
" Come on Mom aku tidak apa apa , ini hanya luka gores saja ! " kata Lia pada Anna yang yang bersimbah air mata ketika pertama datang melihatnya . Wanita parubaya yang masih sangat cantik di umurnya sangat shock melihat keadaan putri bungsunya yang terletak di ranjang pasien .
" Sayang , putrimu gadis yang kuat ! Kau juga sudah mendengar jika dokter yang menanganinya mengatakan jika Lia baik baik saja . Dia hanya butuh istirahat untuk beberapa hari ke depan " kata Abbio mengelus lembut bahu istri tercintanya .
" Sebentar lagi dia menikah , tapi kejadian buruk menimpanya !! "
" Maafkan saya Aunty , saya tidak bisa menjaga Odelia dengan baik ! Seharusnya saya bisa mencegah kejadian seperti ini ! " kata Jero yang dari semalam setia menunggui calon istrinya .
" Bukan salahmu dude ! Kelak kau harus terbiasa dengan kejutan kejutan darinya ! " sahut Abbio yang tak pernah menyalahkan siapapun atas kejadian ini . Dari kecil ia sendiri yang menjadi mentor untuk putrinya jadi dia sangat paham seperti apa watak putrinya .
" Semua sudah mulai dipersiapkan untuk perhelatan pernikahan kalian satu minggu ke depan . Mommy dan Daddymu akan datang ke Dubay tiga hari lagi karena Dewa sedang mendampingi Janu Kamma yang mengerjakan Mega Proyek yang ada di Borneo ! "
Jero hanya mengangguk , ia tahu jika putra sulung dari pilar pertama itu sedang gencar gencarnya melebarkan sayapnya disetiap daerah yang ada di negerinya sendiri . Janu adalah salah satu panutan yang selalu mendukungnya . Menjadi seorang ayah dari seorang putri menjadikan Janu bertambah dewasa dan bijaksana .
__ADS_1
" Tapi bagaimana jika lukaku belum sembuh ketika hari H pernikahan nanti ?? Apa kita perlu menundanya ?! " tanya Lia dengan mata tertuju pada ibunya .
" Terse .... "
" TIDAKKKK !! Ehhmmm maksud saya semua sudah disiapkan , tidak baik jika tiba tiba menundanya . Saya tidak masalah jika harus menikahi Odelia ditempat ini , saya yang akan mengambil alih tugas kalian sepenuhnya untuk menjaganya . Saya akan berusaha agar kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi ... " ujar Jero mantap , dia tak mau lagi terpisah dengan pemilik hatinya .
Lia hanya bisa menghela nafasnya ketika mendengar perkataan calon suaminya , sebelumnya dia sudah menduga jika Jero akan mengatakan hal itu .
" Ya sudah jika itu maumu , kami hanya bisa mendukung ! Sekarang pulang dan beristirahatlah , giliran kami yang akan menjaganya " kata Anna yang melihat raut lelah Jero .
" Auntymu benar dude ! Kau harus menjaga kesehatan dan kebugaran karena sebentar lagi adalah hari pernikahan kalian . Jika putriku sakit maka kau harus benar benar sehat agar bisa menjaganya dengan baik ! "
Jero akhirnya mengalah dan menuruti kata kata calon mertuanya . Setelah berbasa basi akhirnya ia keluar dari rumah sakit itu . Rencananya sebelum.puldmg ke apartemen ia ingin menemui kakak sulungnya terlebih dulu untuk menanyakan sindikat prostitusi yang kemarin mereka tangani . Bukan musuh yang ' besar ' untuk mereka tapi Jero merasa semua harus di tuntaskan agar tidak menjadi duri dalam daging di kemudian hari .
__ADS_1
Sementara di salah satu sudut rumah sakit dua orang sedang berdiri berhadapan dengan masing masing menatap sinis satu sama lainnya .
" Mau apa kau kesini hahh !!! Bukannya aku sudah mengirim kalian semua kembali ke Dubay ?? " Ryota tak sengaja bertemu dengan sahabat dari Odelia . Pria muda itu datang karena sesaat tadi ia mendapat perintah untuk menjemput Jero . Atasannya itu mengatakan ingin diantar ke suatu tempat dimana kakak sulungnya berada .
" Aku sahabatnya , tentu saja aku ingin menengoknya ! Aku sudah katakan dari awal jika aku akan kembali ke Dubay hanya jika bersama Lia " seru Elda yang tak suka dengan gaya bicara Ryota yang seperti terlalu mengatur hidupnya . Sejak dulu dia tak suka diatur oleh siapa pun termasuk kedua orang tuanya . Ayah dan ibunya sangat menginginkan dia agar meneruskan perusahaan turun temurun mereka . Tapi nyatanya Elda lebih memilih hidup bebas sebagai seorang seniman walau sebenarnya ia adalah lulusan terbaik jurusan manajemen di kampusnya .
" Kau terlalu keras kepala dan terlalu ingin tahu , dan kau lihat apa akibatnya bukan ?? Gara gara rasa ingin tahumu sahabatmu menjadi terluka !! Nona Odelia menyambangi markas penjahat yang sempat kau intai sendirian !! And see ????? Dia terbaring di ranjang pesakitan gara gara kau !! " kesal Ryota yang semalam menjadi saksi banyaknya darah mengucur dari luka calon istri atasannya itu .
" Tapi aku tidak memintanya untuk pergi kesana !! "
" Cihhh ... kau sebut dirimu sahabat tapi kau bahkan tidak tahu watak dan perangai sahabatmu sendiri ! Nona Odelia tidak pernah suka jika kaumnya direndahkan .... dia akan melakukan segala cara untuk menolong walau ia harus mempertaruhkan nyawanya sendiri ! Lain kali jika bertemu penjahat maka diam dan jangan bertingkah .... dasar tukang merepotkan !! "
Elda menundukkan kepalanya ketika pria menyebalkan didepannya sudah pergi . Dia merasa apa yang di katakan Ryota sangat benar . Jika dia terlalu keras kepala dan terlalu ingin tahu , tanpa sadar jika itu semua bisa membahayakan orang lain .
__ADS_1
" Maaf .... "