
" Yakin tidak apa apa kalau kita makan di sini Kak !? Kan sudah aku bilang tadi kalau Kak Jero jangan mengikutiku " kata Lia yang saat ini sedang duduk di sebuah kursi panjang yang ada di pinggir taman kota . Gadis itu menyiapkan kotak makan siang dan dua cup es kopi yang tadi di belinya . Dia memang lebih senang makan di tempat terbuka seperti ini .
Jero membuka jas yang dia kenakan , melepas dasi dan membuka dua kancing atas kemeja putih yang dikenakannya . Odelia hanya tertawa kecil melihatnya , pria disampingnya pasti tidak terbiasa berada di luar ruangan seperti ini . Pria tampan disisinya pasti sedang kepanasan .
" Maaf ... "
" Seharusnya Lia yang minta maaf karena mencari tempat seperti ini . Atau kita bisa makan disana saja ... " tunjuk Lia pada sebuah kafe kecil yang ada selurusan di depan mereka . Kafe itu terlihat sangat ramai siang ini .
" Asal bersamamu tidak masalah mau makan di tengah gurun sekalipun . Aku ingin minta maaf soal yang kemarin , aku sudah berteriak padamu . Percaya atau tidak aku melakukan itu karena aku sangat merindukanmu ! "
Lia kembali tertawa , ternyata apa yang dia rasakan kemarin sama dengan yang dirasakan Jero . Rasa rindu mereka malah membuat mereka kehilangan kontrol emosi , masing masing melampiaskan dengan saking ketus satu sama lain .
" Sama ... ehh ! " Lia terkejut ketika cup es yang baru saja diminumnya direbut dan diminum oleh Jero , padahal ia sudah meletakkan satu cup es lagi di dekat pria itu .
__ADS_1
" Hissshhhh ... ltu punyaku Kak ! "
" Mulai sekarang biasakan berbagi , milikmu adalah milikku dan milikku adalah milikmu . Dua tahun aku menahannya , aku tidak mau jika kita terpisah lagi ! "
Lia menghela nafasnya , dia tahu akan seperti ini . Sepertinya rumor tentang pria Adipraja memang sangat benar adanya , mereka akan benar benar mengikat ketika sudah menjatuhkan pilihannya .
" Apa Kak Jero mencintaiku ?? "
" Apa kurang aku menahan diri selama dua tahun ini ? Kau pikir mudah bagiku setiap hari hanya melihat dirimu diponselku ? Setiap saat aku harus menahan diriku ketika melihatmu bisa tertawa disisi orang orang yang tidak aku kenal . Tak sekalipun aku bisa membuatmu sebahagia itu .... " ujar Jero yang masih mengingat betapa bodohnya dia dulu yang tak mengenali Lia sebagai pemilik hatinya .
" Stop it ... aku tidak ingin mendengarnya . Aku sangat mencintaimu dan aku yakin jika kau juga mencintaiku . Bagiku itu cukup ! Setelah pameran selesai kita akan pergi ke Dubay , kita akan memulai semuanya bersama sama "
" Tapi ... "
__ADS_1
" Aku memaksa sayang ... "
Walaupun terdengar berdecak tapi Odelia tak dapat menyembunyikan wajahnya yang memerah . Panggilan sayang itu terasa melambungkan seluruh jiwanya .
" Bukankah pekerjaan Anandara belum selesai ?! "
" Ada Ryota yang bisa mengurus semuanya . Lagipula uncle Wicaksono mengirim Dara kesini hanya untuk menandatangani kontrak kerja . Semua pekerjaannya akan di lakukan di lndonesia , Aunty Violetta bisa murka padaku jika membuat putrinya berlama lama di London . Lusa Anandara akan kembali ke lndonesia , aku sudah mengatakan itu padanya ! Dan aku tahu apa yang ada di pikiranmu itu sayang , Anandara hanya aku anggap sebagai adik ... tidak lebih ! " Jero tersenyum lebar ketika tangan mungil itu menyuapinya roti isi , ia tahu jika gadisnya ingin membuatnya diam .
" Memang aku berpikir seperti apa ?? Jangan sok tahu ! " cibir Lia salah tingkah karena ternyata pria disampingnya bisa membaca pikirannya . Dia memang berniat memberi kesempatan Jero untuk mengenal lebih dekat sepupu cantiknya itu .
" Kau dan aku adalah satu jiwa jadi apapun yang ada di pikiranmu akan bisa terbaca olehku . Pameranmu akan berakhir enam hari lagi , itu artinya kau harus bersiap menjadi Nyonya Jero dalam tujuh hari ke depan ?? "
" Apa Kak !?? "
__ADS_1
" Tujuh hari lagi kita akan ke Dubay dan pernikahan kita sudah disiapkan disana !! Semalam aku sudah membicarakan ini dengan Daddy dan Uncle Abbio . Mereka menyetujui rencana ini ... "