Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
36


__ADS_3

Abbio menghampiri putri bungsunya yang sedang ada di ruang gym yang ada di samping taman , tempat yang sengaja ia bangun terpisah dari bangunan utama agar suasana tempat untuk berolah raga itu lebih nyaman .


Odelia tampak sedang duduk di atas treadmill dengan tubuh sudah penuh keringat . Hanya alat itu yang memungkinkan ia gunakan , karena tangan kirinya belum sembuh sepenuhnya . Satu tangan Abbio terangkat tanda agar putrinya tetap duduk , ia melihat Lia ingin bangkit dari duduknya .


" Kau akan menikah , seharusnya kau mempercantik diri seperti gadis gadis pada umumnya . Pergilah ke spa atau klinik kecantikan , atau kau bisa ke butik untuk memilih baju " kata Abbio yang ikut duduk di lantai ruang gym tepat di depan putrinya .


" Apa ayah lupa jika Aunty Jasmine calon mertuaku adalah pemilik butik dengan brand ternama ? Mommy tidak mengijinkan aku keluar rumah sebelum hari H pernikahan hingga semua yang aku perlukan di datangkan ke rumah , termasuk perawatan kecantikan dan spa " kata Odelia yang terdengar seperti keluhan di telinga Abbio .


" Sebentar lagi kau akan menjadi istri seseorang . Apa kau tahu artinya !? "


" Jika pertanyaan Daddy menyangkut tentang hobi melukisku maka aku sangat paham ! Melukis hanyalah sebuah hobi tapi suami dan keluarga adalah prioritas utama untukku "


Abbio menghela nafasnya , walau jawaban itu benar tapi ia tahu putrinya akan sangat sulit menjalaninya karena melukis bukan hanya sebuah hobi , tapi identitas untuk Odelia . Akan butuh waktu lama bagi Odelia untuk bisa benar benar melepas dunia seninya itu .

__ADS_1


" Pelan pelan saja .... Jero pasti mengerti ! Dia seperti daddynya , penyabar dan sangat pengertian ! "


" Jangan terlalu khawatirkan aku Dad , seperti juga Kak Via aku bisa menjaga diriku sendiri ! Aku pasti akan bahagia .. " ujar Odelia memeluk erat sang Daddy . Walau terkenal sebagai singa Al Shamma tapi Abbio sangat menyayangi kedua putrinya .


Tapi perhatian mereka kemudian tertuju pada seorang pria yang mengenakan setelan olah raga yang berjalan ke arah mereka .


" Albert .... "


Abbio terlihat terkekeh dan berdiri menghampiri menantunya , jika Odelia lihat hubungan dua pria itu sudah sangat dekat . Seperti seorang ayah dengan putranya sendiri .


" Daddy sering sparing partner dengannya setelah kau terlalu sibuk dengan pameranmu sayang ? Olivia sering berteriak.ketakutan ketika salah satu dari kami sampai terluka , padahal ini hanya sebuah olah raga saja "


Dulu Odelia yang selalu menemani Daddynya bermain di atas ring tinju , tapi setelah kesibukannya maka Albert yang menggantikan posisinya . Apalagi setelah psikiater itu tinggal bersama istrinya di mansion Al Shamma .

__ADS_1


" Tanpa ada juri pun Daddy akan selalu menjadi pemenangnya , mana bisa aku mengalahkan singa Al Shamma . Tapi aku harus berterimakasih padamu Dad , kau membuat wajahku semakin tampan dengan banyaknya bekas luka gores disana "


Abbio tertawa lepas ketika Albert menunjuk beberapa bekas luka akibat pukulannya . Selain mejadi mertua ia rasa ia harus menjadi mentor untuk menantunya tersebut . Abbio berpikir jika semua pria di keluarganya harus menjadi pria kuat hingga bisa menjadi benteng pertahanan Al Shamma .


" Jika saja lenganku baik baik saja aku bisa menantang salah satu dari kalian , sudah lama sekali aku tidak bermain di atas ring ! "


" Tentu saja , tapi sembuhkan dulu lenganmu ! Kelak kau bisa berlatih bersama suamimu . Aku rasa Jero juga bisa menjadi seorang mentor yang hebat ! Daddy bilang aku harus banyak belajar pada para pria Adipraja . Mereka pria pria hebat yang bisa memimpin keluarga dan bisnisnya dengan sangat baik " kata Albert yang di angguki oleh Abbio .


" Dokter sepertimu juga sangat hebat Nak , berkat dirimu sudah puluhan mungkin ratusan orang sembuh dari ketakutannya . Kau membuat dunia orang lain menjadi begitu indah "


" Kapan aku melihat kalian bertarung jika kalian terus bicara !! Cepatlah sebelum Mommy ke sini dan menyuruhku kembali ke kamar !! " gerutu Odelia , Anna tak mengijinkannya untuk melakukan apapun . Mommynya mengatakan jika dia harus menyiapkan tenaga karena akan ada rangkaian panjang dengan tradisi pernikahan uang akan dilaluinya , kata kata yang terdengar sama persis seperti kata kata Jero .


Jero .... tiba tiba saja ia menjadi sangat merindukan pria itu . Kadang Lia ragu apakah bisa menjadi pendamping yang sempurna untuk pria itu kelak . Banyak sekali sisi dari dirinya yang belum di ketahui pria .

__ADS_1


__ADS_2