Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Pengganggu


__ADS_3

Seperti biasanya mereka semua sedang duduk di kantin karena sudah waktunya istirahat, sedari tadi Puja hanya diam. Mungkin gadis itu masih merasa sedikit Kecewa. Tasya pun sesekali memperhatikan sikap Puja, tapi gadis itu hanya diam dan tak mau mempertanyakan hal itu.


"ehem, gw penasaran nih, tadi malam ngapain aja Lo sama ka Jona fril?"tanya Pitra sambil menarik nurun kan alisnya.


"wah, sama dong beb"sambung Saka.


"apaan sih"jawab Afril malu.


"kalian ingat ngga kalau tadi malam ada yg dapat ciuman"kata Sherin sambil melirik ke arah Afril, blush pipi gadis itu langsung memerah merona karena malu.


"wah, ingat banget Sher"sahut Pitra.


"udah-udah, jangan godain Afril terus dong, tuh liat mukanya udah merah ke gitu kaya kepiting rebus"ujar Tasya sambil terkekeh pelan.


"Lo belain gw, apa ngejek sya"kata Afril sedikit kesal.


"hehe, maaf fril mulut gw keseleo"ujar Tasya cengengesan.


"baru denger gw"sahut Sherin.


"hooh"sambung Pitra.


Saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba datang dua orang laki-laki menghampiri meja mereka.


"hai sya"sapanya, membuat semua orang menengok ke arah suara. Namun Tasya masih tak menjawab sapaan laki-laki itu, ia malah melirik ke arah charrol yg membuang muka saat melihat kedua laki-laki itu.


"hai Ja"sapa laki-laki yang ada di sebelah nya lagi.


"hai"sahut Puja datar.

__ADS_1


"kalau ngga ada urusan mendingan pergi deh"kata Saka pada kedua laki-laki itu.


"lagian disini udah penuh"sambung kifli.


"gw emang ngga ada urusan sama Lo, tapi gw ada urusan sama Tasya"ujar laki-laki itu dengan santainya.


"ada urusan apa Lo sama Tasya?"tanya Charrol tak suka.


"Sya gw mau ngomong sama Lo"ujar laki-laki itu, bukan nya menjawab pertanyaan charrol dia malah berbicara dengan Tasya, namun lagi-lagi gadis itu tak menjawab perkataan laki-laki itu.


"Sya"tegur laki-laki itu lagi, charrol benar-benar geram dengan laki-laki itu.


"Lo mau ngomong apa?"tanya Tasya mulai membuka suara. Laki-laki itu langsung tersenyum saat mendengar ucapan gadis itu.


"Lo sibuk ngga nanti malam?"jawab nya lalu bertanya.


"sibuk, soalnya nanti malam Tasya jalan sama gw"sambar charrol.


"Tasya pacar gw, dan gw berhak atas dia"kata charrol menatap tajam laki-laki itu.


"cih, baru juga pacar"ujar laki-laki itu berdecih.


"dari pada ngga punya hubungan sama sekali"sahut Charrol, kini kedua laki-laki itu sudah tersulut emosi. Karena melihat adegan itu, Tasya langsung angkat bicara.


"udah stop"bentak Tasya"untuk Lo Fer, sorry gw ngga bisa jalan sama Lo, karena gw harus bisa jaga perasaan cowok gw"sambung Tasya lagi, mendengar jawaban gadis itu charrol sangat senang dan lega.


"oh, oke"ucap laki-laki itu lalu melangkah pergi meninggalkan mereka semua, dengan perasaan kecewa.


"untuk hari ini, gw kalah. Tapi ingat suatu hari nanti Lo bakalan jd milik gw sya"batin Ferdy.

__ADS_1


Kini tinggal satu orang laki-laki yang masih berdiri dihadapan mereka.


"Lo ngapain masih disini"kata Kifli.


"tau, teman Lo udah pergi noh"sambung Saka.


"gw boleh ngomong sama Puja ngga?"tanya laki-laki itu.


"mau ngomong apa Lo sama teman gw"tanya Pitra balik.


"boleh ngga?"katanya, bukannya menjawab pertanyaan Pitra iya malah bertanya lagi.


"kalau mau ngomong, ngomong aja"kata Puja membuka suara.


"tapi ngga disini ja"ujar laki-laki itu sambil menatap Puja.


"yaudah, dimana?"tanya Puja datar.


"kita ke taman sekolah aja"jawab laki-laki itu.


"hemz, kapan?"tanya Puja datar.


"sekarang"jawab Zefan. Gadis itu hanya mengangguk.


"guys, gw kesana dulu"pamit Puja, kepada mereka semua.


"yaudah ja, hati-hati"kata Tasya.


"awas Lo sampai macam-macam sama sahabat gw"ancam Sherin pada laki-laki itu.

__ADS_1


"Sans aja guys"sahut Puja sambil tersenyum.


🥀


__ADS_2