Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Maafin Aku


__ADS_3

Hari sudah pagi, gadis yang tak sadar kan diri dari semalam pun mulai mengerjab-ngerjabkan matanya. Gadis itu merasakan berat dilengan kanannya, ia langsung menoleh dan melihat kalau laki-laki yg saat ini ia cintai sedang tertidur pulas di lengannya itu. Senyuman terukir di bibirnya, ia mengelus-elus rambut laki-laki itu. Tanpa sadar ia membuat laki-laki itu terganggu dan terbangun dari tidurnya.


"maaf"ujar Tasya menatap laki-laki itu.


"ngga papa"katanya sambil tersenyum.


"makasih"


"maafin Aku"


Keduanya saling tatap saat mendengar ucapan masing-masing.


"aku minta maaf"lirih charrol sambil menunduk bersalah.


"hey, kamu ngga salah. Jadi, ngga perlu minta maaf"ujar Tasya menggenggam tangan laki-laki itu.


"ngga sya, kalau aku ngga ngajakin kamu jalan, semuanya ngga bakalan ke gini"kata charrol.


Tasya berusaha duduk dari rebahan nya, charrol langsung membantu gadis itu. Tasya menelungkup kedua tangannya ke wajah laki-laki itu.


"dengerin aku baik-baik, kamu ngga salah. Dan jangan pernah nyalahin diri kamu sendiri"ucapnya sambil menatap wajah laki-laki itu.


"tapi sya" cup ucapan charrol langsung terhenti oleh bibir mungil Tasya.


"jangan banyak omong"kata Tasya, membuat laki-laki itu masih terpaku olehnya.


"masih sakit?"tanya Charrol berusaha menetralkan pikiran nya dan mengalihkan topik.


"sedikit"jawab Tasya.


"makasih"sambung nya lagi dengan senyuman manis nya.


"buat?"tanya Charrol masih belum paham.


"karena udah nyelamatin aku"jawab Tasya.


"aku cma datang nya belakangan sya, makanya aku ngerasa ngga guna"kata charrol.


"tapi, tetap aja kamu ikut nyelamatin aku"kekeh Tasya.


"iya-iya"sahut Charrol, dan langsung memeluk tubuh gadis itu.

__ADS_1


"aku janji, aku ngga bakalan biarin siapapun yg mau ngelukain kamu lagi"lirih Charrol disela-sela pelukannya.


"makasih sayang"lirih Tasya juga.


"sama-sama honey"sambung Charrol lagi.


"ehem-ehem, baru juga pagi udah peluk-pelukan aja Lo berdua"ujar Puja mengagetkan kedua manusia itu.


"awh"rintih Tasya, karena bahunya tersenggol tangan Charrol.


"maaf honey, maaf"ujar charrol.


"iya ngga papa"kata Tasya.


"astaga, pake panggilan honey segala"pekik Pitra.


"gila, Lo berdua pagi-pagi udah bikin gw iri aja"sambung Sherin.


"kode kif kode"ujar Jona.


"paan sih ka, tuh urusin Afril aja"dengus Sherin.


"kok gw"ujar Afril yg tak tahu menahu.


"udah-udah paan sih"lerai Tasya.


"oh iya, kalian ngga sekolah?"tanyanya lagi.


"aku izin"sahut Charrol.


"2in"


"3in"


"4in"


"5in"


"6in"


"7in"

__ADS_1


"8in"


"aduh guys, kenapa semuanya jadi izin"ujar Tasya.


"mau jagain Lo"sahut mereka serempak, gadis itu hanya terdiam mendengar jawaban sahabat-sahabatnya.


Mereka sebagian pulang sebentar buat bersih-bersih, habis itu kembali ke rumah sakit lagi. Tapi, saat ini hanya tinggal charrol dan Puja dirumah sakit menjaga Tasya.


"Lo ngga pulang dulu ja?"tanya Tasya.


"ngga nanti aja, kalau yg lain udah balik"jawab Puja.


"kamu tau ngga, siapa orang yang dapat info tentang kamu duluan?"tanya Charrol.


"ngga"jawab Tasya singkat.


"noh, si Puja"ujar charrol sambil menunjuk gadis itu.


"makasih banyak Ja, Lo emang sahabat gw yg paling bisa diandelin"kata Tasya.


"Sans aja kali sya, selama gw ada. Gw ngga bakalan biarin kalian semua kenapa-kenapa"sahut Puja.


"hemz makasih"ujar Tasya langsung merentangkan kedua tangannya, karena paham maksud gadis itu. Puja langsung berlari memegang sahabatnya itu.


"maafin gw yah, karena nolongin gw Lo jadi ke gini"lirih Puja disela-sela pelukannya.


"ngga papa, seharusnya gw yg minta maaf karena udah ngerepotin kalian"lirih Tasya juga.


"udah dong kaya Teletubbies nya"kata charrol.


"Teletubbies itu berempat kita cma berdua, bilang aja Lo cemburu gara-gara gw peluk Tasya"kata Puja menatap laki-laki itu.


"siapa yg cemburu"sahut Charrol.


"yaudah biarin aja gw peluk Tasya lama-lama"ujar Puja.


"eh eh jangan, Tasya nya harus istirahat"kata charrol.


"alasan"sahut Puja.


"udah-udah, apaan sih kalian berdua"lerai Tasya sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Kedua manusia itu langsung diam, dan membuang muka. Tasya yg melihat kelakuan sahabat dan kekasih nya itu hanya geleng-geleng kepala.


__ADS_2