Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
37


__ADS_3

" Kak Albert sparing partner dengan Daddy lagi ?? " tanya Olivia ketika melihat suaminya datang dari pintu kamarnya , pria itu membuka kaos yang dikenakan hingga terlihat tubuh kekarnya mengkilat karena keringat . Tubuh yang selalu mengungkungnya dalam rasa yang tiada tara walau mungkin sang suami tidak merasakan hal yang sama dengannya .


" Bukan urusanmu , siapkan saja bajuku ! Hari ini aku ada pertemuan dengan pasien " kata Albert menanggapi pertanyaan istrinya dengan sangat dingin .


Olivia menundukkan kepala dengan menghela nafasnya dalam dalam . Jika pasangan lain akan lebih senang berada berdua di kamar dengan suami mereka maka semua akan lain untuknya . Olivia lebih suka jika berada di luar kamar jika berinteraksi dengan Albert karena suaminya akan bersikap sangat lembut dan perhatian pada dirinya jika mereka sedang bersama orang lain .


Satu tahun pernikahan mereka nyatanya belum bisa membuat Albert mencintainya . Albert hanya menganggap pernikahan mereka hanyalah sebuah basa basi atas rasa hormatnya pada seseorang yang memintanya untuk mendampingi hidup Olivia , Anna Al Shamma .


Satu tahun merawat dan menyembuhkan phobia Olivia membuat Albert menjadi begitu dekat dengan Abbio ataupun Anna Al Shamma . Dia sudah dianggap menjadi bagian keluarga itu , dan saat diminta untuk menjadi menantu maka ia tak kuasa menolaknya .


Dengan santainya pria yang sudah menjadi suaminya itu berganti baju di depannya , Olivia memalingkan wajahnya yang kemerahan karena tak ingin Albert melihatnya . Dia merasa seperti wanita yang mengemis cinta dari suaminya .


Wanita cantik itu mendekat ketika Albert ingin memasang dasinya , diraihnya kain yang sudah melingkar di leher sang suami dan kemudian mengikatnya .


" Apa kau akan pulang telat kali ini ? Akan ada makan malam dengan keluarga Adipraja , mungkin akan membicarakan persiapan terakhir pernikahan Odelia dan Jeronimo . Lusa mereka menikah ... "

__ADS_1


Albert melangkah menjauh dari istrinya menuju walk in closet , pria itu mengambil salah satu koleksi jam tangannya kemudian mengenakan jas yang sudah disiapkan istrinya . Albert menjawab pertanyaan Via hanya ketika kakinya sudah berdiri di depan pintu kamarnya .


" Tentu saja aku akan ikut makan malam !! Bukankah aku adalah menantu terbaik mereka ?? Aku adalah seorang suami yang sangat mencintai keluarga istriku .... " sinis Albert sebelum melangkahkan kakinya keluar kamar .


" Kak jangan begitu ... "


Tapi sepertinya kata kata yang keluar dari mulutnya keluar percuma karena Albert sudah melangkah pergi . Kadang ada sesal di hatinya karena sudah menjadi wanita lemah yang tak bisa berbuat apa apa .


Sampai sampai harus ibunya yang dulu menyampaikan apa yang ada di hatinya pada pria itu . Ibunya yang menyampaikan rasa cintanya pada Albert karena ia terlalu pengecut . Dia tahu pria itu tidak mencintainya , Albert sangat baik padanya karena dia adalah salah satu pasiennya . Hanya itu !


Sementara Albert yang berjalan tergesa menuju garasi tiba tiba menghentikan langkahnya karena melihat Lia berjalan dengan satu tangan menekan pundaknya . Ada raut kesakitan di wajah cantik itu , wajah yang dulu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama . Ya , Albert mencintai Lia sejak pertama mereka bertemu .


Tapi sang waktu telah meluluhlantakkan harapannya , entah bagaimana ceritanya tapi tiba tiba Jero mengumumkan kepemilikannya pada seorang Odelia . Dan entah bagaimana bisa Olivia malah mencintainya , dan ibu dari wanita kembar itu memintanya secara langsung untuk menjaga putri sulungnya . Dunianya serasa jungkir balik waktu itu .


" Kak Albert sudah mau berangkat !? Kak Via mana kok tidak mengantar ? "

__ADS_1


Suara lembut itu membuat Albert langsung tersadar dari lamunannya , dilihatnya wajah cantik itu sudah berada di depannya dengan senyum yang membuat seluruh saraf ditubuhnya seakan menjadi lumpuh .


" Ehhh Lia ! Lukanya masih sakit ?? Pagi ini sudah dibersihkan !? " tanya Albert terlihat khawatir pada luka yang kadang masih membuat Lia meringis kesakitan .


" Belum juga mandi Kak ! Tadi ngopi dulu sama Daddy di ruang gym . Kak Via mana !? " tanya Lia sekali lagi karena merasa pertanyaannya belum di jawab .


" Mungkin masih di kamar , tadi Kakak memang terburu buru turun karena sudah ada pasien yang menunggu . Hari ini keluarga mertuamu jadi datang ?? "


" Jadi dong ! Kak Albert jangan lupa jangan pulang telat , kita ada acara makan malam bersama !! "


" Siap Princess !!! " kata Albert mengangkat satu tangan ke keningnya dengan tertawa lebar . Tapi tawa itu pudar ketika Olivia datang mendekat ke arah mereka , dengan sebuah senyum ia mendekat ke arah istrinya dan mengecup keningnya cukup lama .


" Kenapa lama sekali tidak turun sayang , kau tahu jika aku tidak akan bisa pergi tanpa terlebih dulu menciummu ! "


" Aku tahu , itu kenapa aku tadi berlari mengejarmu .. " sahut Olivia juga dengan memasang senyum manisnya .

__ADS_1


" Kenapa harus berlari ? Kal Albert sudah ada di sini dari tadi menunggumu " sahut Odelia perlahan melangkah pergi untuk memberikan ruang pada pasangan bucin yang menurutnya amat sangat saling mencintai .


" Karena dia tak pernah terjangkau olehku walau seberapa cepat aku berlari mengejarnya ... " gumam Via yang langsung mendapat tatapan tajam dari suaminya .


__ADS_2