Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
41


__ADS_3

" Kak Gema ngerasa aneh nggak sih ?! " tanya Janu yang sudah kembali ke resort siang itu sebelum nanti malam kembali disibukkan dengan acara resepsi Jero dan Odelia . Lagipula putranya yang baru berusia satu tahun lebih akan sangat rewel jika kurang istirahat .


Walau masih sangat muda istrinya mengasuh sendiri putra semata wayang mereka tanpa adanya babby sitter yang membantu . Queen Ava ingin menikmati perkembangan putranya dan menjalani perannya sebagai ibu sebaik mungkin . Dan itu membuat Janu Kamma bertambah kagum menggilai istri cantiknya .


" Untuk sementara kita awasi saja , selama dia tidak merugikan Jero maka kita hanya bisa diam . lni masalah intern keluarga Uncle Abbio , kita tidak boleh mencampurinya . Lagipula Kakak yakin jika Uncle Abbio ataupun Uncle Zahid bisa mengatasinya , mereka adalah orang orang hebat !! " sahut Gema yang di angguki oleh Janu , kata kata kakak sulungnya benar . Ada batas yang tak boleh mereka langgar jika itu menyangkut keluarga lain .


" Aku dengar Albert juga sudah merambah dunia bisnis kuliner ... "

__ADS_1


" Jero bukan pria bodoh ! Kakak yakin dia sangat bisa mengatasinya jika Albert ada niat ingin menjatuhkan . Bisnis Jero sudah berpijak dengan kuat , bukan lagi bisnis kafe kecil kecilan . Akan sulit menjatuhkan bisnis seperti itu ! Lagipula bisnis Jero diawasi langsung oleh Uncle Bumi , kau tahu jika putra Uncle Dewa itu adalah salah satu putra bungsu kesayangannya "


Janu mengangguk , tadi dia memang menyempatkan diri untuk bertemu dengan Wicaksono . Tangan kanan Adipraja yang sudah menjadi anggota keluarga Al Shamma . Janu bertanya tentang Albert karena memang dia kurang mengenalnya , dan Wicaksono yang tahu maksud dari sulung dari pilar pertama langsung menceritakan semua tentang menantu Al Shamma itu . Seperti yang di katakan Gema , Wicaksono pun merasa belum perlu ikut campur dalam masalah intern keluarga kakak iparnya .


*


Dua tangannya mengepal ketika di kepalanya tiba tiba terbayang betapa manjanya seorang Odelia pada suaminya . Seharusnya dialah yang saat ini menjabat tangan Abbio Al Shamma untuk menikahi pelukis cantik itu . Ada banyak ' andai ' yang saat ini berputar di otaknya .

__ADS_1


Andai saja dua tahun yang lalu ia langsung menyatakan rasa cintanya saat pertama bertemu Lia . Andai saja dia bisa menjaga jarak dengan Olivia yang hanyalah seorang pasien untuknya . Andai saja waktu itu dia bisa berkata tidak ketika Anna Al Shamma datang padanya dan memohon padanya agar mau menikahi putri sulungnya .


Semua situasi terasa menggiringnya untuk memilih sebuah pilihan yang sebenarnya bukanlah pilihan hidupnya . Dulu dia berpikir jika bisa dekat dengan keluarga Al Shamma maka jalannya untuk mendapat Odelia akan berjalan lebih mudah . Tapi semuanya malah menjadi sebuah kesalahpahaman , semua orang mengira jika dia dekat dengan keluarga Al Shamma karena menyukai Olivia .


Dan gadis lemah itu membuat dia tak bisa mengungkapkan apa yang menjadi maunya ! Dia harus mengikuti skenario yang tak pernah mau ia perankan , dan sayangnya dia terlalu pengecut untuk bisa melawan keluarga mafia yang merupakan keluarga paling berpengaruh di kota ini .


Satu tahun ia mencoba menjalani biduk rumah tangganya , jauh di lubuk hatinya Albert pun berharap akan bisa mencintai istrinya . Tapi nyatanya di hatinya sudah terukir satu nama yang selamanya tak akan bisa hilang , Odelia . Hanya pada gadis mandiri itu hatinya terikat ... hanya pada gadis itu akan dia serahkan jiwa dan raganya .

__ADS_1


" Lia .... aku mencintaimu "


__ADS_2