Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Murid Baru


__ADS_3

Hari ini, entah kenapa Puja Pitra dan Sherin dihukum oleh guru BK karena datang terlambat. kini ketiga gadis itu sedang membersihkan lapangan sekolah yg sangat luas, hingga membuat ketiga gadis itu Kualahan dan keringat bercucuran membasahi wajah cantik mereka. Saat ketiga gadis itu memutuskan untuk beristirahat sebentar saja, tiba-tiba ada suara yg lama tak mereka dengar dari arah belakang, suara itu milik Nazha dkk.


"aduh kasian banget yah,, panas-panas gini bersihin lapangan yg luas"ujar Nazha.


"eh Pit, Sher, Lo denger ngga ada suara tapi ngga ada orangnya, jangan-jangan dedemit sekolah lagi"kata Puja sambil pura-pura bergidik ngeri.


"iya yah ja, tapi kalau dedemit mah, punya malu deh kayaknya, tapi kalau yg ini kaya nya ngga deh"sambung Pitra dengan nada mengejek.


"hahahha,,,kalau ngomong suka bener"ujar Sherin sambil tertawa terbahak bahak.


"wuy punya sopan santun ngga sama yg lebih tua"teriak Vina yg mulai geram.


"tau baru juga adkel udah belagu"sambung Zura.


"aduh kuping gw sakit banget denger suara cempreng ala memekik"puja memang sengaja ingin membuat Nazha dkk emosi karena ia punya rencana untuk ketiga kakel nya itu.


"kayanya abis pulang sekolah kita harus ke rumah sakit deh, takut nya kuping kena virus"kata Sherin.


"suaranya merdu banget mba sampe-sampe saya mau mimisan"ujar Pitra sambil terkekeh pelan.


Nazha dkk sudah geram emosi pun mulai memuncak, saat mereka ingin maju mendekati Puja dkk, tiba-tiba ketiga gadis itu pura-pura ketakutan dan memasang wajah yg sedang ketakutan, hingga membuat Nazha dkk pun sedikit heran, tiba-tiba suara guru dari belakang mereka mengejutkan ketiga gadis itu.


"apa yg mau kalian bertiga lakukan?"teriak guru laki-laki dengan sorot mata tajam menatap Nazha dkk.


"kami ngga mau ngapa-ngapain kok pak"sahut Nazha.


"iya pak, kami malah mau bantuin adkel kita yg manis-manis ini"ujar Vina sambil tersenyum manis.


"masa iya kita mau bully mereka pak"sambung Zura.


"pak tolongin kita pak, tadi kakel ini minta kita buat bersihin sepatu mereka juga, karena kita ngga mau, mereka malah mau mukul kita"ucap Puja dengan wajah sedih.


"iya pak, kita udah cape dihukum bersihin lapangan, terus malah disuruh bersihin sepatu mereka lagi"kata Pitra.


"apa bapak ngga percaya sama kita, bapak ngga liat tadi mereka udah maju mau mukul kita"sambung Sherin dengan wajah takutnya, Nazha dkk yg melihat drama Puja dkk pun sangat geram.


"Lo bisa-bisanya ngebalik fakta ke gitu ya"bentak Nazha pada ketiga gadis itu, lalu mereka bertiga langsung seperti orang ketakutan, hingga menambah akting mereka menjadi lebih sempurna.


"cukup Nazha kalian udah salah malah nyalahin orang lagi, sekarang kalian bertiga ikut bapak"bentak guru BK itu lalu melangkah pergi meninggalkan mereka.


"awas kalian yah"ucap Nazha menatap mereka sinis, lalu pergi mengikuti guru tadi.


"buahhahaha"tawa ketiga gadis itu pecah saat Nazha dkk sudah jauh.


"sumpah gw seneng banget bisa bikin mereka dihukum gitu"ujar Puja.


"iya,,Kren juga yah akting kita"sambung Pitra sambil terkekeh pelan.


