
Kini Puja dkk dan Charrol dkk sudah sampai di rumah mewah milik keluarga Tasya, kini semua sudah turun dari mobil sport itu, Afril langsung memencet bel.
Tingnong tingnong tingnong
ceklek
"eh ada non Afril sama teman-temannya, ayo non silahkan masuk"ujar ART itu dengan ramah.
"iya Bie makasih"sahut Afril lalu berjalan masuk ke dalam rumah mewah itu.
"gila rumahnya Tasya ngga jauh beda sama rumah Lo char" ujar Saka yg kagum dengan kekayaan keluarga Tasya.
"nura banget sih Lo ka"sahut Kifli.
"tau, malu-maluin banget sih"sambung charrol.
"udah jangan berantem ayo duduk"kata Puja menatap mereka bertiga.
"ah iya"ujar mereka serempak.
"eh ada kalian, emang kalian ngga sekolah sayang?"ujar mama ulan menatap mereka.
"tadinya sih sekolah mah, tapi waktu denger kabar nya Tasya sakit dari papah Reno jadi kami mutusin buat izin"ujar Puja menjelaskan pada mama nya Tasya.
"oh gitu ya sayang"ujar mama ulan, lalu ia melirik ke arah charrol.
"gimana keadaan Tasya mah?"tanya Sherin.
"tadi Tasya udah siuman sayang, terus dia lagi istirahat"ujar mama ulan
"syukur deh kalau gitu mah"sahut Afril. Keempat laki-laki itu, hanya menyimak pembicaraan gadis-gadis itu bersama mama nya Tasya.
Tiba-tiba papa nya Tasya berjalan mendekati mereka sambil menatap tajam ke arah Charrol.
"hai Pah"sapa mereka serempak.
"hai sayang, kalian bolos ya?"kata papa Reno menatap keempat gadis itu.
"ngga kok Pah, kita tadi izin, waktu denger Tasya sakit"sahut Sherin.
"oh bagus deh kalau gitu"ucap papa nya Tasya, lalu menatap tajam kearah charrol, hingga membuat mereka semua heran.
"aduh nih papanya Tasya kok pelototin gw segitunya"batin charrol.
"karena Tasya masih istirahat kalian harus menunggu dulu yah sayang"ucap mama nya Tasya.
"iya ma, ngga papa kok"sahut Puja.
"kalau gitu lebih baik kalian istirahat nya dikamar tamu aja deh" kata Mama ulan.
"ngga usah repot-repot kok Tante, biar kita nunggu disini aja"ujar charrol.
"ngga ngerepotin kok sayang, lebih baik kalian istirahat di sana"ujar mama nya Tasya.
"yaudah deh Tante, makasih banyak"sahut Kifli.
"iya sama-sama sayang, Bie antar mereka kekamar tamu"perintah mama ulan pada ART.
"baik nyonya"ucapnya sambil menunduk.
saat mereka hendak menuju kamar tamu, papanya Tasya menyuruh Puja dkk untuk duduk sebentar.
"ada apa yah pa?"tanya Puja.
"gini sayang waktu demam tinggi Tasya ia sempat mengigau menyebut nama charrol, apa sakit nya Tasya ada hubungan sama laki-laki itu?"tanya papa Reno sambil menatap mereka semua.
"jadi gini pah sebenarnya itu hanya salah paham"Jawab Afril.
"salah paham gimana sayang?"tanya mama nya Tasya.
__ADS_1
"salah paham nya itu........"Puja mulai menceritakan semuanya kepada papa dan mama nya Tasya, keduanya pun hanya menyimak penjelasan dari Puja.
"jadi gitu Pah cerita nya"sahut Sherin.
"oh jadi begitu, sebaiknya kita kasih waktu buat mereka meluruskan kesalahpahaman ini"ujar papa nya Tasya.
"iya pah,,mama lihat Tasya benar-benar sedih dan terpukul dengan keadaan nya saat ini"ujar mamahnya Tasya.
"iya ma,, papah juga ngga tega liat Putri kesayangan papah sampai sakit seperti itu"kata papa nya Tasya.
"yaudah Pah mah kita kekamar dulu"izin Pitra pada kedua orang tua Tasya.
"yaudah sayang kalian istirahat aja dulu, nanti kalau Tasya udah bangun, biar mama kasih tau"
ucap mama ulan pada mereka.
"iya ma"sahut mereka serempak lalu berjalan menuju kamar tamu.
dikamar charrol dkk
"eh guys kalian liat ngga papa nya Tasya natal gw kayak apa?"tanya charrol pada ketiga laki-laki itu.
"iya gw liat kok char, kaya marah gitu"kata Kifli.
"tapi salah Lo apaan char?"tanya Saka.
"makanya gw juga ngga tau, masalah nya apa sampe papa nya Tasya natap gw ke gitu"sahut Charrol.
"apa jangan-jangan Tasya cerita sama papanya soal masalah kemaren"ujar Asad, sontak membuat ketiga nya berpikir.
"bisa jadi sih sad"sambung Kifli.
"kan itu cma salah paham"sahut Saka.
