
Seorang wanita yang masih mengenakan baju pelayannya sedang berdiri dengan kepala tertunduk didepan dia wanita muda yang saat ini duduk di area dapur restoran . Sengaja Vania dan Ava duduk disana agar ' tersembunyi ' dari keluarga besarnya yang sebagian masih santai di area kolam renang .
" Kau tahu bukan jika pemilik tempat ini adalah adik ipar kami !? ltu artinya kau bisa kapan saja dipecat jika melakukan kesalahan . Sekarang aku ingin bertanya padamu dan kau harus menjawabnya dengan jujur , kami jamin jika hanya kami yang akan mengetahui tentang hal ini ... Hanya kami ! " kata Ava yang tadi sempat merasa tidak enak karena Olivia tidak sengaja berada di pinggir kolam karena mengejar putranya yang baru bisa berjalan , Prabu Endaru Adipraja .
Prabu berlari ke arah kolam ketika Ava sedang menurunkannya sebentar untuk mengambil puding kesukaan bocah gembul itu . Olivia yang melihat segera mengejar karena khawatir bocah itu tercebur ke kolam , tapi kemudian dia bernafas dengan lega karena ternyata Janu sudah mengantisipasi dengan berlari dan membopong putranya . Tapi naas untuk Via karena seorang pelayan malah tak sengaja menyenggol tubuhnya hingga tercebur ke air kolam .
" S-saya minta maaf Nyonya , tapi kejadian itu memang tidak saya sengaja . Nyonya Olivia tiba tiba saja ada di depan saya dan saya tidak terlalu memperhatikan langkah karena sedang membawa enam gelas kopi panas . Jika ada yang harus disalahkan maka salahkan saya ... Tidak ada orang lain yang terlibat " ujar sang pelayan ketakutan , wanita itu sangat tahu bagaimana perangai para wanita Adipraja terutama sang pemimpin klan Alvaro yang tak kenal ampun .
__ADS_1
" Ada yang mengancam dirimu ? Kau sedang dalam kesulitan !? " tanya Vania dengan nada mengintimidasi .
" T-tidak .... " jawab singkat sang pelayan dengan dua tangan saling meremas karena gugup . Vania dan Ava saling memandang , sepertinya interogasi yang mereka lakukan terlalu cepat . Mereka yakin ada sesuatu di belakang pelayan itu dan mereka akan menyelidikinya sendiri .
Sementara itu Albert yang sudah berhasil membawa membawa Olivia ke kamar langsung menutup pintu dan menurunkan istrinya . Sebuah seringaian samar terlihat dibibirnya !
" Kak Albert bisa pulang dulu , nanti malam kami akan merencanakan perayaan pernikahan Lia di sanggarnya . Elda dan beberapa teman dari sanggar juga akan datang , tidak enak jika aku sebagai kakak tidak hadir disana "
__ADS_1
" Terserah !!!! "
Setelah membersihkan dirinya Olivia berbaring di ranjang disamping suaminya yang duduk dengan memangku laptopnya . Belum juga sembuh rasa shocknya akibat tercebur di lantai ia sudah dihadapkan dengan sifat angkuh suaminya .
Dulu ia berpikir jika hidupnya akan indah seperti kisah kisah putri di negeri dongeng yang dia baca . Dia mengira akan hidup bahagia bersama pria penyayang dan sangat pengertian seperti Albert .
Dulu sekali saat remaja dia dan agik kembarnya sangat mengidolakan Jeronimo . Mereka berpikir pria tampan dan kaya seperti Jero adalah seorang pangeran yang suatu saat akan membawa mereka pergi dengan kuda putihnya . Tapi saat pria itu datang untuk menyatakan rasa cintanya , Olivia menjadi tidak percaya diri karena sangat banyak kekurangan pada dirinya .
__ADS_1
Odelia dan mommynya pernah menasehati jika Jero bukan pria picik yang hanya bisa melihat kekurangannya saja . Dan entah kenapa hatinya malah terikat pada psikiater yang menangani phobianya , sifat lembut Albert membuat ia sejatuh jatuhnya terbuai dalam pesonanya . Dan dengan mudah ia melupakan rasa yang ia miliki untuk Jero .