
Ayah dan bundanya charrol sudah berada di rumah sakit, kini mereka semua menunggu waktu dimana Asad akan dioperasi. Puja sedari tadi hanya diam melamun, matanya sembab akibat terlalu lama menangis. Tak lama kemudian dokter yg direkomendasikan oleh ayahnya Zayhen pun sudah siap untuk melakukan operasi, saat dokter-dokter itu melewati mereka, puja langsung menghampiri salah satu dokter yg akan mengoperasi Asad.
"Dok saya mohon lakukan yg terbaik"lirih gadis itu dengan mata yg mulai berkaca-kaca.
"nona, nona tenang dulu kami akan melakukan yg terbaik untuk pasien, dan nona harus tetap berdoa untuk keselamatan pasien"Jawab dokter itu sambil menenangkan Puja.
"Ja, Lo harus tenang, kita akan terus berdoa untuk keselamatan Asad"ujar Tasya.
"iya Ja Lo harus tenang"sambung Afril.
"nak puja apapun yang akan terjadi nanti, semua sudah kehendak Allah sayang"ucap bundanya Zayhen dengan lembut.
"iya Tante"lirih Puja.
"yasudah saya pamit dulu"ujar dokter itu lalu melangkah pergi menuju ruang operasi.
Tak lama setelah kepergian dokter tadi, lampu diruang operasi sudah menyala, kini detik-detik menegangkan sudah dimulai. Semua orang berdoa dalam hati untuk keselamatan Asad.
"ya Allah tolong selamatkan dia ya Allah"batin Puja.
"Ja"ujar Tasya sambil meraih tangan gadis itu.
__ADS_1
"kenapa sya?"jawab Puja, lalu bertanya.
"gw tau ini bukan waktu yang tepat buat gw nanya hal ini sama Lo"kata Tasya.
"emang Lo mau nanya apa sya?"jawab Puja lalu bertanya.
"Lo tau kan resiko apa yg bakal Lo tanggung Ja"ujar Tasya. Gadis itu mengerti apa yang dimaksud dengan perkataan sahabatnya.
"gw emang takut sya kalau Asad bakal ngga ingat sama gw, tapi hal ini satu-satunya harapan gw buat nyelamatin dia"batin Puja.
"gw udah siap nerima apapun resiko nya sya, asalkan Asad bisa sembuh"jawab Puja sambil tersenyum paksa.
"gw tau ja apa yg Lo jawab tadi ngga sesuai dengan isi hati Lo"batin Tasya sambil menatap sahabatnya itu.
Sudah hampir 3 jam tapi tidak ada tanda-tanda kalau operasi akan selesai, mereka semua semakin tegang jadi nya. dan gleb lampu ruang operasi tiba-tiba mati, semua orang yg ada didepan pintu ruang itu pun langsung berdiri dari duduknya dan menatap arah pintu.
ceklek
Salah satu dokter yg ikut menangani operasi Asad pun keluar, Puja dan Ayahnya charrol pun langsung mendekati dokter itu.
"gimana dok?"tanya Puja.
__ADS_1
"iya dok gimana operasi nya?"sambung ayahnya charrol.
"berkat doa-doa kalian dan dukungan kalian Alhamdulillah operasi nya berhasil"jawab dokter itu membuat mereka semua senang.
"Alhamdulillah"sahut mereka serempak.
"tapi..."ucapan dokter itu masih ia tahan. Mereka semua penasaran apa yg akan dikatakan dokter itu.
"tapi apa dok?"tanya Puja, gadis itu mulai cemas.
"apa jangan-jangan Asad mengalami Amnesia"batin Puja.
"dok, jawab dok"ujar Tasya.
"dokter apa yg terjadi?"tanya ayahnya charrol.
"maaf pak, operasi nya memang berhasil tetapi"lagi-lagi dokter itu menggantungkan ucapannya.
"tetapi apa dokter? cepat katakan"sahut Puja dengan nada yg mulai meninggi, karena geram dengan dokter yg terus menggantungkan ucapannya.
"pasien mengalami......"
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