menjadi pendampingnya menatap mesra wanita lain . Tapi Dara sadar dia tidak bisa memaksakan kehendak hatinya pada orang lain .
__ADS_1
" Mereka terpisah dua tahun untuk bisa seperti itu .... "
" Apa ?? "
" Bukankah kau sedang melihat sepasang muda yang kasmaran itu ? Duduk dengan satu cangkir kopi panas mungkin akan bisa menemani kita bicara " ujar Ryota yang tahu bagaimana perasaan Dara , gadis itu pasti sedang kecewa karena dia tahu dari awal Anandara sudah memandang kagum bungsu dari generasi kedua Adipraja itu .
" Tunggu sebentar disini , aku akan mengambil mobil . Aku tahu tempat yang nyaman untuk berbicara ! "
Setelah mengambil mobil Ryota melajukan mobilnya ke sebuah restoran Jepang yang ada dipinggiran kota . Ryota sengaja menjauhi hiruk pikuk pusat kota agar bisa leluasa bicara dengan gadis cantik yang akan menjadi brand ambassador perusahaan tempatnya bekerja .
" Kau suka suasananya ?? "
" Kau ingin makan apa Nona ? "
" Sajikan apapun yang ada di buku menu ini kecuali yang berbahan mie , aku ingin mencoba semuanya ! "
Jawaban itu sontak membuat terkejut dua pria yang ada di dekatnya . Ryota maupun sang pelayan mengerutkan dahinya tak percaya jika gadis cantik bertubuh ramping itu ternyata mempunyai selera makan yang begitu besar .
__ADS_1
" Kenapa kau memandangku seperti itu ? Aku ingin mencoba semuanya karena aku belum pernah sekalipun makan menu seperti ini . Apa itu aneh !? "
" Kau belum pernah ke restoran Jepang sebelumnya !? " tanya Ryota tak percaya .
" Hisshh tidak usah di bahas , bukankah kita akan membahas soal lain ??! Teruskan saja ceritamu tadi soal penantian Jeronimo selama dua tahun " kata Dara , jika dia mengatakan jika dia di larang makan makanan mentah pasti pria didepannya akan langsung mengajaknya pergi ke restoran lain .
" Ya ... ya ... akan aku teruskan ceritanya ! Dulu Jero pernah mencintai seorang gadis . Dia mengira jika gadis yang ia cintai adalah gadis yang selama ini ada di pikirannya . Tapi nyatanya dia salah , karena ternyata gadis yang ia cintai adalah gadis yang menjadi kembaran gadis yang ada dalam pikirannya . Maksudku ... "
" Apa maksudmu Jero dulu mencintai Olivia tapi ternyata dia salah karena sebenarnya mencintai Odelia ?! "
" Yap ... kau benar , tapi dia membuat kesalahan besar karena sudah menyakiti Odelia . Dan ketika Jero sadar atas kesalahannya semuanya sudah terlambat karena Odelia meminta waktu dua tahun agar masing masing dari mereka bisa bersikap dewasa . Dan kau bisa lihat sendiri tadi , dua tahun sudah mereka lewati ! Dan kau tahu apa yang lucu ?? Sampai sekarang pun mereka belum terikat komitmen apapun , mereka belum pacaran .... "
Dara menghembuskan nafasnya berkali kali ketika mendengar itu semua . Ada rasa tidak enak pada Odelia karena kemarin ia sempat mengatakan ketertarikannya pada Jeronimo . Tapi senyumnya mengembang ketika beberapa pelayan mulai berdatangan untuk menyajikan makanan yang ia pesan . Bahkan dua orang pelayan menambahkan satu meja karena banyaknya makanan yang mereka sajikan .
" Kau yakin bisa menghabiskan ini semua ?? "
" Tidak , aku hanya ingin mencicipi ... kau yang menghabiskan ! "
__ADS_1
" Hahhh ???!! "