
" lkuti kami Nona Nona ... lni bukan daerah yang menyenangkan untuk berjalan jalan !! "
Ke empat gadis itu terkejut ketika dua orang pria bertubuh besar berpakaian safari ada di depan mereka . Elda bernafas lega karena mengenali salah satu dari mereka yang merupakan penjaga sahabatnya . Tentu saja dia tak mengenal satunya karena pria itu adalah penjaga terbaik milik bungsu Adipraja . Para penjaga dari dua keluarga bekerjasama untuk menemukan gadis gadis itu .
Satu persatu para gadis itu keluar dengan tetap di awasi oleh para penjaga yang tersebar di berbagai titik dengan menyamar sebagai warga yang tinggal di sekitaran tempat itu . Sampai di ujung jalan yang jaraknya sudah lumayan jauh empat gadis itu sudah ditunggu sebuah mobil yang akan membawa mereka kembali ke galeri .
" Silahkan masuk , Nona Muda sudah menunggu kalian ! "
" B-baik .... " ke empat gadis itu masuk ke dalam mobil dengan sedikit ketakutan karena para penjaga Adipraja yang sedikit ketus pada mereka . Dengan kecepatan penuh mereka melaju meninggalkan tempat itu , terlihat dua mobil sedan berwarna hitam mengawal mobil yang mereka tumpangi .
Sampai ditempat tujuan ke empat gadis itu saling memandang karena Lia dan Jeronimo sudah berdiri di pintu masuk galeri dengan dua tangan ada dipinggang mereka . Elda tahu jika sepasang manusia itu sedang khawatir bercampur kesal pada mereka . Dan itu sangat wajar karena dia dan teman temannya sudah membuat semua orang khawatir .
__ADS_1
" Oh God Elda , kenapa ceroboh sekali ? Bukannya kau sudah tahu aturan komunitas jika harus ijin jika kalian ingin pergi ? Kalian membuat kami sangat khawatir !! " kata Lia menyambut empat temannya dengan pelukan walau sebenarnya sedikit kesal pada ulah mereka .
Dia adalah putri yang di ajar langsung oleh putra sulung Al Shamma atau ayahnya sendiri . Jadi Lia tahu apa yang sedang dihadapinya dari para penjaganya . Seperti juga Adipraja , Al Shamma tidak akan menyentuh orang orang yang tidak mengganggu mereka .
" Riry ingin bertemu dengan pria yang kemarin menawari kita pekerjaan , dia bilang butuh pekerjaan itu agar bisa membiayai adik adiknya " jelas Elda yang membuat Lia menatap satu teman dengan wajah oriental itu .
" Kenapa tidak mengatakan itu padaku !? " tanya Lia .
Tapi suara Jero akhirnya membuat empat gadis itu terdiam .
" Semua anggota komunitas wanita besok harus berkemas dan kembali ke Dubay , sedang anggota pria akan meneruskan pameran ini hingga selesai enam hari ke depan . lni untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan .... "
__ADS_1
Bukan tanpa sebab Jero melakukan hal itu , dia tahu jika sebagian besar anggota komunitas mungkin saja sudah menjadi daftar target para germo kalangan jet set yang jaringannya tertutup rapi karena di dukung oleh orang orang yang berkuasa . Jero berpikir lebih baik mencegah daripada mereka harus benar benar jatuh ke tangan para penjahat itu .
" Ya , Kak Jero benar ... lebih baik jika mereka pulang ! '
" Termasuk dirimu sayang , terlalu beresiko jika kau masih ada di sini " kata Jero dengan mencubit sayang ujung hidung calon istrinya . Walau Jero tahu jika Odelia sangat bisa membela dirinya sendiri dan ahli memainkan senjata tapi tetap saja dia tidak akan membiarkan gadis itu menghadapi bahaya besar human trafficking .
" Apa itu artinya kelak aku harus tetap ada di Dubay sedang Kak Jero ada disini ?? Tidak bisa seperti itu , mau tidak mau aku harus menghadapi mereka . Show them that we are the boss !!! " kata Lia dengan berapi api , dia bersemangat untuk menghadapi pria pria jahat itu apalagi ini menyangkut tentang penghinaan pada kaumnya .
" Aku paham sayang , maksudku adalah biarkan aku yang mengurus mereka . Semua akan selesai ketika kau kembali ke kota ini sebagai Nyonya Jero ! Kau percaya padaku bukan ?! "
Lia mengangguk pelan , tapi pandangannya mengarah pada satu persatu wanita yang ada di komunitasnya . Ada sesuatu di hatinya yang mendorong agar dia berbuat sesuatu , entah apa ... tapi dia tak bisa diam begitu saja .
__ADS_1