
Puja dan yg lainnya pun sudah sampai di rumah Charrol kini mereka hanya menunggu kedatangan orang tua Tasya.
"kok Tasya bisa diculik sih char?"tanya Puja.
"gw ngga bisa jelasin sekarang"jawab charrol yg sangat cemas, Puja pun memaklumi nya.
"Lo tau pelaku nya char?"tanya Kifli.
"iya char, biar kita ancurin tuh orang"sambung Sherin geram.
"gw tau"jawab charrol singkat.
"siapa?"tanya mereka serempak.
"nih liat sendiri"ujar charrol sambil menyerahkan ponselnya pada mereka.
Merekapun langsung menonton rekaman cctv tersebut.
"bangsat"geram Puja.
"ngga nyangka gw"ujar Afril.
"ngga bisa di diamin nih char"kata Saka.
"iya char, nunggu apa lagi?"tanya Kifli.
"tunggu nyokap bokap nya Tasya dulu"jelas charrol.
"mamah ulan sama papah Reno, kesini?"tanya Pitra, laki-laki itu hanya mengangguk.
Tak lama kemudian, suara bel rumah Charrol berbunyi.
__ADS_1
"biar gw yg bukain"ujar Kifli, lalu bangkit dari duduknya dan menuju pintu.
Papah dan mamahnya Tasyapun langsung masuk kedalam rumah Charrol, saat dibukai oleh kifli.
"Charrol"teriak papanya Tasya, membuat semua orang kaget dan bangkit dari duduknya.
"om"ujar charrol, laki-laki itu bergidik ngeri melihat wajah papanya Tasya yg kelihatan marah.
"kenapa Tasya sampai bisa diculik?"tanya pria paruh baya itu.
"nak charrol, kenapa Tasya sampai bisa diculik nak? hiks hiks hiks"sambung mama sambil menangis.
"tenang dulu om, lebih baik om sama Tante duduk dulu"ujar Afril menenangkan kedua orang tua Tasya.
Kini mereka semua sudah duduk di ruang tamu, tetapi kedua orang tua charrol sedang berada di kamar dan belum keluar menemui mereka.
"sekarang kamu jelasin sama om"kata papanya Tasya.
"Char, apa orang tuanya Tasya sudah datang"tanya ayah sambil berjalan mendekat, semua orang langsung menoleh ke belakang.
Dan betapa kagetnya kedua orang tua Tasya saat melihat ayah dan bundanya charrol.
"Anton"kata papa Reno.
"Reno"sahut ayahnya charrol.
"kamu apa kabar?"tanya papanya Tasya, sambil memeluk pria paruh baya itu.
"kaw lihat sendiri kan, aku baik-baik saja"jawab ayah sambil terkekeh pelan.
Semua orang yang melihatnya pun heran dan melongo.
__ADS_1
"apa om Reno teman ayah?"batin charrol
"wah jeng, Ngga nyangka kita bisa ketemu disini"ujar bunda sambil cipika cipiki dengan mamanya Tasya.
"iya jeng"sahut mama sambil tersenyum.
"om, kalau boleh saya kasih saran. Reuni nya nanti aja, lebih baik kita pikirkan gimana caranya menyelamatkan Tasya"timbrung Saka membuat mereka sadar kalau nyawa Tasya sedang dalam bahaya.
"jadi rencana kamu apa Ren?"tanya ayah.
"laporkan ke polisi"jawab papa.
"sebaiknya kita bagi dua kelompok, ayah sama om Reno, melaporkan masalah ini ke kantor polisi. Terus kalian cari Tasya, dimana aja"perintah ayah." dan sebaiknya yg cewek-cewek tinggal sama bunda dan mama ulan saja"sambung ayahnya charrol, mereka hanya mengangguk-angguk.
"tapi Yah, Puja mau ikut"ujar Puja.
"iya om"sambung Pitra.
"kita juga mau nyelamatin Tasya om"kata Sherin.
"denger guys, bukannya gw ngeremehin kalian. Tapi, apa yg dibilang sama om tadi ada benarnya kok"ujar Afril.
"iya sayang, bunda ngga mau kalian kenapa-kenapa. Apalagi kalian ini perempuan"sambung bunda. Ketiga gadis itu hanya bisa terdiam lesu.
"lebih baik kita sekarang berangkat"ujar papa diangguki ayah, mereka semua bangkit dari duduknya dan langsung berangkat.
"kita harus tenang ya jeng"ujar bunda sambil memegang bahu mama ulan.
"iya jeng"sahutnya dengan lesu.
"*Gw ngga bisa tinggal diam gini"batin Puja.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏*