Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
54


__ADS_3

" Tidak ... Tidak seperti itu kejadiannya !! Tadi aku ke atas untuk mengambil dompet , tapi disana sudah tidak ada orang . Aku takut dan berlari ke bawah , aku tidak tahu jika itu Jero ! Sungguh Li .... Semua terjadi begitu cepat ! Aku kira dia Kak Albert karena dia memelukku erat . lni semua hanya salah paham !! " gugup Via menjelaskan , wajahnya yang masih terlihat ketakutan membuat Lia tak ingin memperpanjang masalah ini lagi .


" A-apa .... Tapi aku tidak memelukmu !! " lirih Jero menyangkal penjelasan yang baginya sangat salah itu . Dia bahkan tidak tahu jika tadi Vialah yang sudah memeluknya erat . Ada keinginan untuk marah pada wanita yang merupakan saudari kembar istrinya tapi ketika melihat wajah yang masih pias itu dia menjadi tidak tega . Hatinya baru lega ketika di depan sama sang istri sedang mengangguk pelan padanya seolah dia sudah tidak mempersoalkan hal yang barusan terjadi .


Lia dan Albert berjalan mendekat , jika Lia sudah tenang maka berbeda halnya dengan Albert . Wajah pria itu masih kemerahan pertanda dia sedang menahan emosinya . Sebelum psikiater itu mencapai istrinya Odelia tampak berkata lirih padanya dan ajaibnya itu cukup mampu meredam api yang tadinya menyala hebat di hatinya .


" Kak Albert .... sudah jangan marah lagi "


Walau terlihat menghela nafas kasar tapi Albert terlihat mengangguk , dia tahu jika Lia sedang menjaga perasaan orang orang yang sedang berdiri diruangan ini . Elda yang tadinya marah pada Jero pun sekarang terlihat mengkhawatirkannya . Sebagai sesama wanita Elda pasti tidak ingin Albert berbuat kasar pada istrinya .


Dan Jero yang melihat istrinya mendekat segera menyambutnya , dipeluknya erat tubuh dengan jiwa penuh kasih itu . Sifat Odelia yang pemaaf dan mampu bersikap dewasa seperti inilah yang membuatnya jatuh sejatuh jatuhnya pada pelukis cantik itu .

__ADS_1


" Sayang , tadi aku ... "


" Aku tahu , aku mencintaimu ! " sahut Lia mencium sekilas bibir sang suami agar tidak meneruskan kata katanya , sesuai dengan petuah ke empat mertuanya jika masalah seberat apapun memang harus mereka bicarakan . Mereka bisa berbicara empat mata di atas ranjang , menurut empat wanita itu ranjang adalah tempat paling strategis untuk menyelesaikan semuanya . Walau tak yakin tapi dia harus mencobanya , bukankah dia harus belajar dari senior senior uang nyatanya bisa puluhan tahun hidup bahagia dengan para suami mereka .


Di lain sisi Albert mencengkeram.lengan istrinya dan perlahan membawanya melangkah pergi . Elda pun terlihat berjalan di belakang mereka bermaksud pergi ke kafe mengurus pesanan mereka tadi . Sepertinya dia akan makan malam sendirian lagi kali ini .


Tapi mata gadis itu memicing ketika ada seorang pria yang ia kenal berdiri ditengah area parkir . Pria itu berdiri bersandar pada mobilnya dengan tangan yang sepertinya sibuk mengetikkan sesuatu di ponselnya . Elda berpikir jika Ryota mungkin sedang mencari atasannya .


Dengan langkah berat Elda mendekati pria itu , bagaimanapun juga pria itu pernah menolongnya saat itu di klub malam . Berkat Ryota dia terbebaskan dari riuhnya para pria hidung belang yang sedang mengincarnya .


" Tidak , aku mencarimu .... " jawab Ryota mengantongi ponselnya di dalam saku jasnya , pria itu memang masih mengenakan setelan formalnya . Hawa yang lumayan dingin malam ini membuat Ryota masih mengenakan jasnya .

__ADS_1


" Tapi aku tidak punya urusan denganmu "


" Sepertinya kali ini kau salah , tadi istri bos sendiri yang menulis pesan padaku jika aku bisa minta tolong apapun padamu . Aku baru saja datang dan belum terlalu mengenal kota ini . Aku ingin mencari tempat menginap yang tidak terlalu jauh dengan tempat bersenang senang , kau pasti tahu maksudku .... Dan kebetulan perutku sangat lapar , temani aku mencari tempat makan sebelum kita mencari tempat menginap "


Ryota memang baru hari ini bisa datang karena ia harus merampungkan beberapa pekerjaan yang seharusnya ditangani oleh Jero . Malam ini dia datang karena setidaknya bisa datang ke perayaan kedua yang akan di gelar besok . Walau kabarnya hanya sebuah perayaan sederhana tapi setidaknya ia bisa menghadiri dan ikut merasakan kebahagiaan sahabat baiknya .


" Jika kau lapar sekarang ikut aku ... " ujar Elda berjalan menuju kafe kecil tempat dia memesan makanan tadi . Beruntung para pelayan baru selesai mengantar makanan makanan itu hingga masih mengepul panas .


" Kita makan disini ?? Bagaimana bisa kita belum memesan tapi mereka sudah menyajikan banyak makanan !? "


" lnilah kotaku ... tidak ada yang tidak mungkin disini !! " sahut Elda sekenanya , wanita itu segera duduk dan menyantap isi piring didepannya . Ada senyum geli yang ia sembunyikan ketika melihat wajah terkejut dan tak percaya pada pria di depannya .

__ADS_1


" Makanlah sebelum piring piring didepanmu itu yang memakanmu "


" Cerewet !!! "


__ADS_2