Jodoh Dari Dunia Maya

Jodoh Dari Dunia Maya
Bab 30


__ADS_3

Keesokan harinya setelah mandi dan berpakaian rapi Fian langsung berjalan ke arah ruang kerjanya. Saat Fian sedang sibuk dengan laporan yang diberikan mertuanya mengenai perkembangan proyek. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari gerbang.


"Assalamualaikum," ucap Ratna yang berdiri di hadapan Fian. 


"Waalaikumsalam, mari silahkan masuk," ajak Fian kepada Ratna.


Mereka pun berjalan ke arah ruang kerja Fian. Setelah meletakkan tas kopernya Ratna mulai duduk di hadapan Fian. Pakaian Ratna hari ini terlihat benar-benar menggoda untuk seorang laki-laki normal seperti Fian.


"Ya Allah semoga engkau tidak membiarkanku jatuh ke dalam lubang dosa yang aku gali sendiri," batin Fian sambil sedikit menunduk.


"Pak, apa saya bisa mulai bekerja sekarang?" tanya Ratna sambil mengubah posisi duduknya yang sedikit mendekat ke arah Fian.


"Oh iya, kamu tunggu disini dulu biar Laras yang mengantarmu ke dapur," ucap Fian sambil berdiri dan keluar dari ruang kerjanya untuk menuju ke kamarnya.


"Assalamualaikum," ucap Fian sambil membuka pintu kamarnya. 


"Waalaikumsalam, ada apa Mas?" tanya Laras sambil meletakkan sisirnya.


"Sayang mau bantu aku nggak," ucap Fian sambil memegang pundak Laras dari belakang.


"Bantu apa Mas, jika aku mampu pasti akan aku bantu," jawab Laras sambil tersenyum dan berdiri sambil menghadap Fian.


"Bantu aku untuk menemani Ratna ke dapur untuk bertemu Mbok Ijah, serta tolong sampaikan kepada Mbok Ijah untuk mengantarnya ke kamar bekas Eko dulu," ucap Fian sambil memeluk sang istri.


"Kenapa bukan kamu sendiri yang mengantarnya?" tanya Laras dengan heran.


"Nanti kamu akan tahu sendiri kenapa aku menghindarinya," jawab Fian sambil mencium kening Laras. 


"Apa karena pakaiannya ya," tebak Laras sambil menatap sang suami sambil tersenyum.


Fian tidak menjawab pertanyaan Laras, dia langsung membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Laras yang melihat tingkah sang suami hanya bisa tersenyum dan berjalan keluar kamarnya. Dari kejauhan terlihat seorang perempuan menggunakan kaos berwarna putih yang sangat ketat dipadukan dengan celana levis yang terlihat seperti kekecilan hingga membuat bentuk tubuhnya tergambar jelas.

__ADS_1


"Apa karena ini Mas Fian tidak mau menemui Ratna," batin Laras sambil berjalan ke arah ruang kerja Fian.


"Assalamualaikum Ratna," ucap Laras sambil membuka pintu ruang kerja Fian.


"Selamat pagi Mbak," jawab Ratna sambil terkejut.


Saat Laras masuk ke dalam ruang kerja sang suami. Ratna terlihat seperti mencari sesuatu di sekitar situ. Sambil duduk Laras mulai bertanya tentang apa yang sedang Ratna cari.


"Kamu mencari siapa?" tanya Laras sambil ikut mengintip ke arah jendela.


"Oh tidak Mbak, saya hanya ingin menghafalkan tempat ini saja," jawab Ratna sambil terlihat gugup.


"Kalau begitu kita ke dapur sekarang, biar saya kenalkan kamu kepada Mbok Ijah," ajak Laras sambil berdiri dari tempat duduknya.


Mereka pun berjalan ke arah dapur untuk bertemu dengan Mbok Ijah. Saat melewati depan kamar Laras Ratna terlihat seperti mengamati kamar tersebut. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat itu.


"Assalamualaikum Mbok," sapa Laras sambil duduk di sebuah kursi di dapur.


"Waalaikumsalam Mbak, ada apa kok tumben pagi-pagi ke dapur," tanya Mbok Ijah sambil tersenyum.


"Kenalkan nama saya Ratna," ucap Ratna sambil mengulurkan tangannya.


