
Sambil menarik nafas panjang Laras pun mulai bercerita kepada Ardi tentang masa lalunya. Sebenarnya Laras tidak ingin mengungkit atau pun mengingat kembali masa itu, karena baginya masa itu adalah masa lalu buruk yang membuat dirinya penuh dengan dosa. Perlahan Laras mulai bercerita sambil meneteskan air matanya.
*Flashback on*
Laras yang saat itu seorang gadis remaja berusia 16 tahun hidup dengan serba kekurangan, jangankan untuk menikmati masa mudanya bersama teman-teman sebayanya untuk makan saja terkadang mereka sekeluarga harus puasa. Arman yang saat ini hanya seorang pengangguran dulunya adalah seorang Polisi yang memiliki pangkat yang cukup tinggi. Namun, karena ketahuan memiliki dua orang istri akhirnya dia dipecat dari jabatannya sebagai seorang anggota Polisi. Semua itu baru diketahui Laras dan Sophia saat Arman membawa istri simpanannya itu ke rumah untuk di kenalkan kepada Laras dan sang ibu.
“Assalamualaikum," ucap Arman yang saat itu baru saja pulang.
"Waalaikumsalam, siapa perempuan ini Pa?" tanya Sophia saat melihat sang suami pulang dengan membawa seorang perempuan asing ke rumahnya.
"Kenalkan ini Murni dia adalah istri keduaku, dan saat ini dia sedang mengandung anakku," jawab Arman yang langsung membuat tubuh sophia lemas seakan tanpa tulang penyangga.
"Ya Allah Pa, apa yang ada dalam pikiranmu kenapa kamu nekat menikah lagi, apa kurangku Pa!" teriak Sophia sambil menangis hingga membuat Laras yang saat itu sibuk memilih sekolah menengah atas terkejut dan bergegas keluar menghampiri sang ibu.
"Ada apa Ma?" tanya Laras yang langsung memeluk Sophia yang menangis sambil duduk di atas lantai.
"Sayang, kenalkan ini putriku Laras," ucap Arman sambil memeluk pundak Murni di hadapan sang putri.
"Sayang," ucap Laras sambil sedikit berbisik.
"Hai Laras, kenalkan aku Murni dan sekarang aku adalah istri kedua Papa mu sekaligus Mama baru untukmu," ucap Murni sambil menyodorkan tangannya kepada Laras.
"Tidak, Mama ku adalah Sophia bukan kamu! Papa juga kenapa harus menikah dengan perempuan ini, harusnya Papa bersyukur bisa mendapatkan jabatan yang bagus ini justru Papa sia-siakan hanya demi pelacur ini," bentak Laras sambil memukul tangan Murni yang sejak tadi diulurkan ke hadapannya.
"Plak! Tutup mulutmu dasar anak tidak tahu diri, tahu apa kamu tentang orang tua. Setuju atau tidak Murni sudah menjadi istri kedua ku, dan kamu Laras Papa sudah daftarkan kamu ke SMAK besok kamu sudah bisa mulai masuk," bentak Arman sambil menampar Laras.
"Ayo aku antar ke kamar Mama," ucap Laras sambil membantu Sophia berdiri dan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
* Flashback off *
"Jadi kamu mempunyai dua orang Ibu?" tanya Fian yang selama ini tidak tahu jika sang ayah mertua memiliki dua orang istri.
"Iya Mas, aku memiliki dua orang Ibu. Aku tidak bermaksud untuk membohongimu hanya saja aku malu jika aku mengatakan kepada banyak orang jika aku memiliki dua orang ibu," jawab Laras sambil menunduk.
"Fian tenangkan dulu dirimu, biarkan Laras melanjutkan ceritanya kembali," ucap Ardi sambil meminta Laras melanjutkan ceritanya.
Sambil mengusap air matanya Laras mulai melanjutkan lagi kisah hidupnya. Kisah dimana dia sama sekali belum mengenal sosok Fian yang saat ini menjadi suaminya. Laras berharap Ardi dan Fian memintanya untuk berhenti menceritakan masa lalunya. Namun, apa yang dia harapkan hanya harapan kosong, Ardi dan Fian justru memintanya membuka masa lalu yang sudah dikubur hampir belasan tahun.
* Flashback on *
hari ini hari pertama Laras masuk ke sekolah menengah atas kristen. Masuk ke lingkungan baru, dengan ajaran agama yang baru, membuat Laras merasa bingung. Saat itu yang terbesit dalam pikiran Laras hanyalah siapa aku sebenarnya, dan apa agamaku.
