
Beberapa waktu yang lalu ....
Odelia masuk ke dalam toilet wanita di minimarket yang dia datangi , dia tahu benar jika disana ada celah yang bisa dia gunakan untuk memanjat naik ke bangunan yang ada di samping minimarket . Tadi dia sudah mengirim pesan pada Vania agar menjemputnya di sebuah stasiun bawah tanah yang berada tak jauh dari tempatnya kini .
Sengaja mereka menggunakan angkutan umum agar keberadaan mereka tak tercium oleh para pria mereka . Walau tetap saja bisa ditemukan tapi Lia yakin butuh waktu untuk Jero maupun Gema jika mereka menggunakan jalur bawah tanah .
Lia tersenyum ketika melihat wanita muda yang sudah ia anggap saudarinya sudah duduk di kursi tunggu stasiun bawah tanah dengan menggunakan hoddie oversize yang menutup tubuh mungilnya , mengenakan jeans pendek dan sneaker putih membuat Vania masih seperti abege pada umumnya .
" Hei ... sudah lama ?? " sapa Lia memeluk sekilas Vania yang sedang tersenyum senang .
" Aku juga baru saja datang , untung kau menghubungiku ! Memang sudah lama tanganku gatal ingin melenyapkan gerombolan gerombolan picisan pimpinan Timoty Meyer itu ! Jika saja aku tidak terikat aturan sudah lama aku bakar markas mereka !! " geram Vania dengan melangkahkan kakinya bersama Lia masuk ke sebuah kereta . Mereka akan naik kereta bawah tanah dan turun di daerah pinggir kota , disana orang orang kepercayaan Vania sudah menunggu .
" Timoty Meyer ? "
__ADS_1
" Pengusaha ternama di kota ini , saat ini calon suamimu malah punya kerjasama dengan pria b*ngsat itu ! Mereka lebih sering memanggilnya dengan Tom , hobinya adalah mencari daun muda yang masih virgin dan akan membuangnya jika sudah bosan . Tom akan membuang gadis gadis yang sudah bosan ia pakai ke rumah rumah bordil yang tersebar di seluruh pinggiran kota ! "
Odelia menghembuskan nafasnya kasar , ternyata masih ada saja pria pria tak berperasaan yang mempermainkan kaumnya . Dan sayangnya Jeronimo harus mempunyai sebuah kerjasama dengan orang orang seperti mereka .Tekadnya semakin bulat untuk menolong gadis gadis seperti Deasy yang berada dalam cengkeraman orang orang seperti Tom .
Beberapa saat kemudian mereka berhenti dan terlihat seorang pria dengan setelan lengkap sudah menanti mereka .
" Apa Nyonya yakin jika tidak membutuhkan penjaga untuk mendampingi ?! " tanya pria itu ketika mereka sudah duduk di dalam mobil . Pria itu bertanya karena kali ini nyonya mudanya tak membawa seorang pun untuk datang ke sebuah tempat yang diketahui sebagai markas dari orang orang Timoty Meyer , gangster yang mempunyai bisnis kotor prostitusi .
" Tidak .... tak perlu banyak orang untuk melenyapkan orang orang seperti mereka . Lagipula suamiku pasti akan segera menyusul " kata Vania dengan melihat cincin pernikahan yang melingkar di jarinya .
" Kau memakai baju anti peluru ? "
" Tidak ... " jawab Lia karena kepergian yang tak ia rencanakan .
__ADS_1
" Kau bawa senjata !? "
" Tidak , tapi ada lipstik di dompetku " jawab Lia dengan tersenyum , Vania tertawa terbahak mendengar jawaban Lia . Sepertinya ia mendapat teman bermain yang menyenangkan kali ini .
" Ha .. ha ... good girl !!! Ide bagus , sebuah lipstik warna merah terang akan lebih mematikan dari senjata apapun . Aku tak sabar untuk sampai ke tempat lucknut itu !! Kurasa Jero tidak salah memilih gadis "
Setelah sampai dua gadis cantik itu segera turun menuju sebuah mansion yang ada di depan mereka , sedang sang supir tetap.ada di dalam mobil untuk berjaga jika mereka membutuhkan bantuan .
Kedatangan dua gadis itu sangat menarik perhatian para penjaga mansion yang ada di luar , kecantikan mereka membuat siapapun langsung terbuai .
" Permisi , apa kalian mengenal Nyonya Dimitri ?.Dia bilang butuh tenaga untuk menjaga toko rotinya dan kami di minta datang ke daerah ini . Dia mengirimkan lokasinya disekitar sini " tanya Vania dengan wajah ramah yang dia buat semanis mungkin .
" Kalian butuh pekerjaan ?! Kebetulan kami sedang butuh banyak pekerja seperti kalian , jika tertarik maka kalian bisa ikut kami masuk ! Disana kami bisa menjelaskan pekerjaan seperti apa yang akan kalian jalani . Jangan khawatirkan tentang berapa besar gajinya karena akan lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga kalian ! "
__ADS_1
" Bagaimana Li ?? Apa kita akan ikut mereka !? " tanya Vania dengan mengedipkan satu matanya .
" Tentu saja , aku tak sabar untuk tahu pekerjaan seperti apa yang mereka tawarkan pada kita ! "