Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Nongkrong di cafe


__ADS_3

Pagi yg cerah kelima gadis ini sudah membuat janji untuk bertemu di cafe biasa tempat mereka nongkrong. Kini Pitra dan Puja sudah berada di cafe tersebut, tinggal menunggu Tasya, Afril, dan Sherin. Tak lama kemudian ketiga gadis tersebut sudah sampai di cafe tersebut.


"Hai guys sorry ya telat" ujar Sherin Cengengesan


"kalian tau ngga bisa jamuran gw nungguin kalian"sahut Puja diangguki Pitra


"maaf yah guys tdi itu kita kejebak macet,,yakan guys" jawab Tasya diangguki Afril, Sherin.


"hemz,, yaudah gw maafin asal kalian yg traktir kita berdua" ujar Puja sambil menaik nurun kan alis nya.


"ok,,karna gw ngga mau ribut,,gw yg bayar"jawab Afril yg tak mau mendengarkan perdebatan mereka lagi.


"yes gitu donk" sahut Pitra kegirangan


"biasa aja kali,,itukan ide gw"ucap Puja menatap Pitra yg kegirangan, padahal mereka semua termasuk anak orang kaya. Tpi jika ada yg mentraktir siapa yg akan menolak.


"yeee yg nunggu itu emang Lo doang hah?" ujar Pitra menatap Puja sinis.


"tuh kan ribut lagi,, ngga jadi deh gw traktir Lo berdua" sahut Afril yg mulai kesal dengan kelakuan sahabat nya itu.


"eh eh jgn gitu donk Fril,, kita kan cma becanda,, yakan ja!!" jawab Pitra cepat sambil mengedipkan matanya kepada Puja.


"eh iya Fril,, kok Lo gitu sih" ujar Puja dengan wajah yang so imut.


"yaudah jgn banyak ngomong lagi" ketus Sherin


Kini mereka sudah memesan makanan dan minuman, hanya tinggal menunggu kedatangannya saja. karena belum jg datang mereka memulai pembicaraan.


"oh iya gw lupa,,kalian berdua kan belum ceritain tentang kaki Lo ja,,sama knp hampir telat" ujar Tasya membuka suara.


"oh iya yah gw lupa cerita ke kalian" sahut Puja sambil menatap Pitra.


"yaudah ja,,Lo aja yg cerita,,malas gw bahas jodoh Lo" ucap Pitra santai, sampai membuat ke tiga sahabatnya sedikit terkejut dan menatap Puja. Puja geram dgn Pitra yg ngomong nya asal ceplos.

__ADS_1


"maksudnya gimana nih?" sahut Sherin menatap Puja penasaran.


"jadi gini guys...."


Flashback on


Saat Pitra dan Puja sedang berjalan kaki menuju ke sekolah, karena motor Puja tiba-tiba bannya bocor ditengah jalan. Sampai-sampai mereka harus berjalan kaki, lagian sekolahnya jg sudah dekat, jdi mereka berdua memutuskan jalan kaki, dan motor nya dititipkan di bengkel terdekat.


Saat dijalan Puja dan Pitra melihat seorang pria yg cukup tampan, hanya saja karena penampilan nya yg cupu membuat dirinya kelihatan kurang menarik. Dia jg seorang pelajar, karena dia mengenakan pakaian anak SMA. Pria tersebut sedang dikeruyuki oleh kawanan preman yg sekitar 5 orang.


"eh eh ja,,itu knp tuh cowok" ujar Pitra menunjuk segerombolan orang.


"kayanya mereka lagi ngeruyukin anak SMA deh pit" sahut Puja yg melihat anak SMA yg sedang membungkuk.


"mau bantu ngga ja?" ucap Pitra menatap Puja, seketika Puja diam sejenak dan menjawab.


"yaudah deh kita bantuin aja kasian" jawab Puja melenggang mendekati segerombolan orang-orang tersebut.