"iya salah paham, tapi Tasya kan masih belum tau keberadaanya"kata Asad.
"argh"ucap charrol mengacak rambutnya frustasi.
ceklek*
"maaf tuan, kata nyonya besar non Tasya nya sudah bangun"ujar ART itu sopan.
"oh iya Bie makasih" sahut Charrol, ART itu hanya mengangguk pelan.
"yaudah yuk"kata Saka, lalu mereka semua menuju ruang tengah.
"yaudah yuk kita naik"ajak mama nya Tasya.
"iya mah"sahut mereka, saat sampai di depan kamar nya Tasya, mama ulan langsung membuka pintu kamar dan masuk menemui Putri nya.
"eh sayang kamu tau ngga siapa yg datang?"tanya mama nya pada gadis itu.
"ngga siapa mah?"tanya Tasya.
"surprise"teriak mereka berempat masuk ke dalam kamar Tasya. Gadis itu langsung tersenyum melihat keempat sahabatnya, namun senyuman itu langsung pudar saat melihat Charrol dkk masuk ke dalam kamar.
"ngapain dia disini?"judes Tasya.
"sayang kamu kok ngomong ke gitu"ujar mama nya.
"yaudah kita keluar saja biar kan mereka menyelesaikan masalah nya"ucap papanya Tasya menatap semuanya, lalu menepuk pundak laki-laki itu. Charrol sedikit bingung dengan sikap papa nya Tasya. saat semua nya sudah keluar, charrol langsung mendekat kepada Tasya.
"ngapain Lo disini?"judes Tasya.
"gw mau jelasin sama Lo sya"ucap charrol.
"mau jelasin apa, mau kasih tau gw kalau pacar Lo itu lebih cantik lebih baik lebih pintar lebih sempurna dari gw hah?"bentak Tasya
"cukup sya,, tolong dengerin dulu penjelasan gw"ucap charrol dengan suara cukup tinggi.
__ADS_1
"mau jelasin apa lagi hah?"ucap Tasya lirih dengan mata berkaca-kaca. Sontak membuat Charrol langsung memeluk tubuh gadis itu tidak ada pemberontakan dari Tasya malah gadis itu membalas pelukan hangat itu.
"Lo harus dengerin gw sya Lo harus dengerin"lirih charrol, disela-sela pelukan nya.
"gw ngga ada hubungan apa-apa sama Aulia sya, dia cma sepupu gw, waktu itu dia cma becandain kalian, tapi Lo duluan salah paham dan pergi"jelas Charrol.
"Lo serius char?"tanya Tasya sambil melepas pelukannya.
"iya sya gw serius, dia hanya sepupu!!"sahut Charrol. Gadis itu merasa lega, dan wajahnya kembali ceria.
"jadi artinya Lo cemburu sya?"tanya charrol sambil tersenyum manis.
"em eh,,siapa yg cemburu"kelak Tasya dengan wajah yang memerah.
"masa sie,,kok Lo bisa sampe sakit gini?"kata charrol.
"gw sakit ya karena kecapean aja"sahut Tasya.
"kecapean karena nangisin gw"ujar charrol menggoda Tasya.
"apaan sih"ujar Tasya malu-malu,
memalingkan wajahnya karena malu.
"tatap mata gw sya"lirih charrol, pelan-pelan Tasya memutar kepalanya dan menatap mata laki-laki itu dengan intens.
"gw itu cma....."ucapan charrol terpotong oleh orang-orang dari luar kamar yg masuk tidak tepat waktu.
"cieeeee udah baikan"goda Pitra.
"ehem-ehem kayanya sakit nya ilang nih"sambung Puja.
"apaan sih kalian"sahut Tasya malu-malu.
"Yee si Oneng malu-malu segala"
"bakal makan-makan gratis nih"
"kayaknya gw harus nyusul deh"kata Saka sambil melirik ke arah Pitra, blush pipi gadis itu langsung memerah.
"makan-makan pala kalian, yg ada ngga jadi nembak si Tasya gw"batin charrol.
"gimana kalau kita ngadain acara BBQ malam ini"usul kifli pada mereka.
"wah ide bagus tuh"ahut Sherin.
"tapi dimana?"tanya Afril pada mereka.
"dirumah gw aja"sahut Tasya.
"ok,, gimana kalau kita bagi-bagi tugas dari sekarang"ujar Puja.
"karena Tasya masih sakit, jadi ida cma istirahat aja"kata charrol.
"cieeeee perhatian banget sih bang"goda mereka pada charrol.
"udah-udah ayo cepat bagi-bagi tugas nya"lerai Afril.
"Charrol, Asad sama kifli siapin tempat nya"
"Pitra, Sherin sama Saka belanja daging, sosis, jagung, dll"
"gw sama Afril siapin bumbu nya, gimana?"
"ok setuju"ucap mereka serempak.
"oh iya sya, tempat nya dimana?"tanya charrol.
"di taman belakang aja, tanyain aja sama bibie"sahut Tasya, mereka semua mengangguk dan pergi menyelesaikan tugas masing-masing.
__ADS_1
"bantu, bantu, dan bantuπππΌπππΌππππΌ"