
Setelah merasa sangat kenyang, mereka semua duduk melingkar sambil tertawa-tawa karena candaan yang menurut mereka lucu. Karena merasa bosan Saka mengajak mereka untuk bermain truth or dare.
"eh guys gimana kalau kita main truth or dare?"ujar Saka.
"boleh juga tuh"sahut Sherin.
"kalian aja ya gw ngga malas",kata Afril.
"ya ngga bisa gitu dong Fril"ujar Puja.
"ngga ada tapi-tapian, sama ngga ada yg ngga main"tegas Saka pada mereka semua.
"yaudah"ujar mereka serempak.
"ok, siapa yg mau muter botolnya duluan?"tanya Tasya.
"biar gw"sahut Jona, laki-laki itu langsung memutar botol ditengah mereka, semuanya merasa tegang 1 2 dan 3 sret botol nya terhenti di Puja, membuat gadis itu merasa sedikit tegang.
"Lo milih truth or dare?"tanya Sherin pada Puja.
Gadis itu berpikir sejenak, lalu berkata.
"dare"ujar Puja, iya lebih memilih tantangan dari pada harus jujur.
"biar gw yg kasih tantangan"sahut Tasya.
"apa?"ujar mereka serempak.
"Lo harus tatapan sama Asad selama 2 menit"kata Tasya sontak membuat Puja kaget, dan melirik ke arah Asad, laki-laki itu hanya diam.
"emang ngga ada tantangan lain sya?"tanya Puja, gadis itu langsung menggeleng.
"ayo dong ja,,cma 2 menit doang kok"kata Pitra.
"iya-iya"sahut Puja, lalu ia melirik ke arah Asad, lalu keduanya saling berhadapan, Asad disuruh untuk melepaskan kacamata nya. Kini mata keduanya bertemu.
Deg deg deg
jantung keduanya berdegup kencang, nafas terasa tersenggal-senggal akibat menahan rasa kegugupan kedua nya. waktu yg ditentukan sudah habis, tapi keduanya tetap saja saling tatap hingga membuat semua tertawa.
"buhahahah"tawa mereka semua, sontak membuat kedua insan itu terkejut dan salah tingkah.
"tadi malu-malu, kok malah lebih dari 2 menit sih"goda Pitra, hingga membuat wajah keduanya memerah.
"apaan sih Lo"ujar Puja.
"udah-udah sekarang ayo mulai lagi"kata Afril.
"biar gw yg muter"sahut Saka, lalu laki-laki itu memutar botol yg ada ditengah mereka dan deg berhenti di depan Kifli, hingga membuat laki-laki itu tersenyum getir.
"truth or dare?"tanya mereka.
"truth"sahut Kifli.
"biar gw yg kasih pertanyaan"ujar charrol.
"cepetan char"kata Saka.
"tembak orang yg lo suka disini"charrol sengaja mengerjai Kifli, laki-laki itu langsung menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembusnya perlahan.
"Sher Lo mau ngga jadi pacar gw?"ujar Kifli menatap Sherin, wajah gadis itu langsung memanas, karena menahan malu.
"gw ngga mau Kif, karena ini cma permainan"kata Sherin, ia takut jika kifli hanya mempermainkannya.
"tapi gw serius suka sama Lo Sher"lirih Kifli, Sherin langsung menatap wajah laki-laki itu, tidak ada kebohongan yang terpancar di wajah Kifli.
"Lo serius?"Tanya Sherin, Kifli langsung mengangguk.
__ADS_1
"iya gw mau"ujar Sherin malu-malu, karena terlalu bersemangat kifli refleks memeluk tubuh gadis itu.
"ehem-ehem, mikir dulu sebelum bertindak, ingat jomblo bro"ejek Saka, hingga membuat kedua insan itu malu.
"yaudah sekarang puter lagi botol nya"ujar charrol. Pitra langsung memutar botol tersebut dan terhenti di depan Jona.
"truth or dare"ucap mereka serempak.
"dare"sahut Jona.
"ok biar gw yg kasih ka Jona tantangan"ujar Sherin.
"jangan yg sulit-sulit"kata Jona sambil tersenyum getir.
"tenang ngga sulit kok ka"sahut Sherin.
"ayo Sher kasih ka Jona tantangan"ujar Pitra, gadis itu hanya mengangguk.
"ka Jona harus dansa didepan kita sama Afril"ujar Sherin, sontak membuat kedua orang itu, saling pandang.
"Lo apa-apaan sih Fril ngga lucu tau"ujar Afril.
"siapa yg bilang lucu?"sahut Sherin Santai.
"ayo dong ka, cma bentar doang kok"bujuk Puja.
"gw sih mau-mau aja, tapi kalau Afril nya ngga mau gw ngga bisa maksa"ujar Jona menatap Afril.
"mau yah Fril kan cma permainan"rengek Pitra.
"hemzz"gadis itu hanya membalas rengekan Pitra dengan deheman.
