
Hari ini semua siswa baru sudah berada dikelas masing-masing, kelima gadis ini sudah duduk di kelas X IPA 2, karena bel sudah berbunyi, kini guru-guru sudah memasuki kelas murid-muridnya itu.
"selamat pagi anak-anak,, dikelas ini ibu bakalan menjadi wali kelas kalian" ucap guru yg masih lumayan muda itu, sambil tersenyum ramah.
"wah Bu saya mah bakalan betah dikelas ini kalau wali kelasnya ibu" ucap salah satu murid laki-laki sambil mengedipkan sebelah matanya. Semua orang yang mendengarnya hanya ber wo ria, sambil tertawa menatap laki-laki itu, guru itu hanya tersenyum tipis.
"yaudah,,,nama ibu Thania Syawa,,karna ibu belum mengenal nama kalian,,jadi kalian harus memperkenalkan diri satu per satu" ucap Bu Thania menatap murid-muridnya itu yg sekitar 15 orang. Kini satu per satu mereka maju kedepan untuk perkenalan. kini giliran laki-laki yg menggoda Bu Thania tadi.
"halo guys,, perkenalkan nama gw Zefannattan,, cowok paling ganteng di kelas kita sekarang,, gw harap kalian yg cewe-cewe ngga ngerebutin gw yah" ucap Zefan santai sambil mengedipkan sebelah matanya, semua orang yg melihat nya hanya mendengus dan memalingkan wajahnya malas.
"yaudah Zefan silahkan dduk" ucap Bu Thania yg menatap Zefan.
"ok karena semua nya sudah memperkenalkan namanya,, sekarang kita memilih siapa menjadi ketua kelas,,wakil,,sekretaris,,bendahara,,siapa yg mau mencalonkan dirinya menjadi ketua kelas"ujar Bu Thania menatap murid-muridnya, Pitra timbul ide konyol dalam otak nya menatap langsung angkat tangan, Bu Thania yg melihat nya pun langsung bertanya.
"kamu mau jadi ketua kelas Pitra" tanya Bu Thania pada Pitra, Pitra langsung menggeleng cepat. Bu Thania yg melihat nya mengernyit dahinya.
"lah si Oneng angkat tangan tapi kagak mau" ucap Puja menatap Pitra heran.
"iya Lo aneh banget deh Pit,,ngga jelas banget" ujar Sherin menatap Pitra. Pitra langsung buka suara.
"eh maaf yah bu,,saya angkat tangan cma mau mengajukan sahabat saya ini" ujar Pitra menunjuk Puja, sontak membuat Puja terkejut.
"apaan sih Lo Pit mana bisa gw menanggung beban dan tanggung jawab seberat itu" jawab Puja menatap Pitra kesal.
"aelah Lo ja,,gw yakin Lo pasti bisa kok"sahut Pitra yg masih kokoh dengan ucapannya.
"tapi kan gw..." ucapan Puja terpotong oleh semua murid lainnya.
"iya ja,,Lo aja deh yg jadi ketua kelas kita"
__ADS_1
"Lo kan orangnya pemberani ja,, kakel aj Lo berani lawannya"
"iya ja Lo aja"
"sudah-sudah jadi keputusan semuanya memilih Puja menjadi ketua kelas kita ya"sambung Bu Thania menatap Puja, Puja hanya bisa pasrah dan mendengus. Pitra langsung tersenyum girang menatap wajah Puja.
"jadi,, wakil ketua nya siapa?" ucap Bu Thania, menatap murid-muridnya itu.
"saya mau Bu,,"ucap Zefan mengangkat tangan nya keatas, Puja yg melihat nya pun langsung angkat bicara.
"saya ngga mau Bu punya wakil yg so kegantengan" sewut Puja menatap Zefan.
"lah siapa yang so,,emang gw ganteng kok"ucap Zefan dengan PD nya.
"sudah-sudah jadi Zefan yg akan menjadi wakil ketua kelas"sahut Bu Thania, Puja hanya bisa pasrah dan mengerucut kan bibir nya.
"sekarang sekretarisnya siapa yang bersedia"ujar Bu Thania
"ok Afril yg akan menjadi sekretaris"ujar Bu Thania, Afril hanya bisa pasrah.
"sekarang bendahara,,siapa yg bersedia" ujar Bu Thania.
"biar saya saja Bu,," ucap salah satu murid perempuan mengangkat tangan nya, nama nya Feby.
"ok semuanya sudah dipilih,,untuk seksi-seksi kelas nanti kalian yg atur sendiri,,untuk yg dipilih harus bisa menjaga tanggung jawab kalian,,oke"ucap Bu Thania menatap murid-muridnya itu.
"ok Bu"ucap mereka serempak.
Karena cukup lama bel istirahat berbunyi,,kini semua murid berbondong bondong menuju kantin, tak terkecuali kelima gadis itu, saat dijalan Tasya merasa ingin buang air kecil.
__ADS_1
"eh guys kalian duluan aja deh gw mau ke toilet dulu" ucap Tasya menatap keempat sahabatnya.
"ngga mau ditemanin nih sya?" ujar Afril menatap Tasya.
"iya sya" sambung Pitra
" ngga usah,,kalian duluan aja nanti gw nyusul,,dan satu lagi, pesanin aja ya buat gw" ucap Tasya dan diangguki keempat gadis itu.
Saat dijalan menuju toilet, Nazha dkk melihat Tasya dan timbul lah ide jahat dipikiran Nazha.
Saat didalam toilet Nazha menyuruh Vina untuk mengunci pintu dimana ada Tasya didalam nya.
"Vin kunci" perintah Nazha yg langsung diangguki Vina.
"Zur tulis di kertas kalau ini toilet rusak" ucap Nazha tersenyum sinis.
Saat sudah selesai Tasya ingin keluar dan merasa kalau toilet nya terkunci, Tasya mulai panik dan menggedor-gedor pintu dan berteriak minta tolong, Nazha yg mendengar nya pun langsung tertawa kecil.
"Vin siram air ini kedalam sana, dan Lo zur matiin lampu khusus toilet yg ini" perintah Nazha menyerahkan air sabun kepada Vina.
"ok bos" sahut Vina dan Zura.
Jlebb
Lampu mati, kini Tasya mulai panik dia terus menggedor pintu dan berteriak, karena Tasya mundar-mandir dan tak melihat kalau air sabun yg disiram oleh Vina dari luar pun langsung.
bruk
Tasya tersungkur dan kepalanya terbentur lantai hingga ia mulai kehilangan kesadaran nya, karena sudah puas Nazha dkk berlalu pergi meninggalkan toilet dengan senyuman yg terus merekah di wajahnya.
__ADS_1
Mohon dukungannya guys🙏🙏🏼