
Sama seperti kemarin kelima gadis ini sudah sampai tepat waktu di sekolah, tapi karena belum waktunya untuk melakukan kegiatan PLS nya, mereka berlima memutuskan untuk ke kantin terlebih dahulu.
"eh guys besok kan hari terakhir kita MOS gimana kalau kita nginep dirumah Tasya" ujar Pitra menatap keempat sahabatnya itu.
" knp harus rumah gw? kan ada tuh rumah Afril, Sherin, sama tuh si Puja" ucap Tasya kepada Sherin, Sherin hanya cengengesan mendengar pertanyaan Tasya.
"lah si Oneng ditanya malah cengengesan" ujar Puja menatap Sherin heran.
"gini yah Sya gw jelasin ke Lo,,kalau dirumah gw kan ngga mungkin karena dirumah ada mami papi gw kalau kita dirumah gw bisa-bisa ngga bebas kita nya,,Lo tau kan mami gw kepo banget orangnya" ujar Sherin
" terus alasannya dirumah gw apaan?" ucap Tasya menatap Sherin diangguki ke tiga sahabatnya.
"yah karena rumah Lo banyak makanannya sya" ucap Sherin cengir-cengir kuda.
"bujubuset nih bocah pikiran nya makanan aja,,tpi bener jg sih" sahut Pitra Cengengesan Tasya dan Afril mendengar nya hanya menghela nafas kasar.
"gw sih setuju-setuju aja,,ngga tau tuh pemilik rumah?"ujar Puja menunjuk Tasya
"yah gw sih ayo aja" ucap Tasya santai, sampai membuat teman-teman senang.
"siap-siap aja Lo sya rumah Lo bakalan gempa lagi" ujar Afril sambil tersenyum tipis.
"ngga kok Fril,,tenang aja,,kalau sampai mereka bikin rusuh tinggal gw Cemplungin aj di kolam ikan piranha gw"ucap Tasya tertawa menatap sahabatnya itu.
"wah ide bagus tuh sya" ucap Afril ikut tertawa menatap ketiga sahabat nya itu, ketiga gadis itu hanya mendengus kesal.
Kini bel sudah berbunyi semua siswa-siswi baru menuju lapangan untuk memasuki kelompok nya masing-masing. Kini kelompok 10 sudah berada di dalam ruangan olahraga.
"nih adek-adek Kaka mau kasih tau kalau disini ruang olahraga jadi kalau kalian sudah selesai melaksanakan MOS ini kalian boleh mengikuti ekstrakurikuler mana yang ada dalam kemampuan kalian" jelas Charrol menatap adkelnya itu.
"iya ka,"ucap mereka serempak
"gimana kalau kita coba main basket?" ujar charrol
__ADS_1
"saya ngga bisa ka"
"tapi Kaka yg ajarin yah"
"ayo ka kita duel"
"wahh asikk"
mungkin begitu yg mereka katakan dan masih banyak lainnya.
"yaudh bagi yg ngg bisa nanti kaka ajarin,,mulai satu-satu dulu yah" ucap charrol
Kini satu per satu sudah melakukan nya kini giliran Tasya. Charrol menatap Tasya yg sedari tadi diam, entah knp jantung nya berdegup lebih cepat saat memandang wajah cantik Tasya.
"hey dek,, kamu silahkan maju"ucap charrol yg sudah mulai tersadar dari rasa anehnya.
"i..iya ka" ucap Tasya terbata-bata karena gugup, padahal Tasya bisa bermain basket meski tak sehebat Puja. Kini Tasya melangkah mendekati charrol sambil menunduk.
"bisa ka"jawab Tasya diangguki charrol
"yaudh silahkan masukin bola ini kedalam ring" ujar charrol menyerahkan bola basket tersebut.
Entah knp mungkin karena terlalu gugup Tasya sampai tidak bisa-bisa memasuki bola basket tersebut kedalam ring. karena melihat Tasya yg tak bisa-bisa charrol langsung mendekat kepada Tasya lalu memegang tangan Tasya dari belakang sehingga membuat mereka sangat dekat. karena terkejut Tasya langsung menoleh dan cup,, bibir charrol menempel di kening Tasya.
Deg deg deg
"*aduh knp nih jantung gw,, bisa-bisa copot klo Kya gini" batinnya charrol
"what?nih jantung knp sih?apa jgn-jgn gw kna penyakit jantung"batinnya Tasya*
Tasya langsung memalingkan wajahnya yg merah seperti kepiting rebus, begitu juga dengan charrol berusaha menormalkan jantung nya dan rasa gugupnya. semua yg menyaksikan kejadian itu terpelongo karena kaget, ada yg iri, ada yg dukung, macam-macam lah ekspresi orang yg ada disitu. Ternyata dari kejauhan ada sosok mata yg menyaksikan kejadian itu, dia begitu geram dan emosi, siapa lagi kalau bukan Nazha yg susah lama terobsesi dengan charrol.
"siapa sih tuh cewek, berani-beraninya godain charrol, awas aja Lo,,gw bklan bikin Lo menderita karena udh bikin gw marah"ucap Nazha tersenyum sinis
__ADS_1
"ma..maaf ka" ujar Tasya gelagapan dgn wajah menunduk.
"iya ngga papa,,maaf jg udah ngagetin kamu,,yaudah lanjut"ujar charrol datar, padahal jantung nya ingin copot.(hha copot?kaya perasaan gw ke mantan aja๐คฃ)
Kini sudah jam istirahat kelima gadis itu sudah berkumpul di kantin. Sedari tadi Tasya hanya diam karena pikiran nya masih mengingat kejadian tadi, sehingga membuat keempat sahabatnya itu menyadari kelakuan Tasya.
"Eh sya kok Lo diam aj dari tadi?"ucap Afril, sontak membuat Tasya kaget.
"eh apa?emm gw ngga papa kok" sahut Puja gugup, tpi keempat gadis itu tau pasti ada yg disembunyikan dari Tasya.
"ngomong aja kali sya ngga usah ditutup-tutupin,, kaya Ama siapa aj" ujar Puja menatap Tasya.
"iya sya,,Lo ada masalah?cerita donk sya sama kita" sambung Pitra
"sya kita ini kan udh sahabatan nya lama,, masa Lo masih mau nutupin sesuatu dari kita"ujar Sherin menatap Tasya, Tasya hanya diam membisu mendengar ucapan"keempat sahabatnya itu.
"sya,,,ayo ngomong jgn sungkan" ucap Afril memegang tangan Tasya, karena cukup lama diam Tasya mulai buka suara.
" jadi gini guys...."ucap Tasya,,,kini Tasya menceritakan semuanya kepada keempat sahabatnya itu,,sontak membuat mereka semua kaget.
"what?udah dapat ciuman aj"ucap Pitra menatap Tasya, langsung saja Tasya menutup mulutnya.
"gila,, beruntung banget lo sya,,gw jg mau donk,"sahut Sherin senyum-senyum membayangkan dirinya diposisi Tasya dan laki-lakinya Kifli.
"ehem ehem kayanya ada yg udah jatuh cinta nih?" ujar Puja menatap Tasya, membuat wajah gadis itu bersemu merah.
"paan si,,siapa jg yg jatuh cinta sama es balok"bantah Tasya.
"kena karma baru rasa"ucap Afril menatap Tasya,,sontak membuat mereka semua tertawa, Tasya hanya diam menahan malu.
*sorry guys๐๐ผkalo ceritanya bertele-tele ๐๐ผtpi saya bukan orang yg pandai /hebat dalam merangkai kalimat,๐๐ผ
mohon dukungannya ya guys ๐๐*
__ADS_1