
" Hei nona nona ! Kalian berada di tempat yang sangat tepat jika ingin punya pekerjaan dan kabar bagusnya adalah kalian bisa memulai sekarang juga , anggap saja ini adalah pemanasan untuk training kerja ! Kami sedang ada pertemuan di lantai atas , kalian bisa membawa minuman atau makanan kecil kesana ! " seorang pria menyambut mereka diruangan yang sepertinya adalah sebuah kantor .
" Ok , antar kami kesana ! Kami akan melakukan yang terbaik agar kalian puas " sahut Odelia yang tak sabar untuk bertemu dengan pimpinan orang orang jahat itu .
" Tapi sebelumnya kalian harus berganti baju , ada maid yang nanti akan mengurus pakaian kalian !! "
" TIDAKKK !! " tukas Vania dan Lia hampir bersamaan , mereka bisa membayangkan pakaian seperti apa yang akan diberikan .
" Maksudnya kami belum resmi bekerja , bukannya anda sendiri yang mengatakan jika malam ini kami sedang mencoba pekerjaan itu . Kami rasa pakaian kami cukup pantas untuk di pakai bekerja ... "
Karena tak ingin lagi membuang waktu pria itu kemudian memberikan isyarat pada pria pria yang ada di pintu untuk menggiring dua wanita cantik itu ke lantai atas tempat pesta sedang berlangsung . Sudah ia bayangkan jika pasti setelah ini akan mendapat bonus besar karena sudah memberikan dua jackpot sekaligus .
Odelia dan Vania mengepalkan dua tangan mereka ketika melewati kamar kamar yang mereka tahu aktivitas apa yang ada di dalamnya . Karena samar terdengar jeritan wanita dan tawa menjijikkan para pria . Mereka berusaha keras menahan kemarahan karena yang mereka inginkan adalah memberantas langsung para pimpinan yang sedang berpesta di lantai atas .
Seorang wanita dengan seragam maid menghampiri dan memberikan satu nampan berisi botol minuman pada Odelia . Kemudian memberikan satu nampan lagi berisi beberapa serbuk putih yang di bungkus plastik plastik kecil dengan alat penghisapnya , Vania sangat tahu dengan apa yang sedang di bawanya .
Sampai di lantai tiga mereka disambut dengan pandangan lapar dari pria pria yang ada di ruangan itu . Walau masing masing dari mereka sudah dilayani oleh satu wanita seksi tapi sepertinya kecantikan Vania dan Odelia adalah magnet kuat yang tak bisa dihindari .
__ADS_1
" Mereka sangat cantik , aku akan membayar berapapun untuk mendapatkan salah satu dari mereka !! "
" Dua duanya adalah milikku !! Tuan Tom aku akan membayar berapapun untuk mereka !! "
Hampir semua pria berteriak agar bisa memiliki dua gadis yang baru saja masuk keruangan itu . Bahkan ada salah satu dari mereka mendorong kuat wanita pelayan yang ada disampingnya agar pergi menjauh , pria itu hanya ingin dilayani oleh pelayan baru yang baru saja datang .
Vania dan Odelia mengangguk pelan karena sudah tahu keberadaan pria yang mereka incar , Timoty Meyer tepat duduk selurusan di depan mereka .
" Kami orang baru , maaf tapi kami diminta untuk menyajikan ini untuk Tuan Tom !! " ujar Lia segera berjalan ke arah pria tua yang sedang melihatnya dengan senyum di bibirnya . Vania sengaja tetap berdiri di tempatnya karena sangat tahu adegan apa yang akan terjadi selanjutnya .
Odelia terlihat meletakkan nampan berisi botol minuman di atas meja yang tepat ada di depan Tom . Dengan sangat ramah Lia menawarkan minuman yang tadi dibawanya .
" Tentu saja cantik ! Setelah itu duduklah dipangkuanku , jangan khawatir kau akan mendapatkan semua yang kau minta asal kau bisa membuatku senang .... " girang Tom melihat mangsa sempurna dengan kecantikan seperti dewi didepannya .
" lni Tuan .... " Odelia memberikan satu botol minuman yang sudah ia buka tutupnya dan ...
PRRAANNGGG ....
__ADS_1
" Aaarrgghhhh ... !! "
Odelia mengayunkan dengan keras botol yang ada ditangannya tepat di kepala Timoty Meyer hingga darah berkucur deras . Para pria di ruangan itu langsung berdiri , begitupun dengan para penjaga yang ada di ruangan itu . Tapi mereka tak bisa berkutik karena Lia mengunci gerakan Tom dengan mengarahkan pecahan botol dalam genggamannya tepat di leher pria itu .
" ****** ... apa yang kau lakukan !! Kau pikir bisa keluar hidup hidup dari tempat ini setelah ini semua ??! " salah satu pria mencoba menakuti Lia , tapi sesaat setelah ia bicara ....
BUGGHHHHH....
Satu tendangan dari Vania langsung membuat pria itu pingsan seketika . Dan semua wanita diruangan itu langsung menjerit bersamaan .
" Kami wanita tidak suka dengan pria yang banyak bicara !! Salah bertindak aku pastikan temanku akan langsung menancapkan botol itu ke leher pimpinan kalian " ujar Vania yang melihat pergerakan para penjaga .
" Girls ... geledah pria yang ada di dekat kalian , dan lempar apapun yang bisa membahayakan kalian disini !! " tunjuk Vania tepat di bawah kakinya , tapi wanita wanita itu masih sangat ketakutan hingga tak satupun dari mereka yang bergerak . Mungkin mereka berpikir dua gadis muda tidak akan sanggup melawan seluruh pria yang ada di mansion ini .
" Apa kalian terlalu menikmati neraka ini hingga kalian tidak mendengarkan aku ?? BANGUN!!!! Jadilah malaikat maut untuk manusia manusia yang membuat kalian bahkan tak mau untuk hidup lagi di dunia ini !! Kalian wanita kuat !! " pekik Odelia yang langsung membuat para wanita perlahan bergerak menggeledah pria yang berada di dekat mereka .
Tapi mereka kembali menjerit ketika Vania melepas dua tembakan ke arah belakang karena diam diam penjaga mengarahkan senjata ke arahnya . Senjata itu diam diam dia dapat dari pria pria yang mengantar mereka ke dalam mansion tadi .
__ADS_1
DOORRRR ... DOOORRRRR