Jodoh Kelima Gadis Hebat

Jodoh Kelima Gadis Hebat
Sakit


__ADS_3

Di kamar


Tasya merebahkan tubuhnya menatap langit-langit rumahnya, air mata terus mengalir di pipi mulus gadis itu.


Tok tok tok


suara ketukan pintu dari luar kamar gadis itu membuat nya langsung berlari kekamar mandi membersihkan wajah nya, matanya sedikit sembab akibat terlalu lama menangis.


Ceklek


"sayang kamu kenapa hah? cerita dong sama mamah"ucap mamahnya dengan lembut.


"Tasya ngga papa kok mah"sahut gadis itu.


"kalau kamu ngga papa, kenapa mata kamu kaya abis nangis?"tanya mamahnya.


"Tasya ngga nangis kok mah,,tadi kemasukan debu jadi kelilipan deh"ujar Tasya membohongi mamahnya.


"yaudah,,,kamu turun makan gih, dari tadi siang belum makan ntar sakit Lo sayang"kata mamahnya, Tasya hanya mengangguk pelan.


Gadis itu hanya mengaduk-aduk lauk dan nasi nya, lalu menaruh sendok dan garpu kedalam piring makan nya, lalu meminum air putih setelah itu beranjak pergi menuju kamar nya.


Tasya benar-benar tidak bisa melupakan kejadian tadi siang di kantin, hingga air mata nya tak berhenti mengalir. sudah cukup larut malam tapi gadis itu tak berhenti menangis dan karena kelelahan menangis gadis langsung tertidur pulas dengan mata yg sembab.


Pagi yg sangat cerah, namun gadis itu tak kunjung bangun dari tidur lelapnya.


"Tasya bangun sayang, udah jam berapa ini"ujar mama nya berjalan mendekati Tasya.


"Tasya bangun"ucap mama nya sambil menggoyangkan tubuh gadis itu dari balik selimut.


"Tasya bangun sayang kamu udah hampir telat nih"kata mama nya, tiba-tiba Tasya mengigau.


"Charrol Lo jahat sama gw, Lo ngga bilang kalau Lo udah punya pacar, hiks hiks hiks"igau gadis itu sambil menangis.


"sayang, sayang, bangun sayang"ujar mam nya, memegang pipi Tasya, sontak membuat wanita paruh baya itu, membelalakkan matanya karena tubuh Tasya sangat panas.


"astaga Tasya kamu kenapa sayang"teriak mama nya panik, hingga papa nya pun berlari menuju kamar gadis itu.


"kenapa mah?"tanya pria paruh baya itu.


"ini Pah tubuh Tasya panas sekali"ucap mama nya berkaca-kaca.


"apa?"ujar papa nya lalu memegang kening Tasya.


"mamah tenang dulu, biar papah panggilin dokter kesini"ujar pria itu menenangkan istrinya. lalu ia langsung menghubungi dokter pribadi keluarga mereka. setelah selesai ia langsung menghampiri istri nya yg duduk didekat Putri nya.


"gimana Pah, papah udah panggil dokter nya"ucap wanita itu menatap suaminya.


"udah mah kita tunggu aja dulu"ujarnya, tiba-tiba Tasya mengigau lagi.


"Lo jahat sama gw char, Lo jahat, hiks hiks hiks"ujar Tasya mengigau.


"sayang Tasya tenang sayang, cba bangun sayang"ucap mama nya lirih.


"Tasya nyebut nama siapa tadi mah?"tanya papanya.

__ADS_1


*Charrol Pah"ucap wanita itu.


"apa mungkin dia yg udah bikin Tasya ke gini?"ucap pria itu.


"kita jgn terlalu cepat mengambil kesimpulan Pah, nanti kalau Tasya udah bangun baru kita tanyain"ujar wanita itu menenangkan suaminya.


tok tok tok


suara ketukan pintu dari luar kamar.


ceklek


"maaf tuan, itu dokter Delon sudah ada dibawah"ujar ART itu.


"langsung suruh kesini saja Bie"sahut ayahnya Tasya.


"baik tuan"ucap ART itu sambil menunduk.


Tak lama kemudian dokter Delon sudah berada dikamar Tasya, dokter itu mulai memeriksa tubuh gadis itu setelah selesai ia langsung menghampiri papa nya Tasya.


"gimana lon putri ku?"tanya ayah Tasya pada dokter itu, yg umurnya tak jauh beda.


"dia ngga papa kok ren, dia cma kurang makan, kurang tidur terus banyak pikiran, tolong kamu kasih dia obat yg ini setelah siuman nanti"ujar dokter Delon.


"ok terima kasih banyak lon"ucap pap nya Tasya.


"udah kewajiban ku ren, lagiankan aku dibayar"ucap Delon sambil terkekeh pelan.


"bisa aja kamu lon"ujar papa nya Tasya.


