Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Minta Maaf


__ADS_3

Hari ini kelima gadis itu memutuskan untuk pergi ke sekolah terlebih dahulu sebelum kerumah sakit, kini kelima gadis itu sudah berada didalam kelas tidak ada pembicaraan diantara mereka semuanya sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Asad gimana yah?apa udah ada perubahan?"batin Puja.


Gadis itu terus memikirkan keadaan laki-laki yang sedang terbaring lemah dirumah sakit itu. Bel tanda masuk pun sudah berbunyi, kini guru mulai mengajar di depan. Namun gadis itu lagi-lagi hanya melamun, hingga membuat guru yg ada didepan menegur nya.


"Puja"panggil guru itu, namun tak ada sahutan dari gadis itu.


"Ja us ja"panggil Pitra sedikit berbisik namun tetap tak digubris oleh gadis itu.


"Puja"panggil guru itu sedikit berteriak, sontak membuat gadis itu kaget.


"eh iya Bu ada apa?"sahut Puja lalu bertanya.


"kamu malah nanya sama saya ada apa, dari tadi saya memanggil, apa yg kamu pikirkan hah?"ucap guru itu lalu bertanya.


"maaf Bu"sahut gadis itu.


"maaf, maaf, apa yg kamu pikirkan hah?"tanya ibu guru itu lagi.


"saya, saya, saya ngga mikirin apa-apa kok Bu"jawab gadis itu gugup.


"terus kenapa kamu melamun?"tanya guru itu lagi.


"mungkin Puja tadi lagi mengantuk Bu",ujar Sherin membantu sahabatnya itu membuat alasan.


"yasudah lebih baik kamu cuci muka dulu Puja"perintah guru itu.


"eh i.iya Bu"sahut Puja lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju toilet untuk mencuci muka nya. Saat sampai di toilet gadis itu hanya mengaca wajah nya.

__ADS_1


"astaga gw sampai-sampai ngga fokus gini cma gara-gara mikirin Asad terus"batin Puja sambil melihat wajah nya dari depan kaca.


karena merasa cukup lama gadis itu langsung berjalan keluar dari toilet hendak menuju kelas nya lagi. Namun tiba-tiba saat dijalan ia dihadang oleh seorang laki-laki.


"mau apa Lo?"tanya Puja dengan tatapan benci pada laki-laki itu.


"gw cma mau bilang...."ucapan laki-laki itu langsung dipotong oleh puja.


"mau apa? mau ngehina Asad lagi?"judes Puja.


"ngga ja gw cma mau bilang maaf"ujar Zefan sambil memelas.


"udah terlambat"sahut Puja.


"gw mohon Ja, tolong maafin gw"lirih laki-laki itu.


"gw sebenernya masih kesel sama Lo zef tapi gw juga ngga ada alasan buat ngga maafin Lo"batin Puja.


"lepasin, apaan sih Lo"berontak Puja, membuat laki-laki itu melepaskan pelukannya.


"eh sorry Ja, abis nya gw seneng banget soalnya Lo udah mau maafin gw"ujar Zefan.


"Ya, gw ke kelas dulu"sahut Puja datar. lalu melanjutkan perjalanan menuju kelas.


"gw ngga bakalan nyia-nyiain waktu ini Ja"batin Zefan sambil menatap kepergian Puja.


Kini kelima gadis itu sudah duduk di kantin bersama dengan Charrol dkk.


"Asad dijagain sama siapa char?"tanya Puja.

__ADS_1


"ayah sama bunda"jawab charrol.


"ayah sama bunda Lo baik banget yah char"ujar Pitra.


"iya, lagian bokap sama nyokap gw, udah nganggep Asad kaya anaknya"ucap charrol.


"maksud Lo char?"tanya Tasya.


"maksud gw, ayah sama bunda mau angkat Asad jadi anaknya"jelas Charrol.


"oh"sahut mereka serempak, laki-laki itu hanya mengangguk.


"malam ini biar gw yg jagain Asad"ujar Puja.


"biar gw temenin"sahut Tasya.


"gw juga"sahut ketiga gadis itu serempak.


"kayanya ngga usah deh guys, biar gw aja yg nemenin puja"kata Tasya.


"lah kenapa?"tanya Sherin.


"iya lagian kita juga mau jagain Asad nya"sambung Pitra.


"gini guys kalau kita rame-rame, ntar ganggu Asad nya nanti"jelas Tasya.


"gw setuju sama Tasya lebih baik kalian istirahat aja di rumah"kata Saka.


"iya guys, kita gantian aja jagain Asad nya"sambung charrol.

__ADS_1


"iya deh"sahut mereka bertiga.


"kalau kurang baik dan menarik, saya sebagai author mohon maaf 🙏🙏🙏"


__ADS_2