
" Sayang , bukannya semalam kau yang minta Elda mencarikan hotel untuk Ryota !? " tanya Jero yang sudah berkali kali menghubungi sahabatnya tapi ponsel Ryota tidak juga aktif , dia khawatir karena ingat sepak terjang pria itu . Jero tak ingin Elda menjadi korban Ryota karena Elda adalah sabahat baik istrinya .
" Semalam Elda kirim pesan jika dia membawa Kak Ryota ke resort milik Daddynya . Dia ingin sekalian mengecek kondisi resort karena sudah lama sekali dia tidak datang langsung ke sana " sahut Lia yang harus menahan dada sang suami yang sudah menempel padanya seperti seekor cicak . Dua tangan pria halalnya sudah melingkar erat di pinggangnya hingga mereka seperti satu kesatuan yang tak terpisahkan . Padahal mereka sedang di tengah aula sanggar bersama beberapa teman , Via juga ada diruangan itu .
" Resort ?! "
" Ya resort milik keluarga Elda ada di pinggir pantai , perjalanan sekitar satu sampai dua jam kesana . Kak Jero mau sekali kali main kesana ?? Pantainya sangat indah " kata Lia mulai memundurkan sedikit kepalanya karena wajah tampan itu sudah mulai mendekat . Dia bisa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika dia membiarkannya .
" Kak ... malu ihhhh !! " lirih Lia ketika Jero mulai mengendus tengkuk istrinya . Lia yakin jika saja mereka hanya berdua saja maka akan terjadi satu sesi panas , karena baru ia tahu jika seorang Jeronimo yang terlihat pendiam dan angkuh ternyata adalah pria mesum yang selalu bisa memanfaatkan keadaan . Seperti pagi ini ketika dia sedang membersihkan diri di kamar mandi tiba tiba saja dengan santainya sang suami dengan tubuh yang sudah polos sempurna menyusulnya , dan bisa ditebak jika tubuhnya benar benar ' bersih ' oleh tangan dan sapuan bibir suaminya .
" Ckk tapi aku suka baumu !! Aroma tubuhmu sangat menenangkan tapi sekaligus bisa mengacaukan semuanya sayang ! Tapi tidak usah khawatir aku tau batasanku ... " lirih Jero tepat di samping telinga istrinya . Sebenarnya ia melakukan hal itu karena dari tadi ia melihat sekilas jika Via sering mengarahkan pandangan pada mereka . Mungkin terlalu kekanakan , tapi sungguh Jero ingin mengumumkan pada semua atau mungkin bahkan pada seluruh dunia jika wanita yang berada dalam rengkuhannya adalah miliknya .... hanya miliknya ! Dan begitu pula sebaliknya , jika dirinya sudah seutuhnya menjadi milik istri cantiknya .
__ADS_1
" AWWWWSSHHH !!!! "
Jero dan Lia reflek melihat ke arah suara dan Lia langsung melepaskan rengkuhan sang suami ketika melihat wajah kakaknya yang terlihat kesakitan . Via tampak mengangkat satu kakinya dan tampak dua buah paku payung bersarang disana .
" Kak Via !! "
Odelia yang tahu kakaknya tidak pernah sekalipun terluka oleh sesuatu segera dengan lembut melepas dua paku kecil yang tertancap . Via memang melepaskan heels nya karena tadi duduk dilantai bersama sama teman sanggar yang sedang membuat hiasan kertas . Hanya ada sedikit darah yang mengalir disana tapi raut panik Via membuat Lia harus menenangkannya .
" Ted tolong ambil kotak obatnya ... " pinta Lia pada salah satu temannya . Dia ingin membersihkan luka itu dengan cairan antiseptik dan membalutnya dengan plester luka .
" Cihh ... Luka seperti itu tidak akan membuatmu lumpuh , berlebihan .... " gumam Jero yang samar masih bisa di dengar oleh Lia ataupun Via.
__ADS_1
Odelia menatap tajam sang suami yang berdiri berkacak pinggang dengan memandang malas ke arah Via . Kepalanya menggeleng pelan seolah ingin berkata agar suaminya diam .
" Aku akan bersihkan lukanya dulu , tapi jika Kak Via ingin kerumah sakit nanti aku dan Kak Jero yang akan mengantar "
" Bukannya kau masih sibuk disini Li ?? Tidak apa apa jika Kak Jero saja yang mengantar , nanti tiba di rumah sakit aku akan menelpon Kak Albert untuk mengantarku pulang ! "
Odelia menghela nafasnya walaupun dia tahu Via tak bermaksud apa apa tapi Jero pasti tidak akan mau menuruti permintaan itu . Jero berubah menjadi kurang menyukai kakaknya akibat kejadian semalam . Suaminya berpikir jika Via sudah memutarbalikkan fakta hingga Albert salah paham dengannya .
" Kakinya yang terluka , tapi otaknya yang sudah bergeser !! " gumam Jero dalam hatinya kesal .
" Kak Jero tidak bisa karena setelah ini dia akan ada meeting dengan staff resto dan hotelnya . Ya sudah kalau begitu aku dan Ted yang akan mengantar Kak Via , jangan khawatirkan tentang persiapan acaranya karena masih banyak teman yang bisa di andalkan . Nanti biar aku yang telpon Kak Albert agar menjemput Kak Via di rumah sakit !! " akhirnya Lia berkata seperti itu untuk jalan tengahnya , dia tahu apapun yang terjadi suaminya tidak akan mau menuruti permintaan kakaknya .
__ADS_1
" Apa kau tidak suka jika Kak Jero hanya berdua denganku !? "
" Tidak akan ada wanita yang rela suaminya berdua bersama wanita lain Kak " jawab Odelia dengan tersenyum .