
Kini kedua manusia itu sedang berada di taman yg ramai dikunjungi orang-orang, keduanya sedang menikmati escriem. Meskipun tadinya sempat canggung akibat ciuman sekilas, tapi keduanya malah bertambah romantis, hingga membuat pengunjung lain iri pada mereka.
"Sya"ujar laki-laki itu.
"hemz"dehem Tasya yg masih fokus pada escriem nya.
"kalau orang ngomong, dengerin napa"gerutu charrol.
"yg buat denger itu kuping bukan mulut, bukan mata"sahut Tasya.
"hadeuh"charrol hanya bisa menghela nafasnya.
Karena laki-laki itu tak membuka suara lagi, Tasya langsung menoleh ke arah nya.
"kok diam, katanya mau ngomong"ujar Tasya sambil menatapnya.
"ngga jadi"sahut Charrol ngambek, sambil mencumuti escriem nya.
"nih anak kenapa sih, dari tadi ngambek Mulu deh, heran gw"batin Tasya.
"ciee, ngambek"ejek Tasya sambil terkekeh pelan.
"ngga"bantah charrol.
"masa"goda Tasya sambil mencolek pipi laki-laki itu dengan escriem yg ada ditangan.
"wah, ngajak perang nih"kata charrol sambil menempelkan escriem nya ke pipi gadis itu.
"charrol"teriak Tasya.
"buahahaha, tambah cantik sayang"goda charrol sambil tertawa.
"cantik pala mu"dengus Tasya sambil cemberut.
"yg mulai siapa?"tanya Charrol.
"kamu lah"jawab Tasya.
"lah kok aku"kata charrol.
"iya kamu"ujar Tasya sambil menyodorkan escriem nya ke wajah laki-laki itu.
"buahahaha, ganteng banget"ejek Tasya.
__ADS_1
"gw seneng banget bisa kenal Lo sya"batin charrol.
"tuh kan kamu yg duluan"kata charrol sambil ingin membalas gadis itu, tapi.
"stop, udah dong Char"rengek Tasya, membuat laki-laki itu tidak jadi membalas nya.
"iya-iya"sahut Charrol.
"gitu dong sayang"kata Tasya cengengesan.
"kalau ada maunya, baru manggil sayang"ujar charrol.
"hehe,"gadis itu hanya cengengesan.
"udah, sekarang bersihin nih"ujar charrol sambil menyodorkan wajahnya pada gadis itu.
Tasya langsung mengambil tisu di tasnya, lalu membersihkan escriem yg ada diwajah kekasih nya itu. Setelah selesai, Tasya langsung membuang tisu kotor itu.
"udah"ujarnya sambil tersenyum.
"makasih sayang"kata charrol.
"sama-sama sayang"sahut Tasya.
"mau aku anterin?"tanya Charrol.
"ngga usah"jawab Tasya tersenyum.
"yaudah aku nunggu di sini aja ya, jangan lama-lama. Kalau ada apa-apa langsung kabarin aku"celoteh charrol.
"iya-iya, bawel banget"sahut Tasya, geleng-geleng kepala.
Gadis itu pun langsung berjalan menuju toilet yg tak terlalu jauh dari tempat duduk mereka berdua. Saat sampai di toilet, Tasya langsung membersihkan wajahnya yg berlumuran escriem. Entah kenapa sedari tadi, gadis itu merasa kalau ada orang yang mengikuti nya. Namun Tasya berusaha berpikir positif, mungkin itu hanya perasaan nya saja. Setelah selesai bersih-bersih Tasya langsung melangkah keluar dari toilet itu.
Gadis itu berjalan santai hendak menuju tempat kekasih nya yg menunggu, namun tiba-tiba saat di tempat yang sedikit sepi ada seseorang yang memanggil nya dari belakang.
"Tasya"teriak laki-laki itu, karena merasa dipanggil gadis itu langsung menoleh ke belakang.
"Lo"ujar Tasya.
"iya ini gw"sahutnya santai sambil tersenyum.
"kenapa Lo manggil gw?"tanya Tasya pada laki-laki itu.
__ADS_1
"gw mau ngajak Lo pergi"jawab laki-laki itu sambil tersenyum menyeringai.
"hah?maksud Lo?"tanya Tasya, namun laki-laki itu tak menjawab nya.
Dan ngup
Laki-laki itu langsung membius gadis itu dengan sapu tangan nya, lalu ia langsung menggendong tubuh Tasya yg sudah tak sadar kan diri dan membawanya ke mobil miliknya yang tak jauh dari situ.
Ditempat lain
Charrol mulai gelisah, karena Tasya tidak balik-balik dari toilet. Karena merasa cemas, laki-laki itu langsung bangkit dari duduknya dan menyusul kekasih nya yg tak kunjung balik itu. Saat sampai di toilet, charrol menunggu gadis itu didepan toilet namun Tasya tak keluar-keluar. Karena di toilet cukup sunyi, laki-laki itu langsung memasuki toilet itu, namun dia tak menemukan kekasih nya.
"dimana kamu sya? jangan bikin aku khawatir"batin charrol.
Laki-laki itu langsung berjalan di sekitar toilet itu, namun ia tak menemukan kekasih nya. Karena merasa tak menemukan Tasya, charrol langsung bertanya-tanya pada orang sekitar.
"maaf dek, liat Kaka ini ngga?"tanya Charrol sambil menunjukkan foto Tasya dari ponselnya pada anak SD yg ada ditaman itu.
"ngga ka"jawabnya lalu pergi meninggalkan charrol sendirian.
"maaf Bu, liat teman saya yg ini ngga?"tanya Charrol pada dua orang ibu-ibu.
"ngga nak"jawab ibu-ibu paruh baya itu.
"argh, kamu dimana sih sya?"batin charrol yg mulai frustasi dan mengacak rambutnya kasar.
Karena bertanya-tanya kepada orang-orang disekitar tak ada hasil, laki-laki itu terdiam sejenak memikirkan ide. Charrol baru ingat kalau di taman yg besar seperti ini pasti ada cctv.
Laki-laki itu langsung berlari menuju tempat penjaga taman.
"maaf pak, apa taman ini memiliki cctv?"tanya Charrol pada pria paruh baya itu.
"punya nak"jawabnya.
"apa saya boleh liat pak, soalnya teman saya tiba-tiba ngga ada"jelas charrol.
"tentu saja boleh, mari ikut saya"ujar pria paruh baya itu, charrol langsung mengikuti langkah nya. Saat sampai di ruang cctv, charrol langsung mengecek di cctv tersebut.
Karena cukup luas, laki-laki itu langsung mengecek yg didekat toilet, ia melihat Tasya sedang keluar dari toilet. Namun ia melihat ada seorang laki-laki yang membuntuti kekasih nya dan memanggil Tasya dari belakang, laki-laki itu terkejut saat melihat wajah laki-laki itu.
"Ferdy"kata charrol, iya kembali fokus pada layar monitor yang ada di hadapannya.
"brengsek"teriak laki-laki itu dalam batin nya.
__ADS_1
Saat melihat Ferdy membius kekasih nya dan membawanya pergi.