Sedikit penjelasan saat Laras masuk ke sebuah SMA Kristen. Ada beberapa peraturan yang harus ditaati oleh semua siswa termasuk Laras yang saat beragama Islam. Apalagi di sekolah tersebut tidak ada pelajaran agama Islam.
Setiap siswa akan diberikan sebuah buku Alkitab perjanjian baru.
Setiap siswa wajib mengikuti ibadah pagi baik di aula sekolah ataupun gereja, baik setiap hari ataupun setiap ibadah keagamaan.
Setiap siswa wajib mengikuti pelajaran agama Kristen dengan baik, termasuk siswa yang beragama muslim.
Semua siswa wajib sampai di sekolah pukul 6 pagi yaitu 5 menit sebelum ibadah pagi di mulai.
Awalnya berat untuk Laras mengikuti semua aturan yang berlaku di sekolah itu. Namun, seiring berjalannya waktu Laras mulai beradaptasi dengan agama yang sedang dipelajari saat ini. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang laki-laki yang bernama Steve.
Steve adalah seorang pembina doa di sekolah Laras sekaligus seorang Guru Alkitab di sekolah minggu di sebuah gereja. Awalnya hubungan Steve dan Laras hanya sebatas murid dan Guru sama seperti kebanyakan siswa yang lain. Namun, karena seringnya bertemu serta perhatian Steve kepada Laras membuat mereka menjalin hubungan yang istimewa.
__ADS_1
Hampir setiap hari Steve datang ke rumah Laras untuk mengantar dan menjemput gadis yang saat itu baru berusia 17 tahun. Bahkan tak jarang Steve selalu mengirimkan ayat-ayat Alkitab kepada Laras melalui pesan singkat. Sehingga hal itu membuat Laras semakin mengerti dan paham tentang agama Kristen.
Saat Laras menceritakan pengalaman masa lalunya, tanpa terasa air matanya mulai jatuh membasahi pipinya. Fian yang sejak tadi hanya terdiam mendengar cerita sang istri kini mulai menatap Laras yang ada di sampingnya.
“Jadi selama ini banyak hal yang tidak kuketahui darimu, aku hanya tahu kamu sudah keluar dari islam tapi aku tidak pernah tahu jika cinta pertamamu,” ucap Fian sambil menatap Laras dengan tajam.
“Fian, tidak semua kehidupan masa lalu pasangan kita harus kita ketahui begitu juga masa lalu Laras, Abang meminta Laras menjelaskan masa lalunya bukan karena ingin mengorek informasi tentang apa yang dia sembunyikan darimu, Abang hanya ingin tahu apa yang membuat Laras nekat meninggalkan Agama Islam,” jawab Ardi hingga membuat sang adik terdiam dan menunduk.
“Laras, apa kamu masih mau melanjutkan cerita tentang masa lalumu?” tanya Ardi kepada Laras yang masih menangis di hadapannya dan Fian.
“Insya Allah saya akan membuka masa lalu saya secara gamblang tanpa ada yang saya tutup-tutupi,” jawab Laras sambil mengusap air matanya.
“Sekarang silahkan lanjutkan apa yang ingin kamu ceritakan kepada kami,” ucap Ardi sambil tersenyum kepada sang adik ipar.
Setelah minum segelas air putih dan merasa jika dirinya sudah sedikit tenang. Laras pun segera melanjutkan ceritanya kembali. Namun, saat Laras akan melanjutkan ceritanya tiba-tiba Fian menggenggam tangan Laras dengan erat.
“Tunggu, ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu,” ucap Fian sambil memegang tangan Laras hingga membuat sang istri terkejut.
“Iya silahkan, apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku Mas,” jawab Laras dengan tatapan penasaran.
“Apakah Steve yang membuatmu keluar dari Islam, dan apa yang sudah dia lakukan kepadamu selama kalian menjalin hubungan?” tanya Fian hingga membuat Laras terkejut.
Laras tidak percaya jika sang suami bisa menanyakan hal sensitif itu. padahal dia tahu kesucian yang ada pada Laras hanya diberikan saat melakukan malam pertama di Bali. Laras yang merasa sakit hati dengan pertanyaan Fian hanya berusaha tersenyum sambil memandang wajah tenang sang suami.
“Pertanyaan pertamamu akan aku jawab, tapi untuk pertanyaan kedua kamu sendiri yang bisa menjawabnya Mas,” jawab Laras sambil tersenyum manis di hadapan sang suami.
__ADS_1