
CEKLEKKKK....
Setelah berbicara panjang lebar dengan sang adik Olivia segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat . Dia bahagia karena pada akhirnya Odelia mendapat kebahagiaannya . Ketika masuk ke kamar di lihatnya ranjang masih kosong dan itu artinya suaminya belum pulang padahal pria itu tahu jika besok akan ada acara besar dalam keluarganya .
Setelah mengganti bajunya dengan baju tidur Olivia segera naik ke ranjang bermaksud ingin segera beristirahat . Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat Albert sudah duduk di atas ranjang mereka dengan pakaian formal yang masih sama seperti ketika berangkat tadi . Hanya saja tidak serapi semula , dasinya sudah kendur dan wajah tampan itu terlihat sayu .
" Kakak sudah pulang ? Sudah makan malam !? " tanya Via sambil berjalan menghampiri sang suami yang masih duduk dengan pandangan kosong ke depan . Albert baru melihat kearahnya setelah Via mengecup sekilas keningnya .
Tanpa menjawab pertanyaan Albert malah bangkit membuka pakaiannya satu persatu dan melemparkannya ke sembarang arah , hingga tubuh polos sempurna itu masuk ke dalam kamar mandi . Pemandangan yang selalu membuat naluri Via tergetar , tubuh sempurna yang sudah menjadi miliknya tapi tak pernah mampu memiliki hati suaminya .
Olivia memandang onggokan pakaian yang baru saja di lepas oleh suaminya , selalu saja pria itu seperti sengaja membuatnya kesal . Berkali kali Via mengatakan untuk menaruh pakaian kotor di keranjang yang khusus ia siapkan di dalam kamar mandi tapi tetap saja pria itu sembarangan melempar bajunya . Bukan hanya soal baju , tapi semua hal yang ia katakan seperti sengaja di tentang oleh Albert . Pria itu selalu menunjukkan rasa tidak sukanya dengan segala cara .
__ADS_1
Lelah dengan semuanya Olivia akhirnya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur , yang ingi dia lakukan adalah memejamkan matanya dan melepas sejenak semua beban di hatinya . Wanita itu masih memejamkan mata walau wangi sabun sudah menguar pertanda sang suami sudah selesai membersihkan diri .
" Aaakkhhhh .... Kak !!! " pekik Via ketika tiba tiba kakinya ditarik dengan kasar . Dilihatnya Albert yang masih hanya mengenakan handuk sebatas pinggang duduk di pinggir ranjang dengan tatapan penuh kebencian padanya .
" Bangun !!! Bisa bisanya kau tidur ketika suamimu baru saja pulang bekerja . Berperanlah menjadi istri yang baik di depanku karena aku juga sudah berperan menjadi suami yang baik untukmu !!!! "
" Peran ?? Jadi maksud kak Albert seorang suami ataupun istri hanyalah sebuah peran ?? Kakak pikir pernikahan kita hanyalah panggung teater dan kita berdua adalah pemainnya !? " kata Olivia membenahi jubah tidurnya yang sempat tersingkap ketika tadi di tarik sang suami .
Tapi Olivia kembali telentang di atas ranjang ketika Albert mendorongnya dan kemudian menindihnya . Mata pria itu seperti ingin mengulitinya hidup hidup , ada amarah yang sepertinya sudah lama ditahannya .
" Arrgghhhhh ... lepaasssss !! "
__ADS_1
Tapi amarah di hati pria itu sudah mengambil hampir sebagian kewarasannya . Albert tetap mencengkeram erat leher istrinya hingga wanita dalam kungkungannya menyerah dan tak lagi memberontak , nafasnya pun sudah terlihat sangat pelan . Saat itu barulah ia sadar dan melepaskan istrinya .
" Apa salahku ??!! "
" Salahmu adalah kenapa kau harus sangat mirip dengannya !! Salahmu adalah kenapa kau harus begitu lemah dan menjadikan semua orang merasa bertanggung jawab atas dirimu !!! Salahmu adalah kau membuat aku harus menerima semuanya ... SEMUANYA BRENGSEK !!!! " pekik Albert melebarksn kaki istrinya dan merenggut kain segitiga berenda penutup bawah istrinya .
SRREEKKHHHH ....
" Kaaakkkk .... a-apa yang kau lakukan !!? " panik Olivia ketika melihat Albert melepas handuk yang membalutnya .
" Seperti biasa ... akan aku perankan suami yang baik untukmu ! Hanya untukmu SAYANG !! "
__ADS_1
Olivia memejamkan matanya , walau sangat menyiksanya ketika mengetahui Albert menyentuhnya tanpa cinta tapi tak bisa ia pungkiri dirinya selalu melayang ketika menerima buaian buaian suaminya . Andaikan waktu bisa diputar maka ia akan berusaha menjadi wanita kuat seperti adiknya , ia ingin menjadi wanita seperti yang di inginkan oleh suaminya !
"