"ehh bocah ingusan ngga usah ikut campur deh Lo" sahut salah satu preman itu sambil tertawa kecil meremehkan Puja.


"ngga usah banyak ngomong bang,,sini maju lawan gw" jawab Puja menatap kelima preman tersebut dgn tajam.


"mau gw patahin kaki Lo hah?" bentak preman itu, dan langsung menyerang Puja. Karena Pitra tak bisa bela diri, ia langsung membopong pria yg sedang meringkuk babak belur itu dan menduduki nya di tepi jalan.


"Lo tunggu sini ya,,gw mau bantu tmen gw dlu" ujar Pitra menatap pria tersebut yg hanya mengangguk pelan.


Karena lumayan banyak preman nya kini Puja mulai kualahan melawan mereka, sampai kaki nya cidera. Pitra yg melihat Puja yg kalah, langsung berlari membawa kayu ditangannya.


Bukk Bukk Bukk


pukulan demi pukulan yg dilontarkan Pitra, sampai membuat kelima preman itu mulai kualahan, dan tak sengaja salah satu preman tersebut memukul belakang Pitra sehingga membuat ia tersungkur. Karena cukup lama kini datang lah segerombolan warga setempat. sehingga membuat preman-preman tersebut berlari kabur.


"Neng ngga papa neng?" ujar salah satu warga itu, menatap Puja dan Pitra.

__ADS_1


"ngga papa kok pak,,makasih yah pak!" sahut Pitra yg membopong Puja supaya berdiri.


"oh kalau begitu kami duluan yah neng,,kalian hati-hati" jawab salah satu pria paruh baya tpi masih cukup gagah. Pitra dan Puja hanya mengangguk dan tersenyum. kini warga tersebut sudah mulai jauh.


"gimana kaki Lo ja? apa perlu kita kerumah sakit?" ujar Pitra menatap Puja dengan wajah khawatir, Puja hanya tersenyum.


"santai aja kali pit,,gw ngga papa kok,, palingan cma terkilir doang,,ntar diurut sama bibi dirumah juga bakalan sembuh" ujar Puja menenangkan Pitra yg cemas dgn keadaan nya.


"yaudah deh kalo ada apa-apa kasih tau gw yah" sahut Pitra menatap Puja,.


"iya-iya bawel banget sih" jawab Puja, lalu menatap pria yg ditolong nya itu.


"eh Lo gimana?apa perlu kita antar kerumah sakit?" ucap Puja menatap pria itu. Pria itu hanya menggeleng dgn kepala tertunduk.


"hemzz,,yaudah kita udah hampir telat nih ja,,kita duluan yah!"sahut Pitra menatap Puja dan pria tersebut.


"yaudah yuk!" ucap Puja sambil berjalan pincang. saat Pitra melangkah mendekati Puja ingin membantu nya, pria itu bersuara.


"ma..makasih"ucap x gugup, tpi mulai berani menatap Puja, kini mereka saling tatap. Pitra yg menyaksikan kejadian itu langsung berdehem.


"ehem hemzz" ujar Pitra sontak membuat mereka berdua kaget dan salah tingkah.


" Hem, oke-oke,, sama-sama"jawab Puja sambil menormalkan pikiran nya, dan lalu menarik tangan Pitra, pria tersebut hanya tersenyum menatap kepergian Puja dan Pitra.


Nah saat dijalan Pitra selalu menggoda Puja sampai membuat gadis itu kesal dan salah tingkah.


flashback off


"Nah gitu ceritanya guys" sambung Puja sambil menatap ke empat sahabatnya itu, mereka hanya ber oh ria dan mengangguk paham.


Karena cukup lama kini pesanan mereka sudah siap, dan mereka jg sdah menutup pembicaraan dan mulai memakan makanan tersebut.


jangan lupa like,, komen dan vote yah guysπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ˜

__ADS_1


__ADS_2