
" Elo tahu ? Dia kesetanan mencarimu semalam saat di klub , matanya terus mencarimu di antara kami . Dia terlihat sangat khawatir padamu Li , Jero masih sangat mencintaimu "
Paginya Elda menceritakan semua tentang kejadian semalam pada sahabatnya . Elda tahu jika hubungan sang sahabat dengan pria bernama Jeronimo sedang tidak baik baik saja hanya karena masalah sepele . Rindu yang seharusnya tersalur dengan saling memeluk malah disalurkan dengan saling bicara ketus .
" Jika dia rindu maka dia akan datang ke tempat ini ! " sahut Lia , pagi ini pameran belum terlalu banyak pengunjung jadi mereka bisa leluasa bicara satu sama lain .
" Come on , kita bukan lagi abege Li . Yang berharap pasangan kita terjatuh dan berlutut dengan aturan aturan kita . Dua tahun membuat kalian sudah sangat dewasa untuk menghadapi masalah terutama menyangkut hubungan kalian . Aku bisa melihat jika Jero sangat mencintaimu ... "
" Tapi ada hati yang lain yang berharap padanya " kata Lia dengan menghembuskan nafasnya kasar . Masih segar dalam ingatannya bagaimana seorang Dara sangat bersemangat bercerita tentang sosok yang di impikan menjadi pangeran yang akan membawanya hidup di istana dan hidup berbahagia .
Sungguh dia tak ingin lagi mengalah , tapi Lia pun tidak berhak melarang rasa yang ada di dalam hati Dara . Dia dan Jero belum punya ikatan ketika perpisahan mereka selama dua tahun , mereka belum menjadi sepasang kekasih ketika memutuskan untuk mengejar impian masing masing .
__ADS_1
" Jangan katakan jika sepupumu dari lndo itu juga mencintai Jeronimo . Oh God ... apakah kisahmu dengan Via akan terulang lagi ? Begitu sulitkah untuk memperjuangkan cintamu padanya ?? Sekali sekali menjadi egois itu tidak apa apa Li !! Egoislah untuk masalah kali ini ... "
Lia hanya tersenyum kecut mendengar nasehat dari sahabatnya , walau mungkin itu adalah hal yang benar tapi demi apapun dia tidak akan pernah egois jika menyangkut saudara saudara perempuannya . Baik Olivia ataupun Anandara mempunyai kondisi yang khusus , dan dia tidak bisa mengabaikan hal itu .
" Bicaralah padanya , mungkin siang ini kau bisa datang ke kantornya dan mengajaknya makan siang ! Kalian sudah berteman sejak kecil , anggap saja jika kau hanya menyapanya ! "
Lia hanya mengangguk , tapi pandangannya tertuju pada beberapa pria yang sedang berjalan berkelompok di lantai bawah galeri mereka . Orang orang itu seperti bukan memperhatikan lukisan lukisan yang terpajang . Tapi mata mereka seperti sedang mencari sesuatu , pria pria itu menatap satu demi satu temannya dengan tatapan yang aneh untuknya .
" El , kau lihat itu ? " tanya Lia yang di jawab anggukan pelan oleh Elda . Para penjaganya tidak ia ijinkan untuk masuk ke dalam galeri karena berpikir selain ada cctv area galeri adalah area yang aman , banyak teman teman yang akan menjaganya . Jadi para penjaga hanya bisa mengawasi dari jauh dan akan masuk hanya dengan ijin Odelia .
" Hai Tuan Tuan ... ada yang bisa saya bantu ? Masih banyak lukisan di lantai atas jika kalian tak bisa menemukan lukisan di bawah sini " sapa Odelia , dia menyapa pria pria itu karena ingin tahu apa maksud kedatangan mereka .
__ADS_1
" Oh God ... she's georgeous man ! " celetuk salah satu pria yang ada di depannya .
" Maaf jika teman kami lancang , tapi dia benar ... kau sangat cantik Nona ! Jika menjadi seniman tidak bisa mencukupi kebutuhan finansial atau kebutuhanmu maka ada pekerjaan menarik yang kami tawarkan padamu . lni kartu namaku , hubungi kami jika kau tertarik ! Ajaklah teman temanmu juga karena pasti akan menyenangkan jika kau bisa bekerja dengan orang orang yang sudah dekat denganmu !! "
Odelia menerima kartu nama yang diberikan pria yang sepertinya adalah pemimpin dari sekumpulan pria di depannya .
" Pekerjaan yang kami tawarkan sangat sepadan dengan upah yang akan di berikan , semakin kalian bekerja keras maka pundi pundi uang kalian akan semakin penuh " lanjut sang pria untuk meyakinkan wanita yang sudah menjadi salah satu target mereka .
" Baik ... boleh juga , aku akan segera mengabari kalian . Jika benar benar menguntungkan maka aku akan ajak semua temanku " kata Lia , jiwa ingin tahunya sedang berkobar . Sepertinya ada sesuatu yang besar di balik keberadaan pria pria kurang ajar di depannya .
Sampai pria pria itu keluar dari galeri Elda segera menghampirinya .
__ADS_1
" Kau benar benar tertarik dengan pekerjaan yang mereka tawarkan Li ? "
" Anggap saja begitu ... " jawab Lia menatap kartu nama yang ada dalam genggaman tangannya .