Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
8


__ADS_3

" Senang bertemu dengan anda Tuan Jero ! Saya sengaja mengundang anda di restoran terdekat mengingat anda sangat sibuk sekali !! " seorang pria dengan rambut yang mulai memutih menyambut kedatangan Jero dengan ramah .


" Selamat siang Tuan Tom, sebuah kehormatan bagi saya untuk memenuhi undangan anda " sahut Jero yang membalas pelukan sekilas dari pria yang sudah dari awal menjadi mitra kerja Aira mendirikan jaringan restoran dan kafenya yang mendunia .


Tidak salah jika pria bernama Tom itu mengundang Jero di tempat yang tidak jauh dari kantornya karena memang biasanya Jero bertemu dengan kliennya hanya di kantornya agar lebih efisien waktu , atau jika tidak maka dia sendiri yang datang ke perusahaan klien agar tahu kinerja orang yang bekerjasama dengannya .


Walau makan siang kali ini bersuasana santai tapi tetap saja mereka selipkan pembicaraan bisnis di dalamnya . Hingga seorang wanita muda muncul tiba tiba menghampiri mereka , Jero bisa melihat pria di depannya menatap tidak suka gadis . Tapi Jero berusaha untuk diam dan tidak mencampuri urusan pribadi kliennya itu .


" Aku sudah menghubungimu berkali kali Dad ! Kenapa kau tidak mengangkatnya ?? " setelah mengangguk sekilas pada Jero gadis itu melemparkan sebuah pertanyaan pada Tom .


" Sepertinya anda harus berbicara dengan putri anda dengan lebih pribadi Tuan , untuk itu saya pamit untuk kembali ke kantor . Lagipula acara makan siang kita sudah selesai ... " kata Jero beranjak dari duduknya dan menjabat tangan pria yang masih terlihat merasa tidak enak karena sudah mengacaukan acara mereka .


" Saya minta maaf Tuan Jero ... "


" lts fine ... tidak masalah Tuan "


Jero kemudian melangkah menjauh meninggalkan meja itu , samar ia dengar suara ketus pria bernama Tom itu kepada gadis muda tadi . Jero tahu jika wanita muda itu jelas jelas bukan anak dari kliennya , tapi dia tidak berhak mengetahui urusan pribadi orang lain .

__ADS_1


Tapi tiba tiba langkahnya terhenti walau dia masih berada di lantai dua restoran itu . Matanya tertarik untuk melihat pemandangan yang ada di seberang jalan . Dari dinding kaca dia bisa melihat sosok cantik yang ia rindukan .


Gadis itu sedang tertawa lepas di dalam sebuah troli yang di dorong oleh seorang pria . Jika dilihat dari penampilannya dapat dipastikan jika pria itu adalah seorang seniman juga . Odelia terlihat sangat nyaman ketika berada di sisi pria lain , dan itu membuat hatinya panas serasa terbakar . Tapi untuk marah pun dia tak bisa karena gadis itu belum menjadi miliknya .


Mereka berpisah saat tak ada status apapun dalam hubungan mereka . Odelia meminta waktu ketika ia menyatakan cintanya , tanpa mengatakan perasaan gadis itu padanya . Dan Jero menghormati sikap Lia karena dia tahu luka yang dia buat sudah terlalu dalam . Dengan bodohnya ia mengejar gadis yang merupakan saudara kembar Lia hanya karena salah mengira .


lngin sekali Jero mengejar dan menemui Odelia sekarang juga , atau mungkin menemui pria itu kemudian menghajarnya ! Tapi jika itu ia lakukan maka akan ada suasana canggung dan Lia akan kembali membencinya .


Jero tak peduli , yang ingin ia lakukan sekarang adalah menemui dan bicara pada gadis pemilik hatinya . Dia ingin berbicara tentang hubungan mereka , setidaknya dia tahu kelanjutan hubungan mereka setelah dua tahun yang berat ini dia lewati .


BRUUGGHHHH .....


Jero kaget dan reflek menahan tubuh seseorang yang menabraknya dari belakang . Dia sedikit terkejut karena seperti mengenali sosok wanita yang ada di dalam pelukannya .


" Jangan tinggalkan aku .... jangan tinggalkan aku ! Kau sudah mengambil semua dariku , aku tidak punya siapa siapa lagi di sisiku . Jangan terlalu kejam padaku Dad !! " Isak gadis itu .


Jika saja dia adalah seorang pria dapat dipastikan jika sekarang ia akan menghajarnya karena sudah sangat mengganggu waktunya , tapi Jero tidak akan bisa menyakiti seorang wanita siapapun atau apapun alasannya .

__ADS_1


Dengan pelan ia melepas paksa rengkuhan gadis yang sedang kalut itu . lsakannya yang menyayat hati cukup menjadi pusat perhatian keramaian orang siang itu hingga Jero menarik gadis itu lebih ke pinggir .


" Maaf Nona aku tidak punya urusan denganmu , bukankah kau adalah putri dari Tuan Tom ?! "


" Jangan tinggalkan aku ! "


Jero menghembuskan nafasnya kasar karena gadis di depannya masih saja kalut . Gadis itu hanya bisa menangis dan menggelengkan kepalanya . Jero adalah pebisnis handal tapi ia bukan pria yang pandai mengatasi masalah seperti ini .


" Hei ... jika ada gadis yang menangis maka Carikan tempat yang nyaman untuk dia duduk , baru ajak dia bicara "


DEGGHHHHHH ...


Mata Jero terpaku mendengar dan melihat seorang gadis yang ada di depannya dan menuntun gadis yang menabraknya untuk duduk di kursi halte yang tak jauh dari tempat itu . Suara itu seperti mempunyai kekuatan sihir hingga ia bahkan tak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya .


" Kenapa berdiri disitu ? Gadismu sedang menangis Tuan Jero ... " pekik suara dari gadis yang ia rindukan .


" A-apa ? Gadisku !? "

__ADS_1


__ADS_2