Jodoh Dari Dunia Maya

Jodoh Dari Dunia Maya
Bab 49


__ADS_3

Fian yang saat itu sedang berwudhu di kamar mandi langsung membatalkan wudhunya. Dia segera berlari menemui Laras yang masih di dalam kamar. Melihat kondisi Laras yang terus berteriak sambil memegangi perutnya membuat Fian panik dan langsung membawa Laras ke rumah sakit.


"Sabar ya Sayang, kita akan segera sampai di rumah sakit," ucap Fian sambil mengemudikan mobilnya dengan cepat. 


"Sakit Mas, perutku benar-benar sakit," jawab Laras sambil terus menangis dan memegangi perutnya.


"Iya kamu sabar dulu ya, kita akan segera sampai dan kamu akan segera mendapatkan pertolongan," ucap Fian dengan keadaan panik.


Sesampainya di rumah sakit Fian langsung membawa Laras ke ruang UGD dengan dibantu seorang security menggunakan kursi roda. Beberapa Dokter jaga yang saat itu ada di UGD segera melakukan tindakan kepada Laras. Fian yang saat itu sedang panik langsung mengambil ponselnya dari saku celana dan menghubungi Arman.


"Halo Assalamualaikum," ucap Arman yang saat itu baru saja terbangun dari tidur lelapnya.


"Waalaikumsalam, maaf kalau Fian mengganggu istirahat Bapak dan Ibu," jawab Fian dengan nada khawatir.


"Tidak, kamu tidak mengganggu kami, ada apa tumben malam-malam kamu menghubungi Bapak?" tanya Arman dengan penasaran.


"Laras saat ini sedang berada di ruang UGD," jawab Fian dengan panik.


"Astagfirullahaladzim, memangnya kenapa dia sampai masuk ke UGD!" tanya Arman sambil berteriak terkejut saat mendengar jawaban sang menantu.


"Saat mau shalat isya' tiba-tiba Laras kesakitan sambil memegangi perutnya jadi saya langsung membawanya ke rumah sakit," jawab Fian sambil sesekali mengintip Laras yang masih dalam proses pemeriksaan.


"Baik saya akan segera ke rumah sakit, tolong kamu kirim pesan singkat di rumah sakit mana Laras di rawat," ucap Arman kepada Fian sambil menutup ponselnya.


Setelah menutup ponselnya Arman bergegas mengganti pakaiannya. Sophia yang terbangun karena terkejut dengan suara teriakan sang suami langsung bertanya kepada Arman. Arman pun langsung menceritakan tentang berita yang baru saja dia terima dari Fian.


"Ya Allah, kalau begitu Ibu ikut ya Pa," ucap Sophia sambil bangun dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Jangan Ma, ini sudah malam, kasihan Shafira jika harus diajak ke rumah sakit malam-malam begini. Papa janji setelah ada kabar Papa akan beritahukan ke Mama," jelas Arman sambil mencegah sang istri yang akan berjalan ke kamar mandi.


"Kamu benar Pa, hampir saja Mama lupa kalau di sini ada Shafira," ucap Sophia yang langsung berjalan ke arah sebuah box bayi di dalam kamarnya.


Sejak Shafira di titipkan di rumah orang tua Laras Fian benar-benar memberikan fasilitas istimewa. Dia tidak ingin merepotkan mertuanya hanya karena kedatangan Shafira. Semua perlengkapan Shafira untuk sebulan kedepan sudah dipenuhi dengan baik.


"Papa berangkat dulu, kamu hati-hati di rumah," pesan Arman sambil pamit ke rumah sakit dengan menggunakan mobil yang dibelikan Fian.


Arman sangat bersyukur dia ada mobil pemberian Fian. Jadi di saat keadaan darurat dia tidak perlu bingung masalah transportasi. Sesampainya di rumah sakit Arman langsung menemui sang menantu di ruang UGD. 


"Assalamualaikum," ucap Arman saat sudah berdiri di hadapan Fian yang duduk di kursi rumah sakit sambil menutup matanya.


