
" A-apa ?! Gadisku !? Tapi dia bukan .... " Jero melihat ke arah Odelia yang sedang memeluk dan seperti mengatakan sesuatu pada wanita muda yang tak dikenal itu . Dengan segera ia mendekat karena tak ingin ada kesalahpahaman , dia bahkan baru sekali ini bertemu dengan gadis yang tiba tiba memeluknya .
" Sayang ... maksudku ... " Jero menjeda kata katanya saat mata dengan bulu mata lentik itu menatapnya tajam .
" Kau memanggilnya sayang tapi berpura pura tidak mengenalnya , tidak berubah .... " cibir Odelia yang langsung membuat Jero menggeram sebal . Lia pasti mengira jika wanita muda itu adalah kekasihnya .
" Kau juga sudah punya kekasih !! Kau sudah ada disini bahkan jarak antara kantor dan galeri hanya beberapa blok dari sini . Tapi kau tidak berusaha menyapaku , kau malah asyik berduaan dengan pria berambut gimbal itu !! " kilah Jero yang tidak terima jika dirinya dituduh berkhianat atas cinta yang ia janjikan dua tahun ini .
" Pria rambut gimbal ?? Apa maksudmu Ted !? Ckk pacarnya malah lebih cantik dariku " gerutu Lia , tak disangka pertemuannya tidak berjalan dramatis seperti yang ia bayangkan . Gadis itu mengira pertemuannya akan di mulai dengan sebuah pelukan yang berurai air mata tapi nyatanya hanya diwarnai dengan pembicaraan menyebalkan seperti ini .
__ADS_1
" Aku juga bukan kekasihnya , tiba tiba saja dia menabrakku dan berkata yang tidak tidak ! Dan sialnya kau datang dan mengira bahwa aku bukan pria yang bertanggung jawab ! " ketus Jero yang tiba tiba kehilangan kontrol emosinya .
Odelia tampak berbicara sesuatu pada gadis muda itu , walau Jero tidak mendengarnya dengan jelas tapi ia melihat gadis itu mengangguk seakan mengerti yang dikatakan oleh Lia .
" Tenang saja , setelah ini aku pergi jika kau menganggap pertemuan kita adalah hal yang sial !! Permisi ... urus ' sayangmu ' itu dengan baik "
Jero terpaku , kenapa mulutnya malah mengeluarkan kata kata yang membuat pemilik hatinya menjadi kesal . Dari awal dia sudah terpancing emosi ketika melihat kedekatan Odelia dengan pria lain .
Lia yang sudah ada di pinggir jalan untuk menyeberang seketika terdiam , ada sedikit lengkungan di ujung bibirnya .
__ADS_1
" Tidak , aku tidak mengerti seperti apa rindu yang kau punya untukku ! Kau tidak pernah menanyakan kabarku , kau tidak pernah datang diam diam ke galeri hanya untuk melihat diriku , kau tidak pernah meminta orang orangmu untuk sekedar memfotoku dan memberikannya padamu . Kau tidak mau tahu tentang hidupku !! Apa itu yang kau sebut rindu ??! "
" Tapi waktu itu kau yang meminta agar .... "
" Jika waktu itu aku meminta waktu sepuluh atau dua puluh tahun apa kau juga akan seperti ini ?? Setiap hari aku harus melihatmu muncul di televisi ataupun di surat kabar bisnis milik Daddy ... tapi bahkan kau enggan melihatku !! "
Setelah berkata seperti itu Odelia kemudian melangkah untuk menyeberang jalan dan pergi meninggalkan Jeronimo yang terlihat masih bingung dengan kata kata yang baru saja ia dengar .
Jika menuruti hatinya maka sekarang juga ia ingin berlari mengejar dan mendekap pemilik hatinya . Tapi entah kenapa egonya lebih kuat menahan langkahnya . Dia berpikir sudah menghabiskan waktu dua tahunnya ini dengan sia sia .
__ADS_1
Gadis itu sendiri yang meminta waktu dua tahun padanya , dan dia menyanggupinya karena waktu itu harus menyelesaikan kuliahnya . Waktu itu dia berpikir akan menjemput Odelia saat dia sudah pantas menjadi pendamping putri bungsu dari putra sulung Al Shama .
Dan dengan mudahnya Lia menyalahkannya atas apa yang terjadi pada mereka , gadis itu malah mempertanyakan dan meragukan rasa cintanya .