Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Cari judul sendiri


__ADS_3

Semua orang yg tadinya menyusul laki-laki itu pun sampai di rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang rawat Asad.


"tenang Yah Bund"ujar charrol.


"gimana bunda tenang sayang, Asad juga anak bunda"kata wanita paruh baya itu dengan wajah cemas.


"Charrol ngerti Bund"kata laki-laki itu dan tak ingin melanjutkan ucapannya lagi.


Sedangkan di dalam ruangan itu.


"dok"lirih Puja, menatap dokter itu yg sudah berhenti menangani laki-laki itu.


"apa yg terjadi?"tanya Puja sedikit berteriak, namun tak ada jawaban dari dokter itu.


"dokter"bentak Puja, dokter pria itu malah memberi kode pada suster untuk membawa Puja keluar ruangan.


"maaf nona, sebaiknya kita keluar saja"ujar suster itu pada Puja.


"ngga, saya ngga mau keluar dari sini"teriak Puja, dengan isak tangis nya.


"sebaiknya kita keluar nona"paksa suster itu..


"ngga"kekeh Puja.


"saya akan menjelaskan semuanya pada Anda diluar nona"kata dokter itu buka suara. Karena mendengar ucapan dokter itu, Puja mau keluar dari ruangan itu. Mata gadis itu terus menatap tubuh laki-laki itu. Saat sampai di luar ruangan, Puja dan dokter pun langsung disambut oleh semua orang.


Ayah dan Bunda pun langsung bangkit dari duduknya berjalan mendekati Puja dan dokter itu.

__ADS_1


"Puja"kata bunda langsung memeluk tubuh gadis itu.


"bunda"lirih gadis itu disela-sela pelukannya.


"anak saya tidak kenapa-kenapa kan dok"ujar ayah menatap dokter itu.


"maaf tuan, kami sudah melakukan yg terbaik. Tapi,,"kata dokter menggantungkan ucapannya.


"tapi apa?"tanya ayah.


"kami tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien"jelas dokter itu.


Deg


Bagaimana disambar petir di siang hari, tubuh Puja langsung lemas dan terduduk di lantai. Nyeri, nyesek dan guar gemuruh yg dirasakan oleh gadis itu.


"Ja"ujar Afril membungkuk menarik tubuh gadis itu ke dekapannya.


Semua orang pun ikut larut dalam kesedihan itu, semuanya meneteskan air mata.


"ngga fril, dokter salah, hiks hiks hiks"ujar Puja.


"Lo harus tenang ja, Lo harus terima semua takdir Allah"kata Afril. Gadis itu langsung menangis sejadi-jadinya setelah mendengar perkataan sahabatnya.


"sus, lepas semua alat yg ada ditubuh pasien"perintah dokter itu pada suster yg ada dihadapannya.


"baik dok"sahutnya lalu berjalan masuk ke dalam ruangan Asad.

__ADS_1


"jangan ada yg melepaskan alat itu"teriak Puja sambil bangkit berdiri.


"sayang Puja, kamu harus ikhlas"ujar bunda sambil menangis.


"ngga bund, Asad masih hidup, Asad ngga kenapa-kenapa"kata Puja langsung berlari menyusul suster itu masuk ke dalam ruangan itu.


"Puja"teriak semua orang lalu ikut masuk.


Didalam, saat suster itu hendak melepas alat dari tubuh laki-laki itu. Puja langsung mendorongnya menjauh.


"apa yg suster lakukan"teriak Puja.


"tapi nona"ujar suster itu menunduk tak berani menatap wajah gadis itu yg sedang marah.


"saya bilang teman saya ini masih hidup"bentak Puja.


"tap"ucapan suster itu terpotong.


"biarkan saja sus"ujar ayah, suster itu hanya mengangguk.


"Sad, Lo prank in gw kan, Lo cma mau ngerjain gw kan"ujar Puja sambil tersenyum getir, mulutnya yg berbicara pun bergetar.


Semua orang ikut menangis sejadi-jadinya, melihat gadis itu yg benar-benar seperti orang stress.


"Sad bangun, Sad hiks hiks hiks"lirih gadis itu langsung memeluk tubuh laki-laki yang sudah pucat itu.


"Asad"teriak Puja histeris. Dan,

__ADS_1


Deg


__ADS_2