"Waalaikumsalam," ucap Fian yang terkejut sambil melihat ke arah Arman.


"Bagaimana keadaan Laras sekarang?" tanya Arman kepada menantunya.


"Fian belum tahu pasti Pak, hanya saja dia sudah tidak berteriak kesakitan," jawab Fian sambil mengajak Arman melihat Laras dan sebuah kaca kecil di depan UGD.


"Belum Pak, mereka masih memeriksa Laras," jawab Fian dengan bingung dan khawatir akan keadaan sang istri.


Arman seolah tahu apa yang dirasakan oleh menantunya. Perlahan dia mengajak Fian duduk di kursi. Serta memberikannya sebuah air mineral yang sudah dibeli sebelum sampai di rumah sakit.


"Terima kasih Pak, oh ya saya minta tolong untuk titip Shafira lagi sampai kondisi Laras membaik, karena tidak mungkin saya meninggalkan Laras di rumah sakit sendirian," jelas Fian sambil menutup botol air mineral di tangannya.


"Kamu tenang saja Shafira akan kami rawat dengan baik, lebih baik kamu pikirkan saja keadaan Laras," ucap Arman sambil menepuk bahu sang menantu.


"Terima kasih Bapak dan Ibu mau membantu kami di saat seperti ini," ucap Fian sambil menoleh ke arah Arman dan tersenyum.

__ADS_1


"Sudah tugas kami sebagai orang tua untuk membantu kalian," jawab Arman sambil berusaha menguatkan Fian.


Saat Arman dan Fian sedang berbincang-bincang. Tiba-tiba seorang perawat keluar dari ruang UGD dan memanggil nama Fian. Fian dan Arman yang terkejut dengan teriakan sang suster langsung berjalan menghampirinya dengan rasa penasaran.


"Saya Alfian suami dari Ibu Laras, bagaimana keadaan istri saya Sus?" tanya Fian saat sudah berdiri di hadapan sang suster.


 "Bapak Fian mari ikut saya ke ruangan Dokter," ajak sang suster kepada Fian.


"Maaf Sus, apa saya boleh melihat putri saya di dalam?" tanya Arman saat Fian dan sang suster akan berjalan ke ruangan dokter jaga.


"Silahkan Pak, kebetulan pasien sudah dalam keadaan lebih baik," jawab suster jaga sambil mempersilahkan Arman masuk.


"Pak Fian titip Laras sebentar ya," pesan Fian sebelum dia meninggalkan ruangan UGD.


"Kamu jangan khawatir, insya Allah Bapak akan menjaga Laras sampai kamu kembali," jawab Arman sambil menepuk bahu Fian seolah ingin memberikan semangat kepada sang menantu.


Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan Dokter, Fian terus melakukan dzikir dalam hati. Terlihat kecemasan dan khawatir di wajahnya atas kondisi Laras. Ini pertama kali Laras mengalami kram perut yang cukup menyiksanya.


"Ya Allah semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi kepada istri hamba," batin Fian sambil berjalan dan terus berdzikir.


"Selamat pagi Dok, ini Pak Fian suami dari pasien bernama Laras," ucap sang suster sambil masuk dan memperkenalkan Fian.


"Silahkan duduk Pak," ucap sang dokter mempersilahkan Fian duduk.


"Terima kasih, bagaimana keadaan Istri saya Dok?" tanya Fian dengan penasaran dan khawatir.


"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada Pak Fian, tapi saya harap Bapak bisa tetap tenang saat mendengar penjelasan saya," jawab sang dokter sambil duduk dengan posisi tegak.

__ADS_1


"Memangnya apa yang terjadi kepada Istri saya Dok," tanya Fian yang sudah tidak sabar menunggu penjelasan sang dokter.


"Ya Allah semoga tidak ada hal yang buruk yang akan terjadi kepada Laras, karena sejujurnya aku masih sangat membutuhkan dia di sampingku. Tanpa Laras aku hanyalah laki-laki lumpuh yang tidak bisa melakukan apa-apa," batin Fian sambil menggenggam tangannya seolah ingin mengurangi rasa cemasnya.


__ADS_2