
Malam ini mereka semua sudah berada di ruang rawat Asad, mereka memang sedih melihat keadaan Asad, tapi mereka tak ingin menunjukkan nya saat berada di dekat laki-laki itu.
"eh Ka cma beliin kita minum haus nih"ujar Kifli.
"malas gw keluar sendiri"sahut Saka.
"tuh minta ditemenin sama Pitra"kata Puja.
"gw jg malas kali"sahut Pitra yg sedang bersandar di sofa.
"yaudah biar gw aja yg keluar"timbrung Jona.
"nah Lo emang yg terbaik Jon"kata Kifli.
"Fril temanin ka Jona noh"ujar Tasya.
"lah kenapa gw?"tanya Afril.
"ya kali kita-kita, kan Lo yg gebetannya ka jona"ucap Sherin membuat gadis itu malu, dan menatap nya tajam.
"apaan sih Lo ngga jelas"bantah Afril.
"serah deh Fril"sahut keempat gadis itu sambil terkekeh pelan.
"yaudah yuk Fril"ujar Jona.
"ah iya ka"sahut Afril malu-malu.
__ADS_1
"mau dibeliin apa aja?"tanya Jona.
"beli minuman sama cemilan aja"jawab Tasya.
"banyak-banyak"sambung Pitra.
"tadi disuruh kagak mau Lo"sewut Puja.
"hehe kan gw lagi mager guys"kata Pitra sambil cengengesan.
Jona dan Afril langsung berangkat menuju supermarket terdekat, tidak ada pembicaraan disepanjang perjalanan. Rasanya benar-benar gugup, jantung keduanya berdegup lebih kencang. Saat sampai di supermarket Jona dan Afril langsung memasuki supermarket itu, Jona mengambil satu troli belanja dan berjalan mendorong nya. Afril langsung memilih-milih berbagai macam cemilan saat mereka rasa sudah cukup, mereka langsung berjalan menuju kasir.
"Fril emang ini ngga kedikitan?"tanya Jona memulai pembicaraan.
"udah cukup kok ka, lagian ini juga udah banyak kok", jawab Afril.
"jumlahnya menjadi Rp, 375.000"ucal kasir itu, Jona langsung mengeluarkan uang kes sebanyak 4 lembar seratusan, saat kasir itu hendak mengembalikan kembalian nya.
"biar buat mba saja"ujar Jona sambil meraih beberapa kantong plastik yg berisi minuman dan cemilan itu.
"terimakasih banyak tuan, saya doakan semoga kalian langgeng terus"ucap kasir itu pada Jona dan Afril. Membuat mereka berdua saling pandang, lalu sama-sama memalingkan wajahnya karena malu. Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil saat keluar dari supermarket tadi, pikiran mereka masih memikirkan ucapan kasir tadi.
"boro-boro langgeng, pacaran aja ngga"batin Afril.
"maunya sih gitu, tapi apa Afril sama kaya gw yah? punya perasaan yg sama"batin Jona.
Kini mereka berdua sudah sampai di rumah sakit, Afril langsung berjalan terlebih dahulu dari Jona gadis itu masih malu akibat kejadian tadi. Saat memasuki ruang rawat Asad, Afril langsung menduduki dirinya didekat Tasya.
__ADS_1
"lah Fril kata Jona nya mana?"tanya Tasya.
"gw tinggal tadi"sahut Afril.
"what? kenapa Lo tinggal Oneng?"tanya Pitra.
"ya ngga papa lah, salah dia jalan lambat"kata Afril.
"terus belanjaan?"tanya Puja.
"ka Jona yg bawa"jawab Afril santai, mereka semua jengah mendengar jawaban gadis itu.
Tak berapa lama kemudian Jona datang dengan beberapa plastik, ia langsung menaruh belanjaan itu di atas meja.
"kasian banget Lo yah Jon, ditinggal bini sendirian bawain nih"ejek Saka.
"haha,,bini Lo kejam benar dah"sambung Kifli.
"ngomong apaan sih"jawab Jona sambil melirik ke arah Afril yg malu akibat Saka dan Kifli.
"dari pada banyak ngomong lebih baik makan noh"kata charrol.
"siap pak bos"sahut mereka serempak sambil terkekeh pelan.
"*Sad Lo liat kan, teman-teman rela nungguin Lo sadar, ayo dong sad, bangun Lo ngga kangen sama gw Lo ngga kangen sama teman-teman"batin Puja menatap laki-laki itu.
"😊🙏*"
__ADS_1