
" Butuh bantuan Nyonya !? " tanya Jero ketika melihat istrinya mulai membuka satu persatu dress pernikahan mereka , Lia tampak kesusahan saat tangannya ingin mencapai releting belakang dress-nya .
" Biasanya mudah , kenapa ini sulit sekali ! " gerutu Lia mengerucutkan bibirnya . Keadaan seperti ini seolah membuat dirinya seperti sedang mengundang pria di belakangnya untuk menyentuhnya . Dan wajahnya benar benar memerah ketika melihat Jero datang mendekat padanya , tapi sesaat kemudian gadis itu berpikir jika sudah menjadi kewajibannya untuk melayani sang suami jika saat ini Jero akan meminta haknya .
Tangan Jero dengan lincah membantu istrinya membuka kain yang menempel ditubuhnya , hingga pria itu harus memejamkan mata menahan gejolak dirinya ketika melihat punggung mulus istrinya . Perlahan tangannya melingkar di pinggang ramping istrinya dan dikecupnya pundak terbuka sang istri dengan sangat lembut .
" Kak Jero .... "
" Ssstttttt ... aku tahu kau sangat lelah sayang , lagipula rangkaian acara kita masih sangat panjang . Aku akan meminta hakku jika semuanya sudah benar benar selesai " lirih Jero dengan suara sedikit tergetar , aroma tubuh dan kelembutan kulit istrinya benar benar sedang menguji kewarasannya .
Jika saja tidak mengingat resepsi nanti malam maka tangan pria itu pasti sudah dengan lincah melepas dua penutup terakhir yang saat ini dikenakan istri cantiknya . Apapun yang ada dibalik dua helai kain berwarna coklat muda itu seakan sedang mengundangnya untuk segera menyentuhnya . Apalagi ketika Odelia malah membalikkan badan untuk membalas pelukannya .
__ADS_1
" Yakin bisa tahan !? " bisik wanita itu tepat ditelinganya .
" Jangan menggodaku sayaaanngg .... !! "
Tanpa aba aba Jero segera meraih bibir kemerahan sang istri , awalnya dia bermain di atas benda kenyal itu dengan sangat lembut . Hisapan dan cecapan dia lakukan dengan sangat hati hati karena Jero ingin Lia bisa menikmati sensasinya . Tapi nyatanya pertahanannya runtuh juga , hisapan lembut itu menjadi l*matan l*matan yang penuh tuntutan . Dengan sangat rakus lidahnya menerobos masuk untuk merasai dan menyapu semua yang ada dalam mulut istrinya .
Hingga tautan bibir mereka terlepas karena mereka harus mengambil sebanyak banyaknya oksigen untuk menenangkan debaran jantung mereka . Jero menyapu sisa saliva di ujung bibir sang istri dengan ibu jarinya . Mereka sama sama sedang mengatur nafas mereka yang tersengal . Sungguh wajah dengan rona kemerahan itu terlihat berkali lipat lebih seksi di matanya .
" Kak ... jangan tatap aku seperti itu ! " lirih Odelia menenggelamkan kepalanya dalam rengkuhan suaminya , pandangan intens Jero membuat tubuhnya serasa tidak bertenaga .
Setelah mengecup kening istrinya Jero melangkah menuju kamar mandi dengan tetap menautkan tangannya pada tangan istrinya . Hingga Lia dengan patuh berjalan di belakang dengan bayangan bayangan apa yang akan terjadi nanti di dalam sana .
__ADS_1
Baru kali ini dia berada dalam kamar hanya berdua dengan seorang pria , berbagi apapun bersama sama bahkan saat dia harus melepas semuanya di kamar mandi . Di lihatnya pria halalnya dengan sangat terampil mengisi bath up , mengatur kehangatan air dan memberinya sabun aroma terapi . Dan Odelia harus membuang pandangannya kesamping ketika pria itu melepas semua kain yang menempel di tubuhnya hingga kini polos sempurna di depannya . Padahal pria itu tahu jika dirinya yang ingin berendam .
" Kak Jero mau apa ?! "
" Ini kamar mandi sayang , tentu saja ingin mandi !! "
" Tapi bukannya Kak Jero menyiapkan ini untukku !? " kata Lia yang terkejut ketika dua tangan Jero meraih wajahnya agar tidak membuang pandangannya .
" Aku berubah pikiran , terlalu lama jika mandi sendiri sendiri . Jangan buang pandanganmu sayang ! Lihat aku .... kau harus mulai terbiasa dengan ini ! "
" Kak !! " pekik Lia saat tangan kekar itu menuntunnya untuk menyentuh setiap jengkal tubuh sempurna di depannya . Jero menahan tangannya ketika dia merasa sudah menyentuh sesuatu yang lembut tapi sangat keras di bawah sana .
__ADS_1
" lts yours ... itu milikmu sayang ! " ujar Jero mengerlingkan satu matanya kemudian dengan lincah tangannya merenggut dua penutup terakhir di tubuh istrinya . Dia tersenyum ketika reflek dua tangan Lia menutupi dua area sensitifnya .
" Jangan ditutupi karena semua itu sudah menjadi milikku .... You are mine Odelia Al Shamma ! "