Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
57


__ADS_3

Paginya Jero menemani sang istri pergi ke sanggar , mereka hanya ingin memastikan semua bisa berjalan dengan baik mulai dari pengamanan , katering sampai dengan bingkisan bingkisan yang akan mereka bagi untuk semua yang hadir malam ini . Tapi sebelum sampai di sanggar mereka berniat mampir ke kantor Albert karena Jero benar benar tidak ingin kesalahpahaman kejadian tadi malam nantinya malah akan menjadi duri dalam daging . Mereka sudah menjadi satu keluarga , rasanya tidak baik jika masih ada masalah di antara mereka .


" Yakin mau bicara sekarang Kak ?? "


" Lebih cepat lebih baik , memangnya kenapa !? " tanya Jero pada istrinya , sepertinya Lia mempunyai pemikiran sendiri tentang masalah ini .


" Apa tidak sebaiknya bukan hanya pada Kak Albert saja ?? Kita bicara pada Kak Via sekalian , aku tahu jika Kak Jero tidak ingin menyinggung perasaannya . Tapi akan lebih baik jika semua dibicarakan bersama sama "


Jero menghela nafas dan kemudian mengangguk pelan . Dia memang berniat hanya ingin bicara dengan Albert karena tidak ingin Olivia tersinggung dengan apa yang akan dibicarakannya . Dia berpikir mungkin apa yang dikatakan istrinya benar , tak ada yang harus ia tutupi karena dia benar . Akhirnya dia mengurungkan niat untuk pergi ke kantor Albert , Jero melajukan mobilnya langsung menuju sanggar istrinya .

__ADS_1


Tapi ketika sampai disana dia dan Lia di kejutkan dengan kehadiran Lia yang sudah berbaur bersama teman teman seniman yang sedang menghias aula tempat acara makan malam mereka nanti . Lia sedikit terkejut karena baru kali ini melihat Via begitu senang berbaur dengan begitu banyak orang . Karena setahunya Via adalah pribadi yang sangat tertutup , dulu ia sempat mengalah menjalani home schooling agar bisa menemani Via yang anti sosial .


" Kak Jero bisa memeriksa sebelah sana dulu , aku ingin melihat hiasan yang dibuat teman teman dulu " tunjuk Lia pada sekumpulan temannya yang sedang membuat rangkaian bunga berbahan kertas yang nantinya akan ditaruh di pintu masuk sanggar , Via juga terlihat ada disana karena kebetulan hobi kakaknya adalah merangkai bunga .


" Hai Lia .... "


" Hai , maaf jika kami membuat kalian jadi repot begini ! Dari kemarin kalian pasti sangat lelah menyiapkan semuanya . Kak Via sudah lama datang !? " Lia sengaja duduk tepat disamping disamping kakaknya , jika dilihat dari sikap dan raut wajahnya tampaknya Via bahkan sudah tidak ingat kejadian semalam . Olivia bersikap biasa layaknya tidak terjadi apapun .


" Belum , aku kira kau sudah ada disini tadi ! Aku tak ingin melewatkan acara ini , ini adalah acara istimewa adikku satu satunya ! " sahut Via sangat antusias .

__ADS_1


" Kak Jero mana ?? Aku belum berterimakasih atas pertolongannya semalam . Aku juga ingin minta maaf padanya karena Kak Albert sempat ingin marah padanya ! Semalam aku sudah jelaskan pada Kak Albert jika kejadian itu sangat cepat , aku sedang sangat ketakutan .... Jadi semua yang kami lakukan adalah spontan , tidak ada dasar dan tidak bermaksud menyakiti siapapun ! " kata Via dengan raut datar , dia tangannya masih sibuk membuat bunga bunga dari kertas warna warni dipadu kain flanel yang di ikat pada sebuah kawat yang dibentuk menyerupai tangkai .


Odelia menanggapinya dengan senyum dan anggukan pelan , diraihnya tangan sang kakak dan diremasnya dengan sangat lembut .


" Aku percaya .... Kau adalah aku dan aku adalah kau ! Kita adalah satu jiwa yang terpisah pada dua raga . Aku tahu apa yang ada disini ... " tunjuk Lia membawa dua tangan yang masih menyatu itu ke dada Via .


" Dan kau pun sangat tahu apa yang ada di sini ... " tunjuk Lia membawa tangan mereka ke dadanya sendiri .


" Dari dulu dan tak akan berubah sampai kapanpun ... Aku akan merasa bahagia jika kau juga bahagia Kak ! "

__ADS_1


__ADS_2