Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
61


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu ...


" Kau mau kemana !? " tanya Albert pada istrinya yang sudah mengenakan gaun putih bertali satu dengan panjang selutut dengan belahan yang cukup mengekspose kulit pahanya . Gaun yang sama seperti yang Elda kenakan karena mereka adalah dua pengiring yang akan menemani pengantin wanita .


" Tentu saja ke sanggar , aku akan menemani Lia malam ini ! Aku dan Elda akan menjadi pagar ayunya " sahut Lia yang tak begitu peduli suaminya akan pergi atau tidak ke acara perayaan di sanggar . Wanita itu terlihat menyambar tas tangan branded yang ada di atas meja riasnya , tas tangan berwarna putih tulang yang terbuat dari kulit buaya dengan harga fastastis yang merupakan hadiah dari Safa Al Shamma .


" Dengan dandanan seperti itu !? "


" Memang ada yang salah dengan penampilanku !? " panik Via langsung berlari kecil kembali ke meja riasnya , diamatinya riasan wajah dan baju yang dikenakannya . Wanita itu bahkan memutar tubuhnya untuk memastikan semua baik baik saja .

__ADS_1


" Aku bukan pakar kecantikan tapi hanya dengan sekali melihatmu aku yakin jika kau adalah wanita yang biasa disewa pria hidung belang !! Semua terlalu berlebihan ! " kata Albert yang melihat riasan sang istri yang tidak seperti biasanya , terlalu tebal dan terlalu berani main warna . Dan itu membuat penampilan Via menjadi aneh .


" Kau pikir dengan berdandan berlebihan seperti itu kau akan lebih menonjol dari pengantin wanita ? Kau pikir Jero akan menyesal dengan pilihannya dan berubah pikiran untuk memilihmu !? Pemikiran yang terlalu naif , sampai kapan pun Odelia akan menjadi ratu di hati semua orang . Hatimu yang picik dan serakah hanya akan membuatmu semakin berwajah iblis ! Jero tidak buta untuk bisa melihatnya ! "


Albert menahan satu tangan istrinya yang nekad ingin melangkah pergi , ia hanya tidak ingin acara Jero dan Lia akan kacau gara gara istrinya . Walau terlihat pendiam tapi pria itu tahu istrinya bisa melakukan sesuatu yang tak terduga hanya untuk mendapat apa yang di inginkannya .


" Lepas .... " geram Via dengan tatapan tajam pada suaminya , semakin kuat ia ingin melepas genggaman tangan sang suami maka semakin erat tangan itu mencengkeramnya hingga ia meringis kesakitan . Satu tetes air mata jatuh di kedua pipinya yang malam ini ia beri blush on warna merah muda .


" Kau tidak pernah mencintai hidupmu sendiri , itu yang membuatmu selalu hidup tersiksa . Kau mempunyai dua orang tua yang sangat menyayangimu ! Mereka yakin jika suatu saat cinta akan mengalahkan semua dengki di hatimu .... "

__ADS_1


" Apa maksud Kak Albert !!? "


Psikiater tampan itu terpaku , sepertinya mulutnya sudah terlalu jauh berbicara . Ada janji yang harus ia jaga . Dan ia sudah memberikan janjinya untuk bisa mengubah sang istri baik cepat atau lambat .


" Maksudku kau dan Odelia beruntung karena memiliki Daddy Abbio dan Mommy Anna . Mereka sangat menyayangi kalian tanpa sedikitpun membedakan . Apapun mereka lakukan hanya agar dia putrinya hidup bahagia ! "


" Cihhh ... mereka hanya bisa memberikan neraka padaku . Bertahun tahun mereka mengurungku di rumah ! Mereka jadikan aku seperti seorang tahanan yang tak pernah merasakan udara segar sekalipun !! "


Albert tak menanggapinya karena semakin ia berdebat makan Via semakin tak bisa dikendalikan . Setelah mengunci pintu kamar Albert masuk ke dalam kamar mandi untuk mengguyur kepalanya yang terasa panas . Dia tinggalkan Via yang masih luruh di lantai . Yang terpenting baginya adalah malam ini istrinya tidak mengganggu acara penting yang sedang digelar di sanggar .

__ADS_1


Selesai membersihkan diri Albert keluar dari kamar mandi , ia mengira mungkin istrinya sudah tertidur. Tapi matanya memicing ketika tak melihat siapapun di ruangan ini , dan pintu balkon kamarnya terbuka ...


" Jangan jangan ..... "


__ADS_2