
Acara malam hari ini di sanggar berjalan dengan lancar , walau sangat sederhana tapi Odelia tampak sangat bahagia karena bisa berbagi momen bahagianya pada teman teman yang selama ini sudah memberikan dukungan padanya . Teman teman yang menemani saat susah dan senangnya , saling melengkapi tanpa melihat status ataupun kekayaan .
Keluarga Adipraja atau keluarga Al Shamma pun sengaja tidak hadir karena mereka ingin memberikan ruang agar komunitas Odelia merasa nyaman menikmati acara . Mereka yakin para seniman itu pasti tidak akan nyaman jika harus berinteraksi dengan pengusaha pengusaha seperti mereka . Olivia pun tidak terlihat hadir di acara itu .
Di tengah ruangan terlihat Jero dan istrinya beramah tamah dengan tamu yang masih berdatangan , Odelia tak menyangka jika akan banyak pelukis ternama di kotanya yang berkenan hadir di acara sederhana itu . Dan dia beruntung karena ternyata suaminya mampu beradaptasi dengan komunitasnya .
Odelia dan Ryota tampak berdiri tak jauh dari pengantin baru yang masih sangat bersemangat dengan acara malam ini . Walau tampak begitu dari awal acara mereka tidak saling berbicara , masing masing sibuk dengan tamu yang menyapa mereka .
" El duduklah beristirahat dan segeralah makan , dari tadi aku lihat kau belum makan apapun "
Suara Lia membuat Elda menoleh , wanita itu tersenyum karena pengantin wanita ternyata masih bisa memperhatikannya walau disibukkan dengan tamu tamunya . Selalu saja begitu , Odelia akan memperhatikan orang orang yang berada disekitarnya dan itu yang menyebabkan wanita itu mempunyai banyak teman yang menyayanginya .
__ADS_1
" Tenang saja , aku sudah kenyang Li ! Apalagi kalau melihat dia ... " katanya dengan lirikan mata mengarah pada pria yang sekarang sedang menatapnya sebal . Seharian ini berada di resort bersama nyatanya belum mampu membuat mereka akur .
" Memang kenapa jika kau melihatku ?? Aku tampan , hanya orang dengan mata bermasalah yang tidak menyadarinya . Aku sudah bayar resort itu untuk satu minggu ke depan jadi apalagi yang kurang !? " kilah Ryota mendengar nada sinis uang dilontarkan wanita cantik yang berpakaian dengan warna senada dengan pengantin wanita .
Elda mengenakan gaun berwarna putih sesuai dengan permintaan Lia yang ingin menjadikannya seolah menjadi pengiring pengantin sahabatnya . Gaun dengan model satu tali berpotongan dada rendah dan panjang selutut namun berbelahan cukup panjang tepat di pahanya membuat Elda tampak begitu elegan dan seksi .
Jero dan istrinya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya maupun sahabat istrinya . Dua orang dengan watak yang sama sama keras dan tidak mau mengalah .
Karena memang sudah sangat lapar akhirnya Elda dan Ryota berjalan menuju meja makan yang tak jauh dari mereka berdiri tadi .
" Sayang apa kau bisa merasakan ada yang aneh dengan mereka ?? " tanya Jero membelai wajah cantik sang istri dengan satu tangannya , di kecupnya lembut kening Lia hingga wajah dengan polesan natural itu bersemburat merah karena malu .
__ADS_1
" Kak ... malu !! " lirih Lia memperingatkan suaminya , karena jika dibiarkan pasti lama lama Jero akan melakukan hal yang lebih dari itu . Tadi saja sudah beberapa kali Jero mencuri ciuman di bibirnya padahal masih banyak tamu bersama mereka .
" Aku mencium istriku sendiri , tidak ada yang dirugikan bukan ? Lagipula kenapa tamunya banyak sekali begini !? Aku ingin pulang dan tidur memelukmu .. "
" Yakin hanya memeluk ?? " goda Odelia yang tahu tingkat kemesuman sang suami yang di atas rata rata . Beberapa hari ini dia dibuat sedikit kewalahan karena setiap ada waktu berdua maka hampir semua berakhir dengan sebuah sesi panas yang membuatnya berkeringat .
" Ckk jangan menyiksaku sayang !! Awas saja nanti ... Bersiap siaplah menjerit sampai pagi !! Jangan memohon untuk berhenti karena aku akan membuatmu menyerah kali ini "
" Tidak akan !! " sahut Lia dengan mengerlingkan satu matanya .
Jero yang sudah sangat gemas meraih pinggang sang istri kemudian menciumi wajah cantik itu bertubi tubi . Tak peduli dengan pandangan para tamu yang geleng geleng kepala melihat tingkah mereka .
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang menatap mereka dengan sorot yang sukar untuk di artikan .