Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Asad Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Pagi-pagi Charrol dkk sudah pamit pulang pada Tasya dkk, karena mereka harus siap-siap berangkat ke sekolah. Kini kelima gadis itu sudah menyelesaikan sarapan nya lalu pamit kepada kedua orang tua Tasya. Saat diperjalanan mereka hanya sibuk dengan ponselnya masing-masing, kini kelima gadis itu sudah sampai di sekolahan, tiba-tiba datang seorang laki-laki menghampiri mereka.


"Hay sya"sapanya.


"eh Hay"ujar Tasya.


"baru nyampe?"tanya laki-laki itu.


"udah liat baru nyampe malah nanya lagi"judes Sherin.


"ohh"laki-laki itu selalu memandang wajah cantik Tasya.


"Lo masih ingat sama gw sya?"tanya laki-laki itu.


"hemz ingat kok Ferdi kan?"ujar Tasya.


"syukur deh, gw kira Lo lupa sama gw"kata laki-laki itu tersenyum bahagia karena Tasya masih ingat pada nya.


"udah ach malas gw lama-lama disini"ujar Puja.


"iya gerah gw"sahut Pitra.


"yaudah yuk masuk"sambung Afril.


"yuk"ujar Tasya.


"bareng aja gimana?"tawar Ferdi pada kelima gadis itu.


"ngga perlu disini udah ada kita-kita"sahut Charrol dari belakang bersama yg lainnya, semuanya menoleh ke belakang. Charrol langsung berjalan mendekati Tasya lalu merangkul gadis itu.


"emang Lo siapa hah?"tanya Ferdi menatap tajam ke arah Charrol.


"kenalin Charrollan Sebastian pacar Anastasya caurellia"tegas charrol menatap laki-laki itu, Ferdi mengepalkan kedua tangannya.


"kalau ngomong jangan ngada-ngada, jangan mentang-mentang Lo anak pemilik sekolah terus orang terpopuler di sekolah bisa dengan gampang nya mengakui semua cewek jadi pacar Lo hah?"kata Ferdi dengan nada tinggi.


"jaga Mulut Lo"teriak Saka.


"jangan pernah asal ngomong sama teman gw *******"geram kifli.


"udah-udah, dengerin ya Ferdi, jangan pernah deketin gw lagi, soalnya gw udah jadian sama charrol"jelas Tasya lalu menarik tangan kekasihnya dan diikuti semuanya. Ferdi hanya diam membisu setelah mendengar langsung dari mulut Tasya.


"gw bakalan rebut Lo sya dari dia, gw ngga rela kalau Lo harus dimiliki orang lain"batin Ferdi sambil mengepalkan tangannya.


Tasya dkk sudah sampai didalam kelas, Tasya menenangkan charrol takut nya laki-laki itu terbawa emosi ternyata tidak, laki-laki itu malah terkekeh mendengar ocehan tasya.


"Nazha dkk kok ngga ada kabar lagi?"tanya Sherin.


"ngga tau"sahut Pitra.


"mungkin dia kapok abis kita kerjain"kata Puja sambil tersenyum puas.


"maksudnya kalian kerjain mereka gimana?"tanya Asad.


"jadi gini guys...."Sherin mulai menceritakan kepada teman-temannya, saat cerita nya selesai.


"buhahahah"gelak tawa mereka pecah mendengar cerita Sherin.

__ADS_1


"gila berani juga yah kalian"kata Kifli.


"ngapain juga takut"sahut Sherin.


"iya sayang iya"ujar Kifli, hingga membuat gadis itu malu.


"ehem-ehem, ngga usah bucin kali guys"kata Puja.


"bilang aja Lo iri"sambung Pitra.


"jomblo mah diam baee neng"ejek Saka, hingga membuat gadis itu mendengus kesal.


"tenang aja Bebeb Puja, kamu ngga akan jomblo lagi kok"timbrung Zefan sambil merangkul gadis itu.


"apaan sih Lo"ujar Puja sambil menepis tangan Zefan.


"santai aja kali beb, awas jangan marah-marah nanti jatuh cinta Lo"goda Zefan sambil mengedipkan matanya.


"yg ada gw tambah jijik kalau sampai suka sama playboy cap gajah kaya Lo"sahut Puja.


"hahaha,,gila baru denger gw ada Playboy cap gajah"tawa Saka.


"udah ach, sana-sana Lo dari gw, jijik tau"usir Puja.


"kejam bener nih calon bini"sahut Zefan, entah knp Asad sedari tadi hanya diam, laki-laki itu merasa kesal saat ada laki-laki lain yg mendekati Puja.


"ehem-ehem kayanya ada yg gerah nih gebetan nya digodain cowok lain"ucap Pitra sambil melirik ke arah Asad.


"siapa gebetan Puja?"tanya Zefan.


"hahahha,,,serius dia gebetan Lo ja?"tanya Zefan sambil mengejek Asad.


"apa yg Lo ketawain?"tanya Puja.


"ya lucu aja, cewek secantik Lo suka sama cowok cupu ke gitu"sahut Zefan sambil menunjuk Asad.


"jaga omongan Lo"bentak Puja.


"kok Lo malah marah sama gw Ja, apa karena cowok CUPU ini"kata Zefan sambil menekan kata cupu.


"jaga mulut Lo bre..."ucapan Puja terpotong oleh Asad.


"yg Zefan bilang itu benar ja, jadi Lo ngga perlu marah, oh iya kayaknya gw harus ke kelas dulu"ucap Asad sambil tersenyum tipis, lalu melangkah pergi meninggalkan kelas Puja dkk.


"Sad"teriak Puja.


"kejar ja"ujar Tasya, gadis itu langsung mengangguk, lalu berlari mengejar Asad.


"jangan pernah hina teman gw ke gitu lagi kalau Lo masih pengen hidup"gertak Saka menatap tajam Zefan.


"asal Lo tau, penampilan itu tidak menentukan masalah siapa yg baik dan siapa yg buruk, dan ingat jangan pernah hina orang lain karena penampilan nya"kata Charrol.


"ini peringatan terakhir buat Lo"ucap Sherin sambil menunjuk wajah Zefan, laki-laki itu langsung menciut mendengarkan kata orang-orang disekelilingnya. Ia langsung pergi karena malu dilihat oleh orang-orang di kelas.


Ditempat lain Puja kesana kemari mencari keberadaan Asad, sampai-sampai ia terduduk lemas di atas bangku yg terdapat di koridor sekolah itu. Setelah berpikir sejenak Puja baru ingat waktu itu ia melihat Asad di bawah pohon beringin di dekat belakang sekolah. Gadis itu pun langsung berlari menuju lokasi itu, ia terhenti ketika melihat Asad sedang di-bully oleh beberapa orang sampai babak belur dan tak berdaya lagi.


"berhenti"teriak Puja, membuat semua orang menoleh ke arah nya.

__ADS_1


"siapa lo hah?"bentak laki-laki itu.


"gw bilang berhenti,,atau ngga"teriak Puja.


"atau ngga apa?"tanpa aba-aba.


bruk bruk bruk


serangan Puja yg bertubi tubi membuat mereka semua kualahan, namun tiba-tiba bruk satu pukulan di bahu gadis itu membuat nya tersungkur ke lantai.


"brengsek,, bisa-bisanya Lo main curang"geram Puja.


"hahaha, emang nya gw peduli apa"ujar laki-laki itu sambil tersenyum menyeringai.


"awas Lo"teriak Puja.


"awas apa hah?"ujar laki-laki itu berjalan mendekat ke arah Puja.


"jangan mendekat"bentak Puja.


"kalau gw ngga mau gimana?"sahut laki-laki itu.


"wuy berhenti"teriak charrol dkk, membuat keempat laki-laki tadi menciut.


"Kif, Ka, selesain"perintah charrol. Kifli dan Saka mulai beradu kemampuan dengan orang-orang tadi, dan tak lama kemudian keempat nya terkapar oleh kifli dan Saka.


"biarin mereka pergi"ujar charrol. Lalu keempat laki-laki itu berlari meninggalkan charrol dkk.


"tapi char?"sahut Saka.


"biarin, nanti kita urus lagi"ujar charrol.


"Puja Lo ngga papa?"tanya Tasya.


"ngga kok guys gw ngga papa"kata Puja.


"lebih baik kita bawa Asad ke RS"ujar charrol, mereka semua mengangguk.


Saat sampai dirumah sakit Asad Langsung dibawa keruang IGD, Puja benar-benar kelihatan khawatir.


"Lo tenang dulu deh ja"ujar Afril menenangkan Puja.


"gw takut banget Asad kenapa-napa Fril"sahut Puja getir.


"gw yakin pasti Asad ngga kenapa-napa ja, Lo tenang aja ya"kata Tasya.


"iya ja,,kan Asad udah ditanganin sama dokter"sambung Sherin.


"iya guys"lirih Puja, tak lama kemudian dokter yg menangani Asad pun keluar.


"gimana dok teman saya?"tanya Puja.


"ikut keruangan saya sebentar ada yg saya ingin sampaikan"ujar dokter itu, Puja pun hanya mengangguk.


"gw keruangan dokter dulu ya guys"kata Puja mereka semua nya mengangguk pelan.


"🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏"

__ADS_1


__ADS_2