Jodoh Dari Dunia Maya

Jodoh Dari Dunia Maya
Bab 39


__ADS_3

Saat mereka sampai di rumah Ratna sudah banyak orang yang berdatangan. Terlihat beberapa Polisi memasang sebuah garis kuning agar tidak ada orang yang mendekat ke area tersebut. Serta ada beberapa petugas kesehatan terlihat membawa sebuah kantong jenazah keluar dari dalam rumah Ratna.


“Kenapa di rumah Ratna banyak Polisi dan jenazah siapa yang baru saja keluar dari rumah itu?” tanya Laras sambil terus menatap rumah Ratna dari dalam mobil.


“Aku juga tidak tahu pasti, tapi tadi Polisi menghubungiku memberitahukan jika Ratna ditemukan tewas di dalam rumahnya,” jawab Fian sambil mematikan mesin mobilnya.


“Innalillahiwainnailaihirojiun,” ucap Laras sambil memegang dadanya.


“Ya Allah kenapa engkau menjauhkan Suamiku dari Ratna dengan cara yang begitu tragis,” batin Laras sambil terus memandang kerumunan orang yang ada di depannya dengan pandangan kosong.


“Sayang, kamu mau tetap disini atau ikut turun denganku," ucap Fian hingga membuat Laras terkejut.


"Aku ikut turun bersamamu Mas," jawab Laras tanpa menoleh ke arah Fian.


Laras dan Fian langsung turun dari mobil dan segera menemui salah satu polisi yang sedang berjaga di depan garis polisi. Laras yang masih tidak percaya dengan berita yang didengarnya hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Menurutnya kenapa semua ini terjadi di saat dia mulai mengikhlaskan suaminya untuk berpoligami.


"Selamat sore Bapak dan Ibu, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang polisi saat Fian dan Ratna berdiri di hadapannya.


"Kami adalah mantan majikan dari Ratna, sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi Kepada Ratna," ucap Fian kepada polisi tersebut.


"Ada seorang warga yang tidak sengaja melihat seorang wanita keluar dari rumah ini dengan gerak-gerik mencurigakan, dan ketika warga tersebut melihat kondisi rumah ini beliau terkejut karena pemilik rumah sudah tak bernyawa," jelas Polisi tersebut.


"Seorang wanita? Lalu apakah ada bukti untuk melacak siapa pembunuh itu," tanya Fian dengan penasaran.


"Disamping korban ditemukan sebuah pisau dapur yang sudah berlumuran darah, dan saat ini kami sudah membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi sebelum dimakamkan," jelas polisi tersebut dengan tegas.


Saat Fian dan seorang polisi sedang berbicara tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba Laras yang saat itu berusaha untuk tetap berdiri dengan tegar langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Hingga membuat Fian yang ada di sampingnya langsung panik dan segera menggendongnya ke dalam mobil.


"Sayang," panggil Fian sambil mengusap pipi istrinya dan meletakkan minyak kayu putih di hidungnya.

__ADS_1


"Mas, kenapa kepalaku sakit sekali?" tanya Laras sambil memegangi kepalanya.


"Kamu tunggu sini, aku akan keluar untuk membeli minum sebentar," ucap Fian sambil keluar dari mobilnya.


Fian yang panik langsung melangkahkan kakinya ke sebuah toko kecil di sekitar rumah Ratna. Tidak berapa lama Fian pun kembali memasuki mobilnya. Terlihat Laras yang masih memejamkan mata sambil memijat kepalanya dengan lembut.


"Kamu minum dulu," perintah Fian sambil memberikan botol air mineral kepada Laras.


"Kenapa semua ini begitu cepat, kenapa dia pergi disaat aku sudah mengikhlaskanmu Mas," ucap Laras sambil meneteskan air matanya.


"Anggap saja semua ini adalah jawaban dari Allah, jika aku memang tidak diizinkan untuk melakukan poligami," jawab Fian sambil membelai lembut rambut Laras.


"Tapi kenapa harus berakhir dengan tragis Mas, kenapa harus kematian yang memisahkan," ucap Laras sambil menangis tersedu-sedu.


"Sayang, kita tidak tahu siapa Ratna mungkin saja dia memiliki musuh di luar yang bisa kita lakukan hanyalah mendoakannya dan memperbaiki apa yang sudah terjadi," ucap Fian sambil memeluk tubuh sang istri.