"Kamu," ucap Mbok Ijah yang terlihat sangat terkejut sambil menjabat tangan Ratna.


"Iya Mbok, alhamdulillah saya diterima kerja disini Mbok," jawab Ratna seolah dia mengenal dekat Mbok Ijah.


"Oh iya kalian 'kan sudah saling kenal ya, Mbok tolong beritahu semua tugas-tugas yang harus Ratna kerjakan dan antarkan dia ke kamar bekas Eko," perintah Laras sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Jadi dia tinggal disini Mbak?" tanya Mbok Ijah kepada Laras.


"Iya dia akan tinggal disini bersama kita," jawab Laras sambil pamit dan langsung berjalan ke arah kamarnya.

__ADS_1


Laras pun langsung kembali ke kamarnya untuk menemui sang suami. Laras masuk ke dalam kamar sambil mengucapkan salam dan membuka pintu dengan perlahan. Terlihat Fian yang sudah terlelap dalam tidurnya.


"Ternyata kamu sengaja ingin menghindari Ratna yang berpakaian sangat seksi," ucap Laras sambil duduk di samping Fian dan membelai rambutnya dengan lembut.


Fian hanyalah seorang laki-laki biasa yang memiliki nafsu dan hasrat seperti laki-laki pada umumnya. Namun, Fian adalah seorang laki-laki yang sangat mengedepankan logikanya dan iman agamanya dibandingkan nafsu sesaatnya. Sehingga dia berusaha untuk menjauhi Ratna yang saat itu berpakaian sangat menggoda.


***


Di dapur Mbok Ijah langsung mengajak Ratna untuk meletakkan tasnya ke dalam kamar yang telah disiapkan. Sesaat Mbok Ijah memperhatikan Ratna dari belakang. Terlihat seorang gadis cantik, seksi dan sangat menarik.


"Siapa perempuan ini, sepertinya dia ada maksud lain dengan keluarga Pak Fian," batin Mbok Ijah sambil terus menatap Laras dari belakang.


"Mbok, kenapa melihat saya sampai seperti itu?" tanya Ratna saat dia menyadari tatapan Mbok Ijah kepadanya.


"Kenapa kamu mau menjadi pembantu, sepertinya kamu orang kaya," ucap Mbok Ijah tanpa basa basi.


"Kaya bagaimana, kalau saya orang kaya mana mungkin saya mau jadi pembantu Mbok," jawab Ratna sambil tersenyum.


"Kamu kalau kerja disini jangan menggunakan pakaian ketat seperti ini," ucap Mbok Ijah seolah memberi nasehat kepada Ratna.


"Memang kenapa Mbok, apa ada seragam jika kita kerja disini?" tanya Ratna kepada Mbok Ijah.


"Bukan, disini ada banyak laki-laki dan disini juga kita tinggal dengan majikan kalau berpakaian seperti ini saya khawatir akan menimbulkan nafsu dan akan menjadi zina," jelas Mbok Ijah kepada Ratna sambil terus menatapnya.


"Mbok, apa Mbak Laras dan Pak Fian itu baik?" tanya Ratna sambil duduk di tempat tidur seolah ingin mengalihkan perhatian Mbok Ijah tentang pakaiannya.


"Baik, makanya kami semua betah kerja disini, mereka tidak pernah membedakan mana makanan buat karyawan dan buat mereka," jawab Mbok Ijah dengan sangat antusias.


"Lalu apa Pak Fian mencintai Mbak Laras," tanya Ratna kepada Mbok Ijah.


"Cinta mati, kalau kata anak jaman sekarang itu bucin. Eh tapi kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu ada maksud tertentu makanya kamu mau bekerja disini," ucap Mbok Ijah sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Maksud apa sih Mbok, saya hanya tanya saja lagipula saya 'kan orang baru disini jadi wajar kalau saya tanya tentang sifat majikan saya," jawab Ratna sambil pura-pura membersihkan tempat tidurnya.


"Kamu sudah selesai, kalau sudah ayo bantu aku masak untuk makan siang, karena biasanya jam satu siang Pak Fian dan Mbak Laras ke dapur untuk makan siang," ajak Mbok Ijah sambil berjalan mendahului Ratna yang berusaha memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


__ADS_2