Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
62


__ADS_3

Olivia mengucapkan semua sumpah serapahnya karena harus turun dari balkon kamarnya dengan kain sprei yang ia ikatkan hingga bisa sampai ke bawah . Naasnya para penjaga enggan membantunya keluar dari mansion karena sudah mendapat perintah dari Albert agar mencegah sang istri keluar malam ini .


" Aku pemilik mansion ini , jadi kenapa kalian malah mematuhinya hahh !! Aku Olivia Al Shamma .. Jika Daddy atau Mommy tahu kalian sudah bersama sama menindasku maka aku pastikan besok kepala dan tubuh kalian akan terpisah !! " ancam Via pada dua penjaga yang bersikeras mencegahnya keluar .


Kebetulan kedua orang tuanya sedang keluar menjamu keluarga besar Adipraja karena besok keluarga besar itu akan kembali pada esok harinya . Dia yakin jika Abbio atau Anna dirumah pasti akan sangat mendukung Albert untuk mengurungnya . Entah jampi jampi seperti apa yang Albert gunakan sehingga kedua orang tuanya selalu mendukung tindakannya .


" Maaf Nona tapi .... "


" Baik jika begitu , aku akan telpon Grandpa dan memintanya untuk menyeret kalian ke kamp pelatihan yang ada di tengah hutan !! Aku yakin dengan senang hati orang orang disana akan menghukummu !! "


Olivia tersenyum ketika sepertinya ancamannya berhasil , dua pria di depannya langsung ciut ketika mendengar nama Grandpanya disebut . Semua orang tahu walau sudah tidak muda lagi tapi Gaffar Al Shamma adalah mantan mafia bengis yang pernah menguasai dunia .


Dan tanpa membuang waktu lagi Via segera berlari ke garasi dan meminta supir untuk mengantarnya ke sanggar . Dia yakin Albert sudah keluar dari kamar mandi dan mengetahui jika dia sudah melarikan diri .


" CEPAT !!! " seru Via pada supirnya , kemanapun pergi dia akan membawa supirnya karena ia belum mempunyai izin menyetir sendiri .

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian ia sampai di tempat tujuannya . Suasana sudah sangat ramai disana , beberapa tamu malah sudah keluar dari gedung untuk pulang . Sesaat dia diingatkan dengan pesta pernikahannya sendiri , dulu pesta pernikahannya berkali lipat lebih megah dari yang di gelar Jero dsn Odelia. Tapi semuanya terasa hampa karena waktu itu Jero tidak hadir . Pria itu menepati janji untuk tidak menemui Odelia sebelum waktu mereka bertemu . Dan itu di lakukan untuk penebus sebuah kesalahan yang di lakukan Jero .


Kesalahan yang menurutnya bukan sebuah kesalahan . Dia merasa wajah ataupun penampilannya lebih cantik dari Via , sangat wajar jika Jero jatuh cinta pada pandangan pertama padanya . Albert benar , dia terlalu gegabah waktu itu . Dia malah menuruti kata hatinya yang menginginkan saudaranya menderita . Dia ingin Lia melihat dengan mata kepala sendiri jika cinta bungsu generasi kedua Adipraja itu sangat besar untuknya , dia ingin Lia meratapi nasibnya karena tak akan pernah mendapatkan pria yang sudah menjadi idolanya dari kecil .


" Hei ... sedang meratapi nasib Nona Al Shamma ?? "


Suara seorang wanita membuatnya berjingkat karena terkejut , terlebih lagi ketika wanita itu tiba tiba dengan beraninya menyeretnya ke arah taman samping gedung . Tempat yang sepi karena acara pesta hanya berpusat di aula bawah . Walau bertubuh ramping wanita itu sepertinya punya tenaga yang sangat kuat , terbukti ia tak bisa melepaskan diri dari cengkeramannya . Sampai di taman samping barulah wanita itu melepaskan tangannya , Via menyentuh pergelangan tangannya yang cukup nyeri karena sudah dua kali mendapat perlakuan seperti ini .


" Hai ... Apa kau masih ingat padaku Nona Olivia Al Shamma !? " walau terdengar sangat ramah tapi seringai wanita cantik di depannya terlihat sangat menakutkan .


" Tapi aku senang karena bisa berurusan dengan wanita gila sepertimu , kau tahu kenapa ?? Karena kita sama sama gila ha .. ha ... "


Malam ini kebetulan Vania dan suaminya mendapat tugas untuk pamit pada Jero dan Lia karena besok seluruh keluarga Adipraja akan kembali . Dan saat ingin masuk ke gedung kebetulan ia melihat Olivia sedang berdiri di depan pintu masuk dengan pandangan yang ia sangat tahu artinya . Beruntung sang suami mengijinkannya untuk bicara terlebih dahulu pada wanita yang menurutnya lebih gila darinya . Psikopat yang bersembunyi di balik wajah malaikat cantik yang sempurna .


Vania menarik kembali tangan Olivia yang ingin beranjak pergi dari hadapannya .

__ADS_1


" Jangan berani pergi sebelum aku selesai bicara padamu Nona !! " kata Vania penuh penekanan .


" Aku adalah putri tertua Al Shamma, jadi jangan berani menggangguku karena aku bisa saja meminta Daddy atau Grandpa untuk melenyapkanmu !! "


Bukannya takut menantu Adipraja itu malah tertawa terbahak dengan sangat keras . Dia tampak menyodorkan ponsel yang di ambilnya dari tas jinjingnya .


" Pakai saja ponselku jika kau ingin menghubungi mereka . Kebetulan aku menyimpan nomor mereka ! Sekalian nanti aku akan katakan jika bidadari kecil mereka sedang merencanakan sesuatu untuk mengacaukan pernikahan adik kembarnya sendiri . Jika bidadari kecil mereka sudah melarikan diri dari mansion dengan menggunakan tali terbuat dari sprei .... "


" Aku tidak ingin berbasa basi lagi Nona Via , simpan saja apa yang ada dalam.otskmu itu !! Berani kau sentuh Jero dan istrinya maka aku tidak akan segan lagi padamu !!! Bahkan nama besar keluargamu tidak akan pernah bisa menyelamatkanmu dariku ... Iblis cantik sepertimu memang lebih pantas menjadi ratu di neraka "


" Aku tidak takut !! " kilah Via yang tidak ingin terlihat lemah walau sebenarnya ia bergidik ngeri melihat tatapan mata dari istri Gema Aksa itu .


" Tidak ... Kau memang tidak boleh takut !! Akan menyenangkan bermain main dengan wanita gila sepertimu !! Bye Nona Olivia "


Olivia tak bergeming ketika melihat wanita cantik itu melenggang pergi . Kebenciannya semakin menjadi karena perkataan sang suami benar , jika semua orang sangat menyayangi Odelia . Padahal dialah yang dibuat menderita selama ini .

__ADS_1


__ADS_2