"iya, hati-hati lon"sahut papa nya Tasya.


Gadis itu masih belum siuman, mama nya setia menunggu Putri kesayangan nya itu untuk siuman, lalu papa nya mendekati istri nya yg duduk didekat Putri nya itu.


"udah mah, mamah tenang aja, sebentar lagi Tasya siuman kok"ujar laki-laki itu menenangkan istrinya.


"iya pah, mamah tau, tapi mamah mau nya disini aja nungguin Tasya bangun"ucap wanita paruh baya itu.


"iya mah iya" sahut pria paruh baya itu, tak mau melawan apa kata istri nya. Tiba-tiba ponsel Tasya berbunyi, papa nya langsung mengambil ponsel itu dan melihat kalau Sherin yg menghubungi putrinya.


"halo sya Lo dimana?"tanya Sherin dari seberang telepon.


"ini papah Reno Sherin"sahut papa nya Tasya.


"eh papah Reno, kok ponsel Tasya sama papah?"tanya Sherin.


"Tasya nya sakit nak, jadi hari ini Tasya tidak bisa masuk sekolah"jelas papanya.


"apa?sakit?"teriak Sherin dari seberang telepon, hingga membuat papanya Tasya menjauhkan ponsel itu dari telinga nya.


"iya nak, Tasya sakit, ini dia masih belum siuman"sahut papanya Tasya.


"yaudah Pah, makasih info nya"ujar Sherin dan langsung memutuskan sambungan telepon.


Dikelas

__ADS_1


"kenapa Sher?"tanya Puja


"Tasya sakit guys"ucap Sherin.


"apa?sakit?"teriak Pitra.


"iya sakit"ucap Sherin.


"apa Tasya sakit gara-gara masalah kemaren yah?"ujar Afril sambil berpikir-pikir.


"siapa yg sakit?"suara charrol dari arah pintu bersama dengan Kifli, Saka, dan Asad.


"Tasya"ucap mereka serempak.


"apa?kalian serius?"tanya charrol yg kelihatan panik.


"ngapain kita bohong sama kalian"sahut Puja.


"astaga apa jangan-jangan akibat masalah kemaren" kata Saka menatap mereka semua.


"udah-udah dari pada kita bertanya-tanya disini mendingan kita izin kerumah Tasya"ujar Asad memberikan ide pada mereka.


"setuju"ucap mereka serempak.


"ngga usah izin keruang guru, nanti biar gw yg kasih tau kepsek"kata Charrol pada mereka.


Saat mereka berjalan menuju parkiran banyak murid-murid menatap mereka heran, saat sampai diparkiran mereka hanya menggunakan dua mobil, mobil Charrol dan juga mobil Kifli.


dikamar Tasya.


Gadis itu mulai mengernyitkan dahinya, dan perlahan membuka matanya.


"sayang kamu udah siuman?"tanya mama nya sambil tersenyum.


"Tasya kenapa mah?"Tanya balik gadis itu.


"tadi kamu demam tinggi nak, terus kamu juga mengigau menyebut nama charrol" ujar mama nya, saat mendengar nama laki-laki itu raut wajah Tasya langsung murung.


"kamu kenapa sayang,,apa kamu ada masalah sama dia?"tanya mama nya, gadis itu hanya menggeleng.


"Tasya sudah siuman mah?"tanya papanya yg baru saja masuk kamar Putri nya itu.


"sudah pah"sahut istri nya sambil tersenyum.


"yaudah sayang kamu makan dulu ya, dokter bilang kamu harus minum obat, tapi sebelum minum obat kamu harus makan*jelas mama nya.


"Tasya ngga laper mah"rengek Tasya pada mamanya.


"kamu harus makan sayang, walaupun itu sedikit"ujar papa nya.


"yaudah deh tapi dikit aja ya ma"kata gadis itu.


"iya sayang"sahut mama nya, setelah makan tiga sendok Tasya langsung menyuruh mama nya untuk berhenti menyuapi nya, karena tak ingin melawan Putri nya, wanita paruh baya itu pun hanya menuruti keinginan Tasya.


"yaudah sayang sekarang kamu minum obat nya habis itu kamu istirahat"ucap mama nya sambil mengelus rambut Tasya, gadis itu hanya mengangguk, setelah meminum obat nya, ia langsung disuruh istirahat, gadis itu pun langsung memejamkan matanya, setelah melihat nya tertidur wanita paruh baya itu langsung mencium kening Tasya, lalu pergi meninggalkan kamar gadis itu. Tasya memang bukan anak tunggal, karena ia memiliki adik laki-laki yg sekarang sudah kelas 1 SMP, tapi adik nya sekolah di London bersama Tante mereka, adik kandung papanya Tasya, tapi Tasya tak pernah merasakan kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya.

__ADS_1


@pitaky_14


__ADS_2