Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
45


__ADS_3

" Bawa istrimu ke atas , dia pasti sudah sangat lelah " kata Jasmine pada putranya karena melihat raut lelah pada wajah menantunya . Dia tahu Lia diam walaupun lelah karena masih gugup menghadapi malam pertamanya .


" Tapi Mom tamunya masih .... "


" Kami yang akan menanganinya ! " sahut Aira yang ternyata juga datang mendekat . Dan senyum dua wanita cantik itu mengembang ketika Jero dengan bersemangat menanggapi kata kata mereka .


" lbu dan Mommy benar , kita harus cepat ke atas lagipula hari sudah larut . Aku tidak ingin kau sakit karena terlalu lelah . Perlu aku gendong untuk ke atas tuan putri ?! "


" Issshhhh Kak Jero !! Malu ... "


Jasmine dan Aira hanya geleng geleng kepala ketika melihat tingkah pengantin baru yang sudah melangkah pergi menuju kamar mereka yang sudah disiapkan di lantai teratas gedung . Mereka bahagia karena akhirnya semua putra mereka sudah mempunyai teman hidup .

__ADS_1


" Seperti baru kemarin kita menggendong mereka ya Kak ! "


Sementara Jero yang sudah meninggalkan aula dan masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai atas langsung membopong tubuh istrinya . Tak ia pedulikan jeritan tertahan Lia dan cubitan cubitan kecil di lengannya .


" Kak turunih ihhhh ! Malu kalau ada yang lihat !! "


" Malu kenapa ? Aku gendong istriku sendiri lagipula lift ini adalah lift khusus untukku ! Jadi hanya aku yang akan ada disini " ujar Jero karena lift ini adalah lift yang di buat khusus untuknya . Lift yang dia gunakan menuju kamar pribadinya di lantai atas .


" Kau lihat itu ?? Akhirnya kita bisa bersatu dalam ikatan suci ini . Dua tahun aku menunggu untuk ini , menjadi milikmu ... sekaligus pemilikmu ! Kadang aku tidak yakin jika sudah pantas bersanding denganmu . Terimakasih sudah mau menerimaku , terimakasih sudah mau menungguku ! Aku tahu pasti banyak kumbang yang mendekatimu dan mungkin lebih baik dariku ... "


Odelia membalikkan badan dan membawa dua tangan Jero menyentuh kedua pipinya setelah tadi sempat mengecupnya satu persatu . Gadis cantik itu memejamkan matanya seolah menikmati sentuhan lembut sang suami yang membelai kedua pipinya . Hingga matanya terbuka karena merasakan sapuan hangat nafas Jero membelai leher dan tengkuknya .

__ADS_1


" Kau yang terbaik untukku , walau kau tidak bisa menepati janjimu untuk bisa melihatku dengan mata tertutup ... Aaarrgghh !! " Lia tertawa dan menjerit kecil ketika tiba tiba Jero menggigit leher belakangnya dengan gemas .


" Jangan ingatkan aku dengan kebodohanku dulu sayang , bukankah aku sudah minta maaf untuk itu " gumam Jero , rasa bersalah itu masih ada walau sudah dua tahun berlalu . Dulu ia sempat mengira jika gadis pemilik hatinya adalah Olivia , tanpa ia tahu jika jika janjinya ia berikan pada Odelia .


Walau begitu Lia tak pernah sekalipun membencinya , bahkan gadis itu selalu berusaha membuatnya dekat dengan gadis yang ia kira adalah kekasihnya .


" Maaf , tapi aku anggap itu adalah sebuah kesalahan terindah yang kau lakukan . Jika kau tidak melakukannya maka mungkin kau tidak akan pernah tahu bahwa aku mencintaimu dan kau mencintaiku . Mungkin cintaku akan selamanya bertepuk sebelah tangan ! Dan sekarang aku bahagia karena sudah menjadi Nyonya Jero , dan sekarang wanita ini akan meminta tolong untuk melepaskan pelukanmu . Badanku berkeringat dan bau ... Aku ingin mandi !! "


" Segera Nyonya ... Aku bisa sambil memijit kaki dan punggungmu karena aku yakin heels tujuh centimeter itu sudah membuat kaki dan pinggangmu pegal ! " ujar Jero dengan cekatan membuka gaun yang dikenakan istrinya . Dan Lia membiarkannya karena mungkin ini saatnya dia menjadi milik sang suami seutuhnya .


" Ckk modus !! "

__ADS_1


__ADS_2