"yeee Afril mau guys, sya Puteri musiknya"ujar Pitra, Tasya langsung memutar musik dansanya lalu Jona dan Afril berdiri, laki-laki itu langsung mengulurkan pada Afril, gadis itu menyambut uluran tangan tersebut. Jona langsung memegang pinggang Afril lalu tangan Afril Jona taruh didada bidangnya. Gadis itu benar-benar gugup, jantung nya berdegup kencang. Rasanya ia tak mau lama-lama diposisi itu, karena itu bisa-bisa membuat nya kehabisan oksigen.
"ok selesai"ujar Sherin, lalu Jona dan Afril pun langsung duduk di tempat semula.
"ok lanjut guys"ujar Pitra, lalu memutar botol itu.
"truth or dare"ujar mereka.
"truth"ujar Pitra.
"biar gw yg nanya"sahut Puja.
"diantara cowok-cowok disini Lo ada yg suka ngga?"tanya Puja, gadis itu hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"ada ngga?"tanya Tasya.
"ngga usah cengengesan Pit, langsung jawab aja"ujar Sherin.
"ada"sahut Pitra.
"siapa?"ucap mereka serempak. Gadis itu langsung melirik ke arah Saka.
"ohhh"ujar mereka serempak, sambil terkekeh. Saka yg melihat nya pun langsung senang karena perasaan nya tidak akan bertepuk sebelah tangan.
"Lo suka sama gw Pit?"tanya Saka, menatap mata Pitra, gadis itu langsung menunduk malu.
"Pit jawab gw?"ujar Saka, gadis itu langsung mendongakkan kepalanya, lalu mengangguk pelan.
"gw juga"ujar Saka sambil tersenyum.
"cie-cie, dua sahabat gw udah ngga jomblo lagi"ejek Puja.
"kode sad kode"sahut Kifli, Asad lalu menatap Puja, hingga membuat gadis itu malu.
"udah-udah sekarang kita lanjut lagi"ujar Tasya, sambil memutar botol nya dan berhenti tepat didepan charrol.
__ADS_1
"truth or dare"ucap mereka.
"dare"sahut Charrol.
"biar gw yg kasih tantangan"ujar Kifli yg ingin balas dendam pada charrol.
"jangan aneh-aneh lo Kif"ujar charrol.
"tenang bro,,,gw cma mau Lo cium Tasya"kata Kifli sontak membuat mereka semua terkejut.
"tantangan macam apa ke gitu?"ujar Tasya.
"ngga ada penolakan"sahut mereka serempak.
"gw ngga mau dicium sama orang yang belum punya status sama gw"ujar Tasya.
"kode char kode"ejek Jona. Charrol langsung menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembusnya perlahan.
"sya Lo mau ngga jadi pacar gw"ujar charrol sambil memegang tangan Tasya dan menatap mata gadis itu.
"Lo serius char?"tanya Tasya.
"iya sya gw serius, gw udah lama suka sama Lo, tapi gw ngga berani ngungkapin semuanya"lirih charrol.
"gw juga char, gw suka dan cinta sama Lo"ujar Tasya dan cup satu kecupan mendarat dibibir gadis itu, hingga membuat gadis itu membelalakkan matanya karena dapat serangan tiba-tiba dan termasuk semua orang yg menyaksikannya pun melongo.
"sekarang udah"ujar charrol santai.
"hah? iya-iya, sekarang lanjut deh"ujar mereka karena masih kaget apa yg dilakukan charrol.
"tapi gw udah ngantuk guys"sahut Pitra.
"iya udah malam banget nih guys"sambung Sherin.
"kalau gitu kita udahan aja mainnya"sahut Jona mereka semua mengangguk.
"kalau gitu kita pamit yah"ujar charrol.
"iya, ayo kita Anter mereka ke depan"kata Puja.
Saat melewati ruang tengah mereka tak sengaja bertemu orang tua Tasya yg baru juga sampai rumah
"mamah papah, kalian baru nyampe?"tanya Tasya.
"iya sayang, kalian mau kemana?"ujar mama nya Tasya.
"ini mau nganter mereka kedepan mah, mereka mau balik, soalnya udah malam banget"kata Tasya.
"kenapa ngga nginap aja"tawar papanya Tasya.
"ngga usah om ngga enak"ujar Jona.
"iya om, kita balik aja"sambung charrol.
"ngga papa, lebih baik kalian nginap dikamar tamu, ini sudah terlalu malam, ngga baik"ujar papa nya Tasya.
"iya sayang lebih baik kalian menginap saja"sambung mama ulan.
"gimana guys?"tanya Saka.
"yaudah deh, makasih banyak ya om"kata charrol.
"iya sama-sama sekarang kalian istirahat ini sudah malam"ujar papa nya Tasya lalu berjalan pergi menuju kamar nya yg diikuti istri nya.
"yaudah kita ke kamar dulu yah,,by"ucap ciwi-ciwi.
"ok, by,,, night semua nya"ujar cowok-cowok.
__ADS_1
"night"ujar mereka lalu pergi menuju kamar nya untuk beristirahat.
"maaf yah guys kalau kurang menarik 🙏🙏🙏"