"Bukan hanya kamu yang terkejut, bahkan aku pun tidak menyangka jika kematian yang akan menjadi pemisah antara aku dan Ratna," batin Fian sambil memeluk Laras dan mencium rambutnya dengan lembut.


"Assalamualaikum," ucap Fian dan Laras saat sampai di bengkel.


"Waalaikumsalam," jawab Bejo sambil terkejut saat melihat kondisi Laras.


"Tolong masukkan mobil saya, karena saya mau antar Laras ke kamar dan setelah ini temui saya di ruang kerja ya Jo," ucap Fian sambil terus memeluk Laras yang terlihat sangat lemas sambil menyerahkan kunci kepada Bejo.


Kematian Ratna membuat Laras sangat syok hingga membuatnya pingsan selama beberapa menit. Setelah membantu Laras berbaring di tempat tidur. Fian langsung menghubungi Arman dan meminta tolong untuk menjaga Shafira untuk beberapa hari sampai kondisi Laras kembali pulih.


"Assalamualaikum," ucap Bejo sambil masuk ke dalam ruang kerja Fian.


"Waalaikumsalam, silahkan duduk Jo," jawab Fian sambil mempersilahkan Bejo duduk.

__ADS_1


"Terima kasih Pak, sebenarnya apa yang terjadi hingga Mbak Laras terlihat begitu terpukul?" tanya Bejo yang sudah duduk di hadapan Fian.


"Ratna ditemukan tewas di rumahnya," jawab Fian hingga membuat Bejo terkejut.


"Innalillahiwainnailaihirojiun," ucap Bejo sambil terlihat terkejut dengan apa yang didengarnya.


"Dia ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi penuh luka tusuk di perutnya, dan kejadian itu beberapa jam setelah kami datang ke rumahnya," ucap Fian sambil memainkan sebuah bolpoin di tangannya.


"Apa Polisi sudah menangkap pelakunya?" tanya Bejo yang mulai penasaran.


"Belum, Polisi masih melakukan penyelidikan tentang kasus ini," jawab Fian sambil bersandar.


"Lalu apa yang membuat Mbak Laras terlihat terpukul setelah mendengar berita kematian Ratna?" tanya Bejo dengan penuh penasaran.


"Siang itu kami datang ke rumah Ratna untuk melamarnya karena Laras sudah mengikhlaskan aku untuk melakukan poligami dengan cara menikahi Laras," jelas Fian yang semakin membuat Bejo bingung.


"Poligami?" jawab Bejo yang terlihat semakin tidak mengerti dengan ucapan sang Bos besar.


"Iya, Ratna hamil dan bayi yang ada di dalam kandungannya adalah anakku," jawab Fian sambil menunduk lesu.


"Astagfirullahaladzim, jadi selama ini Pak Fian dan Ratna ada hubungan spesial?" tanya Bejo seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan Fian.


"Ceritanya panjang, tapi Laras sudah tahu masalah kehamilan Ratna makanya dia bermaksud untuk menemui Ratna dan menyetujui poligami antara aku dan Ratna, tapi beberapa jam kami pulang dari situ, aku mendapat telepon dari Polisi yang memintaku untuk segera ke rumah Ratna dan mengatakan jika Ratna telah ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya," jelas Fian kepada Bejo.


"Kira-kira siapa orang yang sudah tega menghabisi dua nyawa sekaligus," ucap Bejo sambil terlihat berpikir.


"Entahlah, tapi menurut keterangan beberapa warga sebelum Ratna ditemukan tewas ada seorang wanita keluar dari rumahnya dengan terburu-buru, karena warga curiga mereka pun segera berjalan ke rumah Ratna untuk memastikan keadaannya," jawab Fian sambil memijat kepala bagian belakangnya.


"Lalu keadaan Mbak Laras sekarang bagaimana Pak?" tanya Bejo yang merasa iba dengan istri Bosnya tersebut.

__ADS_1


"Dia sepertinya masih syok dan terus menangis, tadi aku juga sudah meminta orang tuanya untuk menjaga Shafira sampai Laras pulih kembali," jawab Fian yang terlihat sangat terpukul.


__ADS_2