"haha, gw juga puas banget udah ngerjain mereka"kata Sherin.


"yaudah yuk ke kelas"ujar Puja.


"terus ini gimana?"kata Pitra menunjuk lapangan yg luas itu.


"udah biarin aja"sahut Sherin diangguki Puja.


"yaudah yuk"kata Pitra.


Ketiga gadis itu langsung berjalan menuju kelas, saat diperjalanan mereka tak sengaja melihat Charrol dengan seorang gadis cantik yg kelihatan sangat akrab.


"tuh cewek siapa yah?"tanya Sherin pada Puja dan Pitra.


"gw juga ngga tau, tapi kelihatannya sih, mereka dekat deh"kata Puja menatap Charrol dan gadis itu.


"apa jangan-jangan itu pacar nya charrol?"ujar Pitra.


"kalau ngomong jangan ngaco, bisa aja kan itu temannya, kita kan tau kalau charrol dekat nya sama Tasya"sahut Sherin.


"kan charrol sama Tasya cma dekat, tapi belum resmi jadian"ujar Pitra.

__ADS_1


"nanti kita tanya charrol aja itu siapa, sekarang kita ke kelas dulu"kata Puja


Kini ketiga gadis itu langsung melanjutkan perjalanan menuju kelas, saat sampai dikelas mereka bertiga langsung terduduk lemas dibangkunya masing-masing.


"kalian udah minum?"tanya Tasya, mereka serempak menggeleng.


"nih Minum"ujar Afril sambil mengulurkan tiga botol air mineral.


"wah Lo pengertian banget Fril"kata Puja.


"iya,,makin sayang gw sama Lo"sahut Pitra Cengengesan.


"makasih ya Fril"sambung Sherin.


"iya"ujar Afril.


"kalian bertiga kenapa bisa telat sih?"tanya Tasya menatap ketiga gadis itu.


"ini nih si Pitra pake dandan segala"jawab Puja.


"kan biar cantik"sahut Pitra Cengengesan.


"tapi sayang cantiknya luntur gara-gara bersihin lapangan"judes Sherin.


"hhe, iya juga ya,,maafin sahabat kalian yg cantik ini yah"kata Pitra sambil mengimut-imuti mukanya.


"mbluea"sahut mereka serempak seperti orang hendak muntah.


Kini guru sudah memasuki kelas mereka hingga membuat semua murid diam memperhatikan penjelasan guru nya.


"oke anak-anak karena bel sudah berbunyi, kalian sambung tugas yg ada di halaman 45-50 saja dirumah, dan ingat kumpulkan besok di meja ibu"ucap guru itu.


"iya Bu"sahut mereka serempak.


Kini kelima gadis itu berjalan menuju kantin, saat dikantin mereka langsung menduduki meja kosong, dan tak lama charrol dkk juga datang menghampiri mereka.


"hai ciwi-ciwi cantik"sapa Saka pada mereka semua.


"udah pesan belum?"tanya charrol.


"belum"sahut Tasya.


"yaudah Kif, Ka, pesan dulu sana"ujar charrol menyuruh Kifli dan Saka.


"ok bos, kaya biasa aja kan?"tanya Kifli mereka semua mengangguk.


karena pesanan mereka belum datang Puja berinisiatif untuk menanyakan siapa perempuan yg bersama charrol tadi.


"o iya char tadi pagi kita ngga sengaja liat Lo sama cewek,,tuh cewek siapa char?"tanya Puja pada charrol.


"oh itu cewek....."ucapan charrol langsung terpotong oleh seorang gadis yg tiba-tiba memeluknya dari belakang.


Deg deg deg


bagaikan disambar petir disiang hari, hati Tasya sangat sakit melihat Charrol dipeluk oleh seorang perempuan lain. Wajah gadis itu sudah memanas perasaan nya begitu gerah melihat pemandangan itu.


"kok Lo disini?"tanya charrol menatap gadis itu.


"emangnya ngga boleh hah?"tanya gadis itu dengan manja.


"ya boleh, lagian kan ini tempat umum"jawab charrol.


"dia siapa char?"tanya Puja.


"oh dia se...."belum charrol menyelesaikan ucapannya. Gadis itu sudah memotong ucapan nya.


"kenalin nama gw Aulia Putri pacarnya charrol"kata gadis itu dengan santainya. sontak membuat semua orang terkejut lalu menatap Charrol lalu menoleh ke Tasya, hati Tasya rasanya seperti diiris dengan pisau tajam. Gadis itu langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka semua.


"sya Lo mau kemana?"teriak Puja.

__ADS_1


"kayaknya Tasya cemburu deh"ujar Kifli.


"cemburu?emang dia siapanya charrol?"tanya Aulia pada Kifli.


"dia gebetan nya charrol"sahut Saka.


"emangnya lo sama charrol beneran pacaran?"tanya Afril menatap Aulia, lalu gadis itu menggeleng.


"lah terus tadi itu?"tanya Sherin.


"gw cma mau becandain charrol"sahut Aulia sambil menyengir.


"makanya Li kalau mau ngomong itu disaring dulu"bentak charrol.


"ma..maaf char"lirih Aulia, selama ini Charrol tak pernah membentak nya, tapi kali ini laki-laki itu benar-benar marah.


"udah char, Lo tenang aja dulu, biar kita yg jelasin sama Tasya"sahut Puja lalu pergi mengejar Tasya.


Kini keempat gadis itu bingung mencari keberadaan Tasya, sampai-sampai membuat mereka kelelahan.


Dirumah Tasya


Gadis itu langsung menuruni mobilnya dengan air mata mengalir di pipi mulusnya.


"eh Tasya sayang, kamu kok udah pulang?"tanya mamahnya. Gadis itu langsung menundukkan kepalanya, untuk menyembunyikan air matanya.


"iya mah, Tasya kekamar dulu"jawab gadis itu lalu berlari menuju kamarnya. Wanita paruh baya itu sedikit heran melihat Kelakuan Putri nya, lalu ia memutuskan untuk menanyakan kepada sahabat putrinya itu, mamahnya Tasya langsung menghubungi ponsel Puja.


Tut Tut Tut


kini telepon nya sudah tersambung.


"halo ja"ujar mamahnya Tasya.


"iya mah kenapa?"tanya Puja dari seberang telepon.


"ini ja, mamah mau nanya, kok Tasya udah pulang? terus kelakuan nya juga aneh,,apa dia ada masalah disekolah?"ujar mamahnya Tasya.


"apa? Tasya udah dirumah mah?"sahut Puja sedikit terkejut.


"iya sayang apa ada masalah"tanya mamahnya Tasya.


"em oh ngga ada masalah kok mah, tadi Tasya baik-baik aja kok"boong Puja.


"oh gitu yah nak, yaudah mamah tutup dulu ya telpon nya,,by"ujar mamahnya Tasya.


"iya mah"sahut Puja.


Tut Tut Tut


sambungan telepon terputus.


"siapa ja?"tanya Sherin.


"mamah ulan"jawab Puja.


"kenapa sama mamah ulan ja?"tanya Afril.


"mamah bilang kalau Tasya udah sampai dirumah"sahut Puja.


"terus?"ujar Pitra.


"mamah nanya kenapa sikap Tasya beda, terus kenapa pulang cepat"jelas Puja.


"syukur deh kalo Tasya udah dirumah"sahut Afril.


"iya" sahut mereka serempak.


"kita biarin aja dulu Tasya nenangin diri, meskipun ini cma kesalahpahaman tapi gw yakin pasti Tasya sedih banget"ujar Puja menatap ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"iya yaudah yuk kita balik ke kelas aja"sahut Sherin diangguki Pitra dan Afril.


"πŸ™πŸΌπŸ™πŸ™πŸΌπŸ™πŸ™πŸΌπŸ™"


__ADS_2