
Odelia tersenyum senang ketika dokter mengatakan jika ia sudah diperbolehkan pulang hari ini juga . Apalagi ketika Olivia mengatakan jika ibunya ingin Odelia pulang ke Dubai hari ini juga . Anna ingin calon pengantin wanita ' dipingit ' sebelum hari pernikahannya yang akan di laksanakan tiga hari lagi . Dan walaupun keberatan Jero harus mau untuk sementara tidak melihat wajah cantik kekasihnya itu .
" Kak bukannya kau belum makan siang ? Pergilah makan dulu sementara kami bersiap siap pulang , maksudku ... " Lia melihat ke arah dirinya yang masih memakai baju pasien . Jero yang paham langsung mengangguk dan pamit untuk keluar makan di kantin rumah sakit , begitu pula Albert .
" Ya sudah , bersiap siaplah ! Aku dan Albert keluar sebentar untuk minum kopi " kata Jero mencium kening Lia sekilas .
Dua pria tampan itu keluar dari kamar rawat menuju kantin rumah sakit . Sampai disana mereka memesan dua cangkir kopi dan dua iris cheesecake karena kebetulan mereka berdua suka jenis kue yang sama .
" Aku belum mengucapkan selamat atas pernikahanmu ! Maaf waktu itu aku tidak bisa datang , aku ... "
" Tidak apa apa , lagipula sebuah kehormatan untukku karena waktu itu semua keluarga Adipraja datang . Mereka semua sangat ramah dan baik , jauh dari bayanganku ! " sahut Albert yang awalnya mengira empat pilar dan seluruh putra putrinya mempunyai sifat yang ' tak tersentuh ' karena mereka adalah keluarga terpandang yang sangat disegani bahkan oleh seluruh pengusaha di dunia .
Satu tahun yang lalu pada saat pernikahan Olivia dan Albert adalah saat di mana Jero memulai semuanya . Aira Prameswari benar benar menyerahkan semua usaha yang ia miliki padanya . Dan untuk menepati janji pada gadisnya Jero benar benar fokus pada perusahaan yang dipegangnya .
__ADS_1
" Kau mencintainya ?! "
" Pertanyaan seperti apa itu ?? Jika aku ingin menikahinya itu berarti jika aku memang benar benar ingin hidup disisinya . Kami akan menjadi partner seumur hidup ! " tukas Jero.dengan mata menelisik lawan bicaranya , Albert adalah seorang psikolog dan pria itu benar benar bisa menyembunyikan apa yang ada dalam pikirannya dengan baik . Tak ada seorang pun yang bisa membaca pikiran pria itu .
" Sekarang aku bertanya padamu , apa kau mencintai Olivia ?!! "
" Jawabanku sama dengan jawaban yang kau berikan tadi ..... aku pikir semua pria akan berpikir seperti itu tentang sebuah pernikahan " jawab Albert tenang .
Albert terlihat tertawa kecil ketika mendengar kata kata dari pria di depannya . lngatannya masih segar ketika Nyonya besar Al Shamma yang merupakan ibu dari Olivia memintanya secara langsung untuk segera menikahi putrinya .
Selama satu tahun Olivia menjadi pasiennya , gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya itu mempunyai phobia pada langit malam . Olivia takut untuk keluar pada malam hari karena berpikir bintang bintang atau bulan dan seluruh isi langit adalah sebuah bahaya yang bisa mengancam hidupnya . Dan selama satu tahun itu pula Olivia menjadi sangat bergantung padanya .
Anna menyerahkan putrinya karena percaya jika Albert bisa menjaganya . Hanya pada psikiater tampan itu Olivia mau berkeluh kesah . Anna yakin putri sulungnya bisa bahagia disamping Albert .
__ADS_1
" Apa lagi yang ada di pikiranmu Tuan Adipraja ?! "
" Aku yakin kau sudah bisa membaca pikiranku tanpa aku mengatakannya . Aku menghormati hubungan kalian jadi aku minta padamu untuk menghormati hubungan kami nanti ! Aku tidak peduli dengan apa yang kau rasakan padanya tapi jangan pernah berani menyakitinya !! Olivia bukan orang lain untukku , dia keluargaku ... "
Albert meminum kopinya hingga hanya tersisa ampas di cangkirnya , entah apa yang ada di pikiran pria itu . Tapi Albert sedang menatap serius sisa kopi di cangkirnya .
" Aku pernah datang ke sebuah bar dan seorang peramal pernah membaca ampas kopi yang waktu itu aku minum . Peramal itu mengatakan jika akan ada batu terjal yang akan menghalangi jalanku pada cinta sejatiku . Dan dia bilang butuh sangat banyak kesabaran agar aku bisa melaluinya "
" Dan kau berpikir istrimu adalah batu terjal itu !?? Dasar gila ... aku ingatkan sekali lagi Dokter Albert yang terhormat ! Berani kau menyakitinya maka aku tak segan segan memburumu !! "
Setelah berkata seperti itu Jero langsung beranjak untuk kembali ke kamar Odelia . Sebelum pergi ke bandara tadi Odelia berkata ingin pergi sebentar ke pameran karena ada sesuatu yang harus ia katakan pada penanggung jawab disana . Tanpa ia tahu ada sebuah lengkungan tipis di bibir pria yang sedang menatap kepergiannya .
" Jeronimo ... kita lihat saja nanti "
__ADS_1