
" Elda ... "
" Hei Al ... hei Via !! Senang akhirnya bisa bertemu dengan kalian , apa kabar kalian ?! " kata Elda dengan mencium sekilas Olivia dan Albert yang menyapanya . Dari kecil ia tak pernah memanggil Albert dengan embel embel Uncle karena memang jarak umur antara keduanya yang tidak terpaut jauh .
" Hai Elda kabar kami sangat baik , terimakasih ! Kau semakin cantik saja " sahut Olivia dengan ramah , dia tahu Elda adalah salah satu teman terbaik adik kembarnya sekaligus keponakan dari suaminya .
Setelah itu Elda dan Ryota segera berjalan menghampiri Jero yang terlihat duduk di kursi tunggu dengan memeluk posesif pinggang calon istrinya .
" Bos ... ini hanya tiga hari tapi kau bertindak seolah olah akan berpisah selama tiga tahun saja ! Nona Odelia bersiaplah , mungkin tiga hari ini ponsel anda akan penuh dengan pesan ataupun panggilan tak terjawab dari pria bucin disampingmu " kelakar Ryota yang mendapat hadiah sebuah tendangan kecil di tulang keringnya .
" Berisik !! "
" Dan istriku akan sangat berbahagia karena pada akhirnya adik tercintanya akan menikah . Itu artinya dia tidak perlu setiap hari mengkhawatirkan Lia karena sudah mempunyai seseorang yang akan selalu di sisinya . Bukan begitu sayang !? " ujar Albert memeluk istrinya dari arah belakang , bahkan pria itu menciumi pundak dan tengkuk Olivia seakan memamerkan kemesraan di depan semua orang yang ada di sekitar mereka .
" Sepertinya anda sangat mencintai istri anda Tuan Albert ! " ujar Ryota dengan senyum hambarnya .
__ADS_1
" Dia adalah bidadariku , dia malaikat cantikku !! "
Jero dan Ryota memandang malas pria yang mereka rasa terlalu berlebihan itu , mereka membuang pandangan ke arah gadis yang masing masing ada di sisi mereka .
" Kau lihat itu bukan ? Al sangat mencintai Olivia , jadi buang jauh jauh pikiran burukmu itu !! " lirih Elda yang dalam perjalanan ke bandara tadi saat berdebat dengan Ryota tentang siapa wanita yang dicintai oleh Albert .
" Semakin pamanmu itu memperlihatkan kemesraan maka akan semakin terlihat palsu di mataku ! Terlalu di buat buat !! " sahut Ryota tak kalah lirihnya .
Tak lama kemudian petugas bandara mengumumkan jika pesawat komersil yang mereka tumpangi segera berangkat , dan mereka segera beranjak .
" Jangan beraktifitas yang sekiranya terlalu berat dulu , beristirahatlah karena mungkin setelah menikah aku akan membuatmu lelah ... sangat lelah !! Aaarrgghhhh !! "
Lia mencubit keras perut rata calon suaminya gemas , masih saja pria itu berkata vulgar tanpa peduli jika Ryota sedang tertawa kecil karena tak sengaja mendengarnya .
" Dasar mesum ! Tidak tahu malu ! "
__ADS_1
" Memang apa salahnya ?? Kau tahu setelah menikah kita akan disibukkan acara resepsi dan tradisi tradisi lain yang pasti akan membuat kita lelah . Ada darah Bali , Jawa dan Belanda di nadiku ! Dan ada darah Jawa Dubay di nadimu ! ltu artinya akan banyak sekali tradisi yang harus kita jalani bukan !? " kilah Jero mengeratkan rengkuhannya sambil menciumi pipi calon istrinya gemas hingga Lia meronta manja .
" Lepas ... pesawatnya mau berangkat ! " lirih Lia ketika tubuhnya sudah ada dalam pelukan hangat calon suaminya .
" Aku mencintaimu sayang , aku tahu aku bukan pria sempurna tapi aku akan membahagiakanmu . Aku akan menjagamu dengan nyawaku ! "
" Ucapkan itu saat kau menjabat tangan ayahku nanti . Berjanjilah padanya jika kau akan menjagaku dan mencintaiku dengan nyawamu ! "
" Pasti .... "
Setelah memastikan pesawat sudah lepas landas Jero segera pergi meninggalkan bandara . Ryota yang mengemudikan mobil Jero karena mobilnya di bawa penjaga yang setia mengikuti mereka di belakang .
" Sepertinya kelak kau harus menjaga lebih ketat istrimu Bos !! Ada pria lain yang mengagumi Nona Odelia .... "
Jero melihat sekilas ke arah sahabatnya , sedikit terkejut karena ternyata Ryota mengetahui hal yang ia tutup rapat . Membunyikan genderang perang dengan Albert akan mengakibatkan perpecahan dalam keluarganya ataupun Al Shamma . Apalagi Albert mampu memainkan perannya sebagai menantu dan suami dengan sangat baik .
__ADS_1
" Aku